Puisi-puisi Agus Yulianto

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Bayang-bayang Kemiskinan

Di tengah kota, yang sibuk dan ramai
Terdapat bayangan, yang tersembunyi
Kemiskinan, yang menyerang dengan ganas
Mengambil harapan, dan meninggalkan kesedihan

Rumah yang reyot, dengan dinding yang retak
Tidak dapat melindungi, dari hujan dan panas
Anak-anak yang kelaparan, dengan mata yang merah
Tidak dapat menikmati, makanan yang lezat

Ibu yang lelah, dengan wajah yang muram
Tidak dapat memberikan, yang terbaik untuk anaknya
Ayah yang putus asa, dengan mata yang kosong
Tidak dapat menafkahi, keluarganya dengan layak

Tapi di tengah kemiskinan, masih ada harapan
Harapan untuk hidup, yang lebih baik
Harapan untuk anak-anak, yang dapat bersekolah
Harapan untuk ibu dan ayah, yang dapat bekerja dengan layak

Kemiskinan, tidak dapat mengalahkan
Semangat dan harapan, yang masih ada di hati
Kita harus berjuang, untuk mengatasi kemiskinan
Dan menciptakan, hidup yang lebih baik.

Karanganyar, 15 Maret 2025

Penjilat Uang Rakyat

Di tengah kota, yang sibuk dan ramai
Terdapat sosok, yang meminta dengan tangan terbuka
Pengemis uang, dengan mata yang memelas
Mengharapkan sedekah, dari orang yang berlalu

Tapi siapa sangka, di balik wajah yang memelas
Terdapat rencana, yang licik dan culas
Mengemis uang, bukan karena kemiskinan
Tapi karena malas, dan tidak mau bekerja

Uang yang dikumpulkan, tidak digunakan untuk makan
Tapi untuk membeli, barang-barang yang tidak berguna
Pengemis uang, yang tidak memiliki rasa malu
Menghina martabat, dan merusak nama baik

Rakyat yang baik, janganlah tertipu
Dengan wajah yang memelas, dan kata-kata yang manis
Lihatlah ke dalam, dan temukan kebenaran
Janganlah memberikan, uang kepada pengemis yang tidak jujur.

Karanganyar, 15 Maret 2025

Memandang Wajah Indonesia

Dari ujung barat, hingga ujung timur
Indonesia, tanah airku yang tercinta
Dengan keindahan alam, yang tak terhingga
Menjadi sumber kebanggaan, bagi anak-anak muda

Dari gunung Jayawijaya, hingga pantai Kuta
Indonesia, negara yang kaya akan budaya
Dengan lebih dari 17.000 pulau, yang indah dan unik
Menjadi destinasi wisata, yang tak terlupakan

Dari Sumatera, hingga Papua
Indonesia, tanah airku yang beragam
Dengan suku-suku yang berbeda, dan bahasa yang beragam
Menjadi kekuatan, bagi negara yang kuat dan berdaulat

Memandang Indonesia, dengan mata yang bangga
Melihat keindahan, dan kekayaan alam
Merasakan kehangatan, dan kebersamaan
Menjadi bagian, dari Indonesia yang kuat dan berdaulat

Indonesia, tanah airku yang tercinta
Aku akan selalu mencintaimu, dan membanggakanmu.

Karanganyar, 17 Maret 2025

Aku Mencintai Indonesia

Tanah airku, Indonesia yang tercinta
Dengan keindahan alam, yang tak terhingga
Dari ujung barat, hingga ujung timur
Aku mencintaimu, dengan sepenuh hati

Dari gunung Jayawijaya, hingga pantai Kuta
Aku melihat keindahan, yang tak terlupakan
Dengan lebih dari 17.000 pulau, yang indah dan unik
Aku mencintaimu, dengan cinta yang tak pernah berhenti

Dari Sumatera, hingga Papua
Aku melihat keberagaman, yang menjadi kekuatan
Dengan suku-suku yang berbeda, dan bahasa yang beragam
Aku mencintaimu, dengan cinta yang tak pernah berhenti

Aku mencintai Indonesia, dengan sepenuh hati
Dengan keindahan alam, dan keberagaman budaya
Aku akan selalu mencintaimu, dan membanggakanmu
Indonesia, tanah airku yang tercinta.

Karanganyar 17 Maret 2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist