Tangan-Tangan Gelap dan Keserakahan yang Menjamur: Korupsi

April 2025
Oleh: Redaksi


Oleh Sultan Musa

‘bukankah hanya sedikit ?’ itu katanya

mengambil bukan hak telah membuka

setetes kehancuran terbungkus dosa

bersolek rapi nan tegas

-di balik meja ia telah mencuri

‘bukankah ini kesempatan ?’ itu katanya

memilih jalan singkat berlimpah harta

namun tak menengok jelata sekitarnya

tangan gelapnya telah menggunting

janji moral serta amanah

– dalam senyumannya ia telah menipu

‘bukankah ini tak terlihat ?’ itu katanya

menabur kebiasaan tanpa rasa malu

tampak tawanya menggema penuh serakah

konon selalu bergerak palsu

merasa pelakon tertinggi kehidupan

– pada sikapnya ia telah menjadi debu

yang nyata….

ia menghitung laba bersama budaya busuk

demi menggapai ambisi

dan tak terbayangkan….

ia menukar nurani bersama sikap tercela

hanya untuk jiwa basi

kenapa tak sudahi saja keserakahan ini ?

– 2025

SULTAN MUSA, berasal dari Samarinda – Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar di berbagai platform media online & media cetak Nasional maupun Internasional. Karya – karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Buku tunggalnya bertajuk “Titik Koma” nomine buku puisi unggulan Penghargaan Sastra 2021 Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Dan puisinya terpilih juga pada event “Challenge Heart and Art for Change” Collegno Fòl Fest Turin – ITALIA (2024). Tercatat pula di buku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 20

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist