POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

RedaksiOleh Redaksi
January 16, 2024
Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Yurisa

Berdomisili di Aceh Timur

Aku harus mengatakan ini agar mereka dapat mengerti dan saling menghargai perasaan orang lain.

Kita semua tahu dan paham bahwasanya menikah itu menggenapkan separuh agama. Menghalalkan yang haram dengan adanya akad yang mengguncangkan arsy-Nya.

Menikah akan menjadi ladang pahala yang besar bagi mereka yang paham tentang ilmu pernikahan.

Aku. Belum menikah bukan ingin mengulur waktu untuk menikah. Allah yang Maha Tahu sudah menetapkan waktu yang tepat untukku menikah. Jadi aku bersabar dan tetap berprasangka baik kepada-Nya.

Menjadi sebuah pembicaraan yang tak kunjung usai ketika gadis yang berusia 25 tahunan belum juga menikah. Mereka masih menganggap bahwasanya ketika sudah tamat kuliah, ataupun yang usia sudah menginjak 20 tahunan seseorang itu sudah wajib menikah. Paradigma masyarakat ini sulit untuk dipunahkan.

📚 Artikel Terkait

PC IMM Aceh Besar Hadirkan Kembali Kegiatan Diksuswati

Kacabdisdik Bireuen Inisiasi Bantuan Sepeda untuk Siswa Miskin, Mukhlis Takabeya Respon Positif

Haus Buku (Di) Era AI

Luar Biasa, Jokowi pun Diangkat Jadi Nabi

Entah mengapa paradigma ini memunculkan diksi-diksi yang menyakitkan hati. Teramat sering mereka mencela seseorang yang belum menikah, sering mereka membandingkan dirinya yang sudah menikah kepada seseorang yang belum menikah.

Lontaran kalimat yang tak pantas menghantarkan luka bagi seseorang yang belum menikah. Tak hanya dia, orang tua pun ikut terluka ketika putrinya dicela dengan status single yang disandangnya.

Apakah yang sudah menikah memiliki piagam emas untuk menghina seseorang yang belum menikah? Sehingga ucapan mereka begitu mudah menghantarkan luka yang tak berdarah.

Ketika seseorang itu belum menikah, dan dia masih bisa menjaga dirinya dengan baik. Maka dukung dia dengan semampunya. Tak harus menjadi mak comblang untuk menemukan jodohnya. Doa yang baik dengan niat yang tulus dan ikhlas sudah sangat cukup menghargai dan membahagiakan hatinya.

Apakah begitu sulit mengatakan: “Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu.”

Dan sepertinya mereka yang sudah terbiasa mencela sangat mudah mengatakan:
” Duh umur sudah tua, masak iya nggak nikah-nikah.”

Dan beragam kalimat lainnya yang tak bisa ku ketik, karena kalimat mereka sungguh menyakitkan.

Semoga Allah menjaga lisan kita, dan Allah membimbing kita untuk selalu berkata yang baik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Senarai Puisi Usfa Sri Rezeki

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00