• Latest
Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah - 6a0be274 be1e 4269 b906 2de28843e686 | Apresiasi Sastra | Potret Online

Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah

Maret 25, 2024
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Apresiasi Sastra | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah - 6a0be274 be1e 4269 b906 2de28843e686 | Apresiasi Sastra | Potret Online

Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah

Redaksi by Redaksi
Maret 25, 2024
in Apresiasi Sastra, POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Moh. Ghufron Cholid

Berdomisili di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura

 

Malam ini, saya bertemu dengan puisi Tabrani Yunis yang diberi nama Tadarus, sebuah puisi yang kental dengan suasana Ramadhan.
Tampaknya Tabrani lebih memilih untuk berpandangan terbuka. Tidak mau menyulitkan pembaca dalam memahami puisinya. Bagi Tabrani keindahan sejati adalah ketika puisi mudah dimengerti dan pesan sampai ke hati.

Saya posting secara utuh puisinya, agar setiap kita yang membaca puisi ini, bisa merasakan kehadiran bulan Ramadhan secara terang benderang dan bisa secara bebas berdiri dan menentukan sudut pandang atas puisi yang ditulis Tabrani.

Tadarus
Oleh Tabrani Yunis

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Di masjid-masjid,malam ini
Sepi tlah darı tadı menepi
Orang-orang mengaji
Mengisi relung hati
Di bulan Ramadan ini, kembali
Sambut-menyambut lantunan ayat suci
Bergema menggelegar titik arsyi
Berlomba-lomba mengejar janji
Di ujung malam, lailatul qadri
Menjintai-juntai anugerah ilahi
Menjelang sepertiga malam suci ini
gelisah meruah, tumpah menepi
Menyelimuti relung hati
Berharap cinta, meraih nurani suci
Menyejuk hati, membasuh jiwa, kala sunyi
Suara-suara alunan lantunan ayat suci
Mengusir hiruk pikuk sepinya malam, dilalui
Semakin larut kalam Tuhan dalam sanubari
Leburkan rindu pada waktu yang belum pasti
Ramadan mengisyarakan tanda kembali
Entah kita bisa bertemu lagi
Hanya Tuhan yang tahu pasti
Tadarus pun segera terhenti
Kala Ramadan menjelang pergi

Latar suasana dihadirkan sehingga kita dapat merasakan kehadiran bulan Ramadhan lengkap dengan kebiasaan yang ada. Bisa dibilang puisi ini adalah puisi yang memuat informasi atau puisi informatif.

Memang tak bisa dipungkiri semua dari kita bisa menyepakati apa yang disampaikan Tabrani dalam puisinya sebab ianya menyampaikan sesuatu yang sudah lazim. Namun puisi ini dihadirkan bukan untuk kita menyepakati isinya melainkan lebih dari itu. Tabrani memiliki misi penting yakni menjadikan puisi sebagai media alternatif dalam menghidupkan ghirah ibadah. Setidaknya dengan membaca puisi ini, kita bisa mengenang hal-hal terindah yang ada dalam Ramadhan ketika kita sudah berada di bulan lain. Setidaknya puisi ini hendak mengungkapkan bahwa Ramadhan merupakan bulan sangat artistik untuk terus berada di jalur ibadah.

Selamat membaca dan selamat berselancar di dunia ide dari Tabrani Yunis tentang Ramadhan. Terlepas apa yang dimuat merupakan hal rutinitas yang bukan rahasia pribadi melainkan milik umum, setidaknya upaya baik ini perlu kita apresiasi.

Kedai Duta, 25 Maret 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post

Rindu Gampong di Bulan Ramadan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com