• Latest
Mahasiswa, Menulislah - 2C7DCDCD 179B 4A1B A8A3 DA9D78F19C3E | Artikel | Potret Online

Mahasiswa, Menulislah

Oktober 29, 2022
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mahasiswa, Menulislah - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Mahasiswa, Menulislah - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Artikel | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Mahasiswa, Menulislah - 2C7DCDCD 179B 4A1B A8A3 DA9D78F19C3E | Artikel | Potret Online

Mahasiswa, Menulislah

Redaksi by Redaksi
Oktober 29, 2022
in Artikel, Generasi Milenial, Menulis, Opini Mahasiswa
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Nadia Salsabila
Mahasiswa Prodi PAUD, FKIP Universitas Syiah Kuala, Kader HMI Fkip USK
Banda Aceh

Ada yang menarik dari kegiatan Komunitas Diskusi ilmiah (KDI) yang dilakukan pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 lalu. Dikatakan menarik, karena kegiatan kali ini yang merupakan kegiatan diskusi kedua ini membicarakan soal menulis. Menulis yang menjadi kebutuhan para mahasiswa dalam menyelesaikan misi belajar di perguruan tinggi. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap mahasiswa akan wajib menulis, baik makalah, artikel atau essay dan tugas akhir menulis skripsi. Menulis sebagai sebuah ketrampilan berbahasa menjadi ketrampilan yang wajib dimiliki mahasiswa di manapun. Oleh sebab itu, Komunitas Diskusi Ilmiah (KDI) mengundang pimpinan majalah POTRET, Tabrani Yunis  sebagai pemateri dalam diskusi rutin ilmiah tersebut.

Semakin seksi kegiatan ini ketika pada pertemuan yang ke 2 ini mengusung judul “Aku Menulis Maka Aku Ada”. Judul tema yang menginspirasi peserta serta memotivasi untuk menulis. Ya, menjadi sangat strtategis acara yang dilaksanakan di Gerobak Coffee, Lamnyong pada Kamis (27/10) ini, karena semua peserta adalah kaula muda yang masih berstatus mahasiswa.

Jadi, aktivitas menulis itu menjadi aktivitas yang sangat bermakna. Seperti yang diungkapkan Koordinator KDI, Fadhullah Fatahillah, sebenarnya menulis itu memiliki makna yang bermacam-macam tergantung siapa yang mengartikannya. Intinya menulis itu kita menuangkan gagasan-gagasan, ide-ide, dan pendapat dalam sebuah tulisan. Memang menjadi seorang penulis itu tidak sekedar memiliki niat dan cita-cita, tetapi juga harus memahami terlebih dahulu makna menulis.Menulis itu memiliki fungsi agar lebih bisa mendalami dan bisa konsentrasi lagi dalam menuangkan ide dan gagasan. Bagaimanapun juga, keinginan menulis memiliki tingkat kemanfaatan yang besar. Tidak hanya bermanfaat bagi penulis itu sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi pembaca itu sendiri.

Bila kita mengacu pada KBBI, mengartikan lebih sederhana tentang menulis. Jadi menulis itu seperti halnya penulis menulis surat. Saat menulis surat, secara tidak langsung kita akan menuangkan maksud, gagasan, opini dan ide kita ke dalam rangkaian kalimat.

Penulis pernah membaca sebuah artikel berjudul “ Menulis Untuk Keabadian” yang ditulis oleh Maruntung Sihombing. Beliau menyatakan jangan salahkan anak cucu kita, jika mereka lebih mengenal Tan Malaka, Pramodya Ananta Toer, atau Chairil Anwar dan tidak mengenal kita sebagai leluhurnya. Hal itu bukanlah suatu pernyataan yang naif, karena mereka telah menggoreskan nama mereka dengan tinta emas ke dalam setiap hati penggemar melalui tulisan-tulisannya.

Sementara itu penulis sendiri, Nadia Salsabila sebagai Humas KDI (Komunitas Diskusi Ilmiah )  ingin pelaksanaan diskusi rutin ini melibatkan kader” HMI terutama HMI FKIP USK  dan juga melibatkan beberapa mahasiswa FKIP PAUD USK untuk ikut serta dalam diskusi rutin ini,dimana tujuannya agar mahasiswa” FKIP PAUD juga memiliki pengetahuan yang luas yang didapatkan di luar kampus. Jadi tidak hanya berpatokan dengan dunia kampus itu sendiri.

Baca Juga

85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mahasiswa, Menulislah - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Maka, ketika Pimpinan Redaksi majalah POTRET,Tabrani Yunis memaparkan mengenai “Aku Menulis Maka Aku Bisa”Jadi penulis sendiri sebagai Humas KDI mengambil kesimpulan, coba sama” kita merenung dan bayangkan seandainya pikiran pikiran Socrates tidak dituliskan dan dibukukan oleh Plato, penulis sendiri tidak yakin kita bisa mengetahui pikiran-pikiran Socrates seperti hari ini.

Nah, dengan menulis juga membuat kita abadi,walaupun kita sudah tiada nantinya, tetapi orang-orang bisa mengingat dan mengenang kita dari pikiran -pikiran kita yang sudah tertuang dalam bentuk tulisan tersebut. Penulis teringat pada seorang penulis  yang pernah mengutip pribahasa dalam sebuah tulisannya. Ia mengatakan apa yang terucap akan lenyap bersama angin dan apa yang tertulis akan terkenang abadi. Kata-kata itu semakin mengukuhkan peran seorang penulis dalam memberikan pemikiran bagi peradaban manusia, karena apa yang pernah kita tuangkan ke dalam tulisan akan selalu terkenang abadi, meskipun kita telah tiada. Aku menulis, maka aku ada!

Jadi, menulis untuk keabadian itu memberikan makna yang sangat penting bagi kita agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemauan untuk menuangkan pengetahuan, ketrampilan serta sikap berbuat baik, produktif dalam menebar kebaikan dengan lewat tulisan yang kita tuliskan. Menulis bagi orang yang berilmu dan berketerampilan, sesungguhnya menjadi kewajiban berbagi kebaikan, walau tidak semua orang terpanggil jiwanya untuk hal ini.

Dalam perspektif agama Islam pun dalam Al-quran surah  al-Hujurat ayat 13 ayat ini tidak menggunakan panggilan hanya kepada orang-orang beriman, tetapi ayat ini menyebutkan seluruh manusia tanpa terkecuali. Artinya ayat ini mengurai prinsip dasar hubungan manusia. Ayat ini menegaskan kesatuan asal -usul manusia dengan menunjukkan kesamaan derajat kemanusiaan manusia.

Kegiatan menulis pun merupakan kegiatan yang dapat mengangkat derajat penulis dan orang-orang yang dapat memanfaatkan apa yang kita tulis dan ungkapkan dalam tulisan kita. Maka, menulis lah. Karena dengan menulis, kita akan bisa mendorong perubahan diri dan sekaligus perubahan pada orang lain. Menulis akan membantu kita mampu melihat diri kita.

Karena Allah SWT mengingatkan kita Jangan sampai manusia merasa bangga atau pun lebih tinggi dari pada yang lain, karena bangsa atau suku tertentu,warna kulit atau kondisi bawaan lain juga tidak menjadikan derajat satu manusia beda dengan yang lain.

Dalam hal menulis, senior Zakiyamani pernah mengatakan “ You are what you read” Kata-kata itu beliau sampaikan ketika duduk di meja kopi yang hangat.
Beliau sampaikan untuk mendorong dan menegaskan kita agar segera menulis. Menurut beliau, orang yang menulis sudah pasti membaca, sementara orang yang membaca belum tentu menulis. Sehingga apa yang kita tulis merupakan cerminan dari karakter kita yang sedikit banyak terbentuk dari buku-buku yang kita baca.

Oleh sebab itu, sungguh menyesal karena baru mengenalnya. Pantaslah orang berkata, Tak kenal, maka tak sayang. Awalnya, penulis galau abu-abu karena belum mengenalnya. Ya,

Zakiyamani, adalah kanda saya yang memiliki komitmen kuat menggerakkan hati saya untuk menulis,dan semangat yang saya rasakan terus menggebu-gebu untuk mulai menulis, walau sedikit demi sedikit, kata demi kata, tetapi  semua punya banyak makna.

Ya, penulis serasa ditampar dengar cerita bahwa orang -orang, orang tuna netra saja bisa menulis,bisa bikin karya,kenapa saya yang dikasih mata dan tangan dengan sempurna tidak mau membaca dan menulis? Penulis sampai ingin bertemu dengan penulis yang tuna netra,karena mendengar cerita dari orang-orang , sampai merinding dan menahan air mata karena terharu. Penulis malu selama ini masih diberikan mata dan tangan,kenapa tidak gunakan dengan baik.

ADVERTISEMENT

Maka, tak akan pernah salah memulai menulis dan pantang mundur, setiap usaha pasti akan memperoleh hasil yang luar biasa dan nikmati hasilnya seperti anda menikmati usaha anda. intinya banyak hal yang  didapat ketika kita menulis dan membaca ,maka menulislah walau yang ditulis itu hanya seserpuhan debu yang akan memudar.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 327x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 316x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 211x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mahasiswa, Menulislah - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
Mahasiswa, Menulislah - FFDD4A8E 93BD 48C6 9F47 3275408CAE45 | Artikel | Potret Online

Dua Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu Duta Pelajar Kamtibmas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com