HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Redaksi by Redaksi
November 16, 2024
in Artikel, Banda Aceh, POTRET Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Noni Istiana Mulia Waruwu

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh. 

Baca Juga

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026

Pada hari senin,10 September 2024, saya melakukan observasi dan wawancara secara langsung kepada 2 orang bersaudara yang kesehariannya itu berkeliling pasar Aceh untuk mengemis. Saya menjumpai keduanya di pasar Aceh, tepatnya di gampong Baru. Kedua saudara tersebut berumur 50 tahun (kakak yang memiliki kondisi yang baik) dan 37 tahun (adik yang memiliki keterbatasan fisik).

Mungkin itulah sebabnya mereka menjalani hari-hari dengan mengemis. Seperti alasan banyak pengemis yang selama ini beroperasi di kota, khususnya di kota Banda Aceh. Ya, seperti lazim yang kita jumpai dalam kehidupan sehar-hari. Saya juga  melihat di lapangan ada beberapa alasan mengapa masih banyak masyarakat yang berkategori kurang mampu masih bekerja menjadi peminta-peminta di sepanjang jalan Banda Aceh. Banyak dari mereka yang berlatar belakang tidak memiliki pekerjaan yang tetap untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi,  maupun karena ketidakmampuan mereka karena memiliki keterbatasan fisik dalam aktivitas sehari-hari.

Sama halnya dengan kedua saudara tersebut, mereka melakukan pekerjaan tersebut karena dilatar belakangi dua hal di atas. Adapun kedua saudara tersebut melangsungkan aksi mereka setiap harinya dari pagi hingga sore hari dengan cara berkeliling pasar Aceh dan sekitarnya dengan membawa sebuah ember kecil sebagai wadah dari hasil yang mereka dapatkan setiap harinya serta mengandalkan keterbatasan fisik kaki sang adik dalam berjalan. Sehingga dapat menarik empati maupun belas kasihan dari berbagai kalangan masyarakat yang melihat kondisi mereka.

Namun sangat disayangkan,  jika dilihat dari kondisi sang adik yang setiap harinya harus mengelilingi pasar dan sekitarnya dengan cara ngesot (bergerak dengan cara bertumpu pada tangan) di sepanjang perjalanan. Ia terlihat sangat kelelahan. Wajar saja, dengan kondisinya yang tidak bisa berjalan dan harus berjalan dengan bertumpu di tangan, pasti sangat melelahkan. Dalam kondisi semacam itu, terasa bagai ada paksaan untuk mencari uang.

Padahal akan lebih baik, jika sang kakak mencari pekerjaan yang lebih memungkinkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus melibatkan sang adik yang berada dalam kondisi memprihatinkan itu. Dikatakan demikian, karena kondisinya dikategorikan sudah tidak mampu bekerja karena fisiknya yang terbatas.

Seharusnya  ada pihak dapat membantu. Misalnya memberikan pekerjaan kepada kakaknya dan oleh pemerintah setempat bisa membantu memfasilitasi mereka agar kesejahteraan masyarakat dapat terjamin dan berkurangnya angka kemiskinan yang dilatar belakangi oleh ketimpangan sosial.

Jadi, campur tangan pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena dapat mempengaranguhi lingkungan dan ketenangan seluruh masyarakat, sehingga jika hal ini dapat terminimalisirkan, maka akan terciptanya kota yang aman, damai dan tentram. Selain dari pada itu, kontribusi pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan perlu adanya kesadaran masyarakat sekitar agar dapat membantu teratasinya masalah kemiskinan ini..Ada banyak cara untuk membantu. Misalnya, dengan memberikan bantuan fisik (seperti memberikan pekerjaan, membantu mendanai usaha umkm dan bantuan-bantuan lain yang bisa memberdayakan dan memandirikan mereka.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 284x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 243x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 206x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 159x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya
#Korban Bencana

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Hari Buruh

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026
Cerpen

Aku Merindu

Maret 17, 2026
Next Post
IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com