Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka - a1e92954 db91 4c79 a50d 702779e9c185 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka
WA FB X

Oleh Yurisa

Berdomisili di Aceh Timur

Aku harus mengatakan ini agar mereka dapat mengerti dan saling menghargai perasaan orang lain.

Kita semua tahu dan paham bahwasanya menikah itu menggenapkan separuh agama. Menghalalkan yang haram dengan adanya akad yang mengguncangkan arsy-Nya.

Menikah akan menjadi ladang pahala yang besar bagi mereka yang paham tentang ilmu pernikahan.

Aku. Belum menikah bukan ingin mengulur waktu untuk menikah. Allah yang Maha Tahu sudah menetapkan waktu yang tepat untukku menikah. Jadi aku bersabar dan tetap berprasangka baik kepada-Nya.

Menjadi sebuah pembicaraan yang tak kunjung usai ketika gadis yang berusia 25 tahunan belum juga menikah. Mereka masih menganggap bahwasanya ketika sudah tamat kuliah, ataupun yang usia sudah menginjak 20 tahunan seseorang itu sudah wajib menikah. Paradigma masyarakat ini sulit untuk dipunahkan.

Entah mengapa paradigma ini memunculkan diksi-diksi yang menyakitkan hati. Teramat sering mereka mencela seseorang yang belum menikah, sering mereka membandingkan dirinya yang sudah menikah kepada seseorang yang belum menikah.

Lontaran kalimat yang tak pantas menghantarkan luka bagi seseorang yang belum menikah. Tak hanya dia, orang tua pun ikut terluka ketika putrinya dicela dengan status single yang disandangnya.

Apakah yang sudah menikah memiliki piagam emas untuk menghina seseorang yang belum menikah? Sehingga ucapan mereka begitu mudah menghantarkan luka yang tak berdarah.

Ketika seseorang itu belum menikah, dan dia masih bisa menjaga dirinya dengan baik. Maka dukung dia dengan semampunya. Tak harus menjadi mak comblang untuk menemukan jodohnya. Doa yang baik dengan niat yang tulus dan ikhlas sudah sangat cukup menghargai dan membahagiakan hatinya.

Apakah begitu sulit mengatakan: “Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu.”

Baca Juga

Dan sepertinya mereka yang sudah terbiasa mencela sangat mudah mengatakan:
” Duh umur sudah tua, masak iya nggak nikah-nikah.”

Dan beragam kalimat lainnya yang tak bisa ku ketik, karena kalimat mereka sungguh menyakitkan.

ADVERTISEMENT

Semoga Allah menjaga lisan kita, dan Allah membimbing kita untuk selalu berkata yang baik.

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.