• Latest

INDONESIA

October 28, 2018
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

March 14, 2026
Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

March 14, 2026

Pergi dan Kembali

March 14, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

March 14, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

March 14, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Belajar dari Geopolitik Timur Tengah: Apa Pelajaran bagi Negara Berkembang?

March 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

March 14, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

INDONESIA

Redaksi by Redaksi
October 28, 2018
in Abdya, Indonesia, POTRET Budaya, Puisi, Sastra
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

                                                                                                Oleh: Suci Astafrina
Ini Indonesiaku,
yang katanya telah merdeka sejak proklamasi dibacakan
Senjata-senjata yang membuat luka,
Kini hanya terpajang tanpa kuasa
Lihatlah!!!
Ini Indonesiaku,
yang di setiap tangan para pemburu harta dan kuasa,
Ada senjata yang lebih tajam dibandingkan rencong dan keris
Bunyinya tidak mendesing tidak juga meledak
Bentuknya tidak runcing, tetapi tetap tajam tatkala menghujam
Ranah politik lagi-lagi mengundang air mata
Aku bertanya,
Buat apa merdeka, jika kini kau jual pula tanah air ini?
Buat apa perjuangan tumpah darah pahlawan terdahulu?
Jika yang terlihat kini, darah-darah menguap tanpa harap
Tatkala pribumi, anak-anak, remaja, orang tua, bahkan lansia
Terusir dari tanah kelahirannya,
Tersingkirkan dari tempat yang membesarkannya
Itu semua karena siapa? Siapa?
Inikah Indonesia?
Dimana hasil alam melimpah ruah
Namun rakyat masih saja menderita, melata dan sengsara
Dimana jati diri bangsa ini?
Kebudayaannya cenderung membagi secara tajam,
kelompok elite dan kelompok masa
Ekonomi pasar tidak sempurna, korupsi merajalela
bencana dimana-mana
Inilah Indonesiaku,
Dimana logika tak begitu berguna
Politik dilanda krisis etika
Dan tanah air tersayat penuh luka
Biodata Penulis
Nama               : Suci Astafrina
Alamat             : Desa Cot Bak’u, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya
Pendidikan      : Universitas Syiah Kuala, FKIP PGSD
Media Sosial   : Facebook “Suci Astafrina”, Instagram “@suci_astafrina22”, email   suci.astafrina2212@gmail.com.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 116x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 114x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

March 14, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

March 10, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

March 9, 2026
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

March 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

March 14, 2026
#Cerpen

Pergi dan Kembali

March 14, 2026
Islam

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Next Post

PAMERAN FOTO TENTANG PERAN PENGASUHAN AYAH DI SWEDIA DAN ACEH RESMI DITUTUP

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com