Senin, April 20, 2026

Puisi Rosli K. Matari Untuk Zab Bransah dan Mustiar Ar

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Tetapi Satu Bab Lagi,

       - untuk Zab Bransah

Lowell yang meninggalkan
Near the Ocean
mengungkapkan
kehidupan, keindahan

Pada sela-sela baris,
tak lepas-lepas
merenung juga tragis,

Ingatan sedih-sedih
hidup ini tebal, keras, pedih

Demikian, Zab
hidup ini, pada satu bab
mengandungi
matahari
tetapi satu bab lagi,
hujan lebat menanti

Basah
hujung noktah

Ah, hidup ini,
bagai Day By Day, puisi
Lowell yang akhir sekali,
dan dia pun pergi

Hidup ini pergi, bergerak,
bergerak,
bersekali detik, berdetak

Renunglah,
batu berlumut, pecah
abuk, dan debu
tak menunggu

Kita penyair
sesekali menulis
tentang pasir,
lewat titik gerimis

Romantik,
melankolik

Kedua-dua itu berbaur
tidak mudah ditafsir

Tetapi, kita boleh belajar
dari pasir,
dan gerimis untuk makna
lain pula

Hal kecil-kecil, segala halus
dari cebis-rebis
debris,
itu semua untuk puisi,
kitalah merenung erti.

Jauh Hujung

     - lagi, puisi 
         untuk Mustiar Ar

troatar
mungkin menunggumu, mustiar

semua simpang, atau lurus
jauh hujung, sana itu djakarta, terus

tetapi kau, jangan ke sana
sahabatku, mustiar

mimpimu tak mengenal djakarta
bengkok-bengkang jalan persis liar

di sana neon, menunggu
tetapi akan cepat melupakanmu

bahkan, kupu-kupu
bukan untukmu

tak usahlah pergi
barangkali,

kau tak mendengar
getar

bisik, rindu
meulaboh padamu

ombak, angin, rhu
mencintai puisimu

camar meninggalkanmu, pergi
tetapi kembali

tak banyak yang indah
dalam hidup ini,

semua lain itu, pecah-pecah
tinggal melankolia, sepi

pasir, berdebu
kerang, serpih-serpih cangkerang

daun luruh, dilupakan waktu
dan sentiasa pergi, bayang

tetapi hidup tidak luluh,
matahari datang pergi

seperti balam subuh
bertemu juga cerah-meroh hari

hidup ini harus seperti api
walau bara, abu, akhir sekali

nanti, kalau ada gerimis
tulis puisi untukku, ya

bisik, atau tangis
pasir dan perahu, meulaboh sana


Rosli K. Matari, sasterawan penyair Malaysia. Beliau merupakan Sasterawan Negeri Kelantan 2020 dan penerima SEA Write Award 2021.
.
Antara kumpulan puisi beliau, Matahari Itu Jauh (Insitut Terjemahan dan Buku Malaysia, 2015), memuatkan 52 buah puisi pada sekitar kunjung kembaranya, pada tahun 2014 di Sumatera, sepanjang lewat kota Medan sehingga ke DanauToba, Pulau Samosir.

Kumpulan puisi terkenal beliau ini dianggap antara pengucapan yang penting dan cukup bermakna pada jambatan sastera Malaysia – Indonesia.

  • Editor.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist