POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Arabica coffee

Kuliner, Kopi dan Kebebasan

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2021
in Arabica coffee, Essay, Indonesia, Kuliner
0

Oleh Ahmad Rizali

Baca Juga
  • 01
    BIngkai Remaja
    Peran Milenial Membangun Negeri
    03 Apr 2021
  • Kuliner, Kopi dan Kebebasan - IMG 20250610 WA0001 | Arabica coffee | Potret Online
    Artikel
    Membangun Kesadaran Biopori Buatan dan Biopori Alami
    10 Jun 2025

Berdomisili di Depok

Baca Juga
  • Kuliner, Kopi dan Kebebasan - 9B2C4639 6DB8 4020 9351 9DAFAEB491E6 | Arabica coffee | Potret Online
    Aceh Besar
    Gelar Karya Hasil Praktik Kuliner di SMKN 1 Al Mubarkeya, Aceh Besar
    29 Okt 2022
  • Kuliner, Kopi dan Kebebasan - 984678ad cd1d 4f90 8d3a ad54f0ac749e | Arabica coffee | Potret Online
    #Nasib Buruh
    Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha
    28 Feb 2025

Seorang kawan sesama penghuni asrama mahasiswa, dia anak muda Yunani dan sedang belajar manajemen Hospitality berkata bahwa Kuliner itu adalah perkara Kreatifitas. Bleng…. !!  Kuliner Indonesia itu tak ada duanya se dunia. Dan, jelas karena pendahulu kita sungguh kreatif. 

Baca Juga
  • 01
    Essay
    Petualangan
    03 Des 2021
  • Kuliner, Kopi dan Kebebasan - 7ebe2bbd f4e6 4afc 8dda d026cad32c19 | Arabica coffee | Potret Online
    Artikel
    Megawati Layak Jadi Presiden
    03 Jan 2025

Pernahkah kita membayangkan bahwa isi biji kluwek yang berwarna hitam tidak jelas itu bisa menghasilkan varian Rawon dari Nguling sd Madiun, Garang Asem Pekalongan hingga Gabus Pucung Betawi ? Jengkol bisa memiliki Gulai Jariang Minang, Semur Jengkol Betawi hingga Jaring Lalak Banjarmasin ? Semua terjadi karena praksis Kuliner itulah pendidikan sejati.

Ketika biji kopi terbaik masih dinikmati oleh mereka di dunia luar, saya heran mengapa kelezatan itu tak dinikmati oleh jelata. Padahal kami para penikmat perjalanan merasakan lezatnya kopi terbaik itu saat menunggu waktu menapaki punggung gunung Raung, Rinjani, Sindoro. Namun, ketika kebebasan dihadirkan oleh kaum muda, maka tidak hanya kedai kopi legendaris yang menyanjikan rasa premium. Kafe kecil di pojok kota kecilpun menyajikan kopi Arabica dan Robusta terbaik.

Rasa dan Aroma Kopi terbaik adalah kebebasan yang terjangkau. 1 Kg biji hijau Arabica Ciwidey seharga 85.000 IDR sesampai meja makan kita dan tambahi 25.000 IDR, akan kita dapatkan 650 gram biji tergoreng setengah hitam (Medium Roasted Bean) dan 200 gram kopi bubuk besaran medium (Coarse Grinded) Arabica Ciwidey. 20 cangkir @ 180 ml kopi yg lezat akan anda peroleh, tanpa harus mengudap di kafe bermerk yang beberapa kali saya membeli, rasanya tak jelas itu. 

110.000 IDR/800 gram Kopi Arabica Premium Ciwidey yang kbelum masuk angin adalah setara dengan1.500 IDR secangkir 180 ml. Ambilah dengan segala tambahan, dengan kebebasan menyeduh sendiri sejak biji hijau, secangkir kopi Arabica Ciwidey lezat kita peroleh paling mahal seharga 3.000 IDR. Kebebasan itu memacu kreatifitas dan memicu kelezatan rasa dan aroma. Bukankah sisa 25.000 IDR yang kita beli dari Kafe itu adalah persepsi merek dan belum tentu memperoleh rasa dan aroma ? 

Kuliner dan Kopi Indonesia adalah kebebasan sejati yang memantik rasa dan aroma premium yang tak ada duanya di Dunia. Kita mencari yang lain ? What a silly thing… atau “kucluk” dlm istilah Arema.

Previous Post

Hikmah Tahun Baru Islam 1443 H

Next Post

INI PILIHAN TEPAT DAN LEBIH BAIK

Next Post

INI PILIHAN TEPAT DAN LEBIH BAIK

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah