Dengarkan Artikel
Oleh: Muhrain
kadangkala kita ingin tertawa
tapi masihkah tertawa diperlukan
ketika perut melilit
lapar dahaga?
remah roti jatuh di sekujur
jalan kami
di buang seumpama nasib
sediakala
ketika penjajah belum
angkat kaki
kadangkala kita ingin menangis
tapi perlukah nasib bangsa hanya
demikian ditangisi
sedangkan pemimpin masih disko
dansa potong bebek
baliho menawarkan kami
butiran debu di kasut kaki
mencium jilat bumi Pertiwi
yang teruk dijamahi priyayi
bangsa bukanlah bangsa
ketika koran hanya beritakan
tulisan pesanan
📚 Artikel Terkait
negara bukanlah negara
ketika radio dan televisi
menyusupi pembodohan
kadangkala tangis dan tawa
sukar disaling beda
sebagaimana perut jelata
dengan busung pongah istana
kemarin kita melawan
tadi kita ditawan
para peneliti masih sulit
mengelupas hipotesa
benarkah pendidikan
masih dipelajari
sekedar membayar tinggi pikiran
ulama dan para kaum adat kita
telah keliru membudayakan
sopan santun kepada pengkhianat bangsa!
Aceh Besar, 1 Februari 2024
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





