Senin, April 20, 2026

Selamat Memaknai Hari Buruh….

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Jengki Sunarta

Seribu Kuli

Di konstruksi pencakar langit
Seribu kuli meniti bilah-bilah besi
Di puncak tower Tuhan duduk santai
Membaca teka-teki
Yang dilontarkan seribu kuli
Ke langit muram
Bertaburan serbuk semen

“Mengapa upah kami murah
Dan peluh kami mengeluh?!”
Teriak seribu kuli
Pada udara tohor

Di ujung crane, Tuhan tersedu
Menyaksikan seribu kuli
Merayapi konstruksi

Di sebidang lahan tak bernama
Bekisting mencetak wajah seribu kuli
Dalam beton-beton beku

Tak ada cahaya
Pada anagram
Hanya bayangan hitam
Mengelupas dinding kaca
Luruh menjadi kata-kata
Kusam
Pada kontrak kerja

Wjs, 2025

-Respon terhadap puisi “Elitz Pertama” dalam buku “Setelah Deru Paku dan Palu” karya Kim Al Ghozali

  • foto dari internet
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist