POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Keluarkan Anak-Anak Pengemis dari Lingkaran Kemiskinan

RedaksiOleh Redaksi
November 24, 2024
Tags: #Pilkadaanak jalanan
Keluarkan Anak-Anak Pengemis dari Lingkaran Kemiskinan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Sovia Deuviana Humairah

Mahasiswi Prodi Perbankan Syari’ah, UIN Ar- Raniry, Banda Aceh

         

9180909F-5A30-45E8-8AEC-EF15A7C07E5A.jpg

Banda Aceh, sebagai ibukota Provinsi Aceh, yang memiliki visi menjadi kota yang ramah anak. Visi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi pendidikan ,kesehatan, maupun perlindungan sosial. Namun, fenomena anak yang mengemis di jalanan masih terpampang nyata. Banyak kita lihat anak-anak di sepanjang jalan Banda Aceh yang sedang duduk dan meminta-minta sedekah.

Apa alasan mereka menegmis di usia mereka yang masih kita bilang masih sangat muda? Apa motivasi mereka memilih mengemis dari pada bersekolah seperti anak-anak lain pada umumnya?

Keberadaan anak-anak yang menegmis di jalanan sering kali menjadi simbol kemiskinan dan kurangnya perhatian terhadap hak-hak anak. Alasannya bisa karena mereka terpaksa menghabiskan waktu di jalanan untuk mencari uang demi kebutuhan pribadi atau keluarga. Kondisi ini tidak hanya mengabaikan hak mereka untuk belajar dan bermain, tetapi juga menempatkan mereka pada risiko eksploitasi dan bahaya lainnya, seperti kecelakaan, kekerasan dan lain sebagainya.

Sebagai contoh nyata yang saya lihat seorang anak kecil yang tampak duduk di pinggir jalan, menarik perhatian masyarakat. Dengan pakaian sederhana dan dengan menggendong adiknya di dalam kukungan tangannya sendiri agar adiknya tidak merasakan kedinginan, dia duduk di trotoar dan terlihat memikirkan sesuatu yang sangat berat.

Anak ini diketahui tidak lagi bersekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit. Ia terpaksa turun ke jalan demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, meninggalkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

📚 Artikel Terkait

Life Begins at 50

Branding Halu-Halu,  Cara Naik Kelas dan Pencucian Nama

Kumpulan Puisi Leni Marlina, Padang

Bahasa Aceh Di Ambang Kepunahan

Anak-anak seperti dia seharusnya berada di bangku sekolah, belajar dan mengembangkan potensi mereka, bukan berjuang di jalanan.

Namun, mengapa banyak anak yang terpaksa hidup dan menghabiskan waktu kecil mereka di jalanan/ Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan bersekolah, termasuk kemiskinan, ketidakstabilan keluarga, dan rendahnya akses terhadap pendidikan.

Kisah anak-anak ini suram, sekaligus menjadi pengingat akan perhatian penting terhadap anak-anak yang kurang beruntung agar mereka tidak tertinggal dalam pendidikan. Kondisi ini mengundang simpati publik yang berharap pemerintah dan masyarakat bisa lebih peduli terhadap nasib anak-anak jalanan yang terpaksa menghentikan sekolah.

Mungkin sama seperti kita, mereka berharap adanya program yang dapat membantu anak-anak seperti dia untuk kembali bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Padahal, anak-anak seperti dia seharusnya berada di bangku sekolah, belajar, dan mengembangkan potensi mereka, bukan berjuang di jalanan untuk bertahan hidup.

Dikatakan demikian, karena kita tahu bahwa  di Indonesia sendiri, anak-anak memiliki hak untuk dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pada pasal 9 ayat (1). Dan di Aceh, penerapan perlindungan anak menjadi lebih signifikan mengingat komitmen daerah ini dalam menerapkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi prlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.

Namun, sekali lagi ternyata  pengawasan  dan penekanan hukum terkait masih menghadapi tantangan, terutama kemeiskinan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesadaran masyarakat. padahal,  untuk menanggulangi masalah anak mengemis memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta dunia usaha.

Maka, setiap pihak memiliki pertanggung jawaban terhadap masalah ini. Dengan adanya kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, diharapkan Banda Aceh dapat benar-benar menjadi “Kota Ramah Anak “ yang dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Kiranya, melalui upaya perlindungan anak yang intensif , peningkatan fasilitas pendidikan, dan penegakan hukum, masalah anak yang menjadi pengemis akan dapat ditangani dengan baik. Dikatakan demikian, karena sebagaimana kita ketahui bahwa Banda Aceh memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi kota-kota lainnya dalam memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak-hak dasar mereka dengan baik. Kota yang ramah anak, bukan hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, tetapi juga menyediakan kesempatan bagi mereka untuk meraih masa depan mereka.

Oleh sebab itu, kisah ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Banyak anak yang membutuhkan uluran tangan agar mereka dapat memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mari kita bersama-sama berupaya memberikan peluang mereka agar mereka bisa menggapai mimpi dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Pilkadaanak jalanan
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

ISTIKHARAH sebagai Instrumen Keputusan dalam Pilkada Aceh 2024

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00