Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: IhwaL Benz Satriadji pujangga semarak kurator merebak laksana buih ombak algoritma memamah biak tak perduli tentang rasa berharap kemurnian...
Bayang-bayang Kemiskinan Di tengah kota, yang sibuk dan ramaiTerdapat bayangan, yang tersembunyiKemiskinan, yang menyerang dengan ganasMengambil harapan, dan meninggalkan kesedihan...
Oleh Tabrani Yunis Hujan turun sejak semalam hingga fajar datang menyulam kelam Daun-daun yang terkulai kusam merimbun dalam cahaya temaram...
Dalam kesunyian, aku merasakanmu Cinta yang tak terucap, namun terasa begitu nyata Dalam diam, aku melihatmu Dengan mata yang berbicara,...
Senyum TulusOleh: Hajriah RE Sapa dan canda terlontar lepasWajah ceria hias senjaSeiring mentari, kembali ke peraduanBinar cahayanya menerpa, senyum indah...
Oleh Tabrani Yunis Gerimis pagi ini turun berembun pagi Membasahi jalan dan lorong-lorong sunyi Burung-burung diam bersembunyi Senyap tanpa ada...
Tetapi Satu Bab Lagi, - untuk Zab Bransah Lowell yang meninggalkanNear the Oceanmengungkapkankehidupan, keindahan Pada sela-sela baris,tak lepas-lepasmerenung juga tragis,...
Oleh Tabrani Yunis Kelam menyeruak malam terasa semakin gelap padam Anak -anak negeri terdiam dipeluk malam Ditelan gelap pekat nan tak mampu...
Perjalanan yang Tak Pernah KembaliAnggota Satupena Kab. Blora Di pagi yang tenang, mereka melangkah,Membawa doa, niat suci dalam arah,Tak untuk...
KETIKA KITA TUA rasanya, seperti tiba-tiba uban merata di kepala kerut keriput ingin tak percaya terlukis di sekujur raga masih...
© 2026 potretonline.com






