Senin, April 20, 2026

Perjalanan yang Tak Pernah Kembali

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Perjalanan yang Tak Pernah Kembali
Anggota Satupena Kab. Blora

Di pagi yang tenang, mereka melangkah,
Membawa doa, niat suci dalam arah,
Tak untuk mengajar, bukan pula menguji,
Namun untuk melayat, mengantar simpati.

Di atas roda, mereka bersatu,
Wajah-wajah lembut, hati penuh rindu,
Tak pernah terbayang, di tengah jalan,
Takdir menanti, dalam kepedihan.

Sebuah truk melaju, lepas kendali,
Rem tak berfungsi, teriakan sunyi,
Angkot mungil tak mampu menghindar,
Benturan maut tak bisa ditawar.

Sebelas jiwa, guru penuh cinta,
Penyuluh cahaya bagi generasi bangsa,
Kini terbaring di pangkuan bumi,
Meninggalkan duka, menggores hati.
Tangis pecah di halaman sekolah,
Bangku kosong, suara yang hilang sudah,
Anak-anak bertanya, “Ibu guru ke mana?”
Jawabnya tertahan, dalam hening dan doa.

Wahai pahlawan tanpa tanda jasa,
Langkahmu terhenti, namun cinta tak sirna,
Namamu abadi dalam kenangan,
Dalam doa, dalam setiap pelajaran.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya para guru tercinta dalam tragedi di Purworejo.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Keikhlasan dan pengabdian mereka akan selalu hidup dalam setiap jejak ilmu yang telah ditanamkan.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist