Esai · Potret Online

Rezeki yang Tertunda

Penulis  Redaksi
Mei 31, 2026
2 menit baca 15
d2851421-ed8d-490e-93f9-af1231db7d67
Foto / IlustrasiRezeki yang Tertunda

Oleh Saiful Bahri 

Motivator, Berdomisili di Jakarta

Rezeki yang Tertunda?  Mungkin Allah lagi  “Menyepuh” Emasnya

Pernah  tidak menunggu paket online? Resi sudah dicek 20 kali sehari. Pas kurir lewat depan rumah, jantung deg-degan. “Ini dia… ini dia…” 

Nah, rezeki kita juga begitu. Resinya sudah ada di Lauh Mahfudz. Kurirnya malaikat. Cuma Allah  yang tahu kapan “dikirim”.

Kenapa rezeki kadang tertunda? Ada 3 hal:

Allah lagi “menyepuh” emasnya 

Emas mentah tidak bisa langsung dipakai. Harus dibakar dulu biar kotorannya luntur. Mau rezeki yang bikin tenang atau rezeki yang  bikin kebakar? Makanya ditunda. Biar pas datang, rezekinya sudah bersih. Tidak  membawa penyakit, tidak  membawa drama.

Allah lagi siapkan “gudangnya” 

Beras 50kg tidak  muat di kamar 2×2 meter. Hati kita juga begitu. Kalau masih penuh dendam, maksiat, “aku aku”… rezeki segudang juga mampet. Makanya Allah tunda dulu. Sambil bereskan gudangnya hati.

Allah lagi latih “kesabaran ” kita 

Orang yang rezekinya lancar dari lahir, mentalnya lembek pas kena ujian. Tapi kita yang rezekinya “telat” tapi pasti… nanti pas dapat, jadi hamba yang paling kuat doanya, paling kencang  syukurnya. Itu bonusnya.

Penutup – Ini pesan dari lapangan:

Saya nulis ini bukan menunggu tepuk tangan manusia. Tapi Allah lewat tangan-tangan pembaca, dengan tulus mengapresiasi tulisan kita. Kalau berharap pada manusia, kita akan kecewa. Tapi kalau kita serahkan kepada Allah, insyaAllah kita tidak pernah kecewa.

Benar, Allah kadang bukan tidak mengabulkan permintaan/doa hambaNya. Tapi kadang ditunda dulu. Berprasangka baiklah kepada Allah.

Jadi kalau hari ini ATM masih sepi, jangan menuduh Allah pelit. Mungkin Allah lagi bilang: “Sabar… paketmu Aku bungkus pakai pita emas. Kalau Aku kirim sekarang, pitanya sobek. Tunggu ya, biar utuh sampai ke tanganmu.”

Jadi sekarangv, mau mengecek resi atau mau mengecek hati?

By  Saidul Bahri

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...