Selasa, April 21, 2026

KALA

Februari 2024
Oleh: Redaksi

Oleh: Muhrain

kadangkala kita ingin tertawa
tapi masihkah tertawa diperlukan
ketika perut melilit
lapar dahaga?
remah roti jatuh di sekujur
jalan kami
di buang seumpama nasib
sediakala
ketika penjajah belum
angkat kaki

kadangkala kita ingin menangis
tapi perlukah nasib bangsa hanya
demikian ditangisi
sedangkan pemimpin masih disko
dansa potong bebek
baliho menawarkan kami
butiran debu di kasut kaki
mencium jilat bumi Pertiwi
yang teruk dijamahi priyayi

bangsa bukanlah bangsa
ketika koran hanya beritakan
tulisan pesanan

negara bukanlah negara
ketika radio dan televisi
menyusupi pembodohan

kadangkala tangis dan tawa
sukar disaling beda
sebagaimana perut jelata
dengan busung pongah istana
kemarin kita melawan
tadi kita ditawan
para peneliti masih sulit
mengelupas hipotesa
benarkah pendidikan
masih dipelajari
sekedar membayar tinggi pikiran
ulama dan para kaum adat kita
telah keliru membudayakan
sopan santun kepada pengkhianat bangsa!

Aceh Besar, 1 Februari 2024

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist