Minggu, Mei 3, 2026

TERSESAT DALAM RIMBA TANYA

Desember 2021
Oleh: Redaksi

                  (Khayalis: Syam S) 

Akan kujadikan api ruang yang tiada batas ini 

Membakar dan membakar sampai abu yang sebesar zarrah turut hangus

Dan kaulah bensin yang paling peka dalam genggamku

Seperti pecut yang merenggut segenab asih di dadaku

Aku masih bertanya untuk penghabisan tanya padamu

Di baris mana kau tegak sebagai sahabat atau sebagai pengkhianat?

Aku telah bulat tekat bertindak sebelum aku hancur

Demi nama Tuhan, berkatalah sebenar kata dan teriakkan dengan pekikmu

Mengapa kau diam? 

Mengapa?

Sedang bukti kesalahan telah nyata 

Dian yang larut sekian lama menyita waktuku

Menyita cinta sirna kehabisan darah

Atau kau tak mengerti jua kata maaf dan arti maaf? 

Sampai detik ini aku harapkan

Harap yang lepas tak kau pahamkan

Lihatlah hutan ini tempat aku pernah tersesat

Dijarah, gundul kemudian tumbuh dan kembali dijarah

Kita adalah putranya yang lahir dari kebenaran

Kebenaran yang kini kau jadikan bumerang

Dengarkan himne persahabatan yang kita ikrarkan

Tanah hutan, lautan dan angkasa raya seakan orkestra yang mengiringi

Ciumlah bau amis darah yang berleleran

Mengingatkan kita untuk tundukkan kepala dan heningkan cipta

Sebelum semua punah bersama sisa-sisa nista

Berkatalah dan berjanji sebenar kata dan janji

Agar anak cucu kita tidak bertanya nanti

Siapakah kita para leluhurnya ?

(Dahlia 11, Bna 15 Juni 2019)

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist