• Latest

Dinsos Aceh Bantu 100 Kaki dan Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas

September 6, 2018
Dinsos Aceh Bantu 100 Kaki dan Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas - IMG_0091 | Aceh | Potret Online

Indonesia antara Iman dan Sistem: Mengapa Kita Tertinggal dari China dan Barat

April 13, 2026
651a665d-a972-4237-889b-3f896bd0ff78

Komitmen dan Konsistensi Sebagai Penakar Etika, Moral dan Akhlak Mulia Yang bersifat Ilahiyah

April 12, 2026
1ac9c27f-7427-4c6a-b3f3-76cd09bc22ae

Selangkangan Borjuis

April 12, 2026
dc7b6933-d445-40b2-9886-71a08edbedd9

Menghalau Petaka Intelektual: Refleksi Sains dan Iman ala Al-Ghazali.

April 12, 2026
IMG_0751

Macet Menulis? Jangan Paksa! Lakukan Ini Saja (Resep dari Larry L. King)

April 12, 2026
de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
  • #22859 (tanpa judul)
  • Al-Qur’an
  • Disclaimer
  • Home
  • Kirim Naskah
  • Penulis
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • ToS
Senin, April 13, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Dinsos Aceh Bantu 100 Kaki dan Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Redaksi by Redaksi
September 6, 2018
in Aceh, Banda Aceh, Bantuan, Disabilitas
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Banda Aceh– Dinas Sosial Provinsi Aceh melakukan pengukuran kaki dan tangan palsu untuk 100 orang penyandang disabilitas yang berasal dari 18 kabupaten/kota se Aceh, Kamis (6/9/2018).   
Bekerjasama dengan Yayasan Kasih Tuna Daksa, kegiatan tersebut digelar di halaman belakang kantor Dinas Sosial Aceh, dan akan berlangsung hingga besok, Jumat (7/9/2018).
Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Devi Riansyah mengatakan, tahun ini Dinas Sosial memiliki anggaran untuk membantu 100 kaki dan tangan palsu untuk 100 penyandang disabilitas dari 18 kaupaten/kota, sementara untuk kabupaten/kota lainnnya akan dibantu pada anggaran tahun mendatang.
“Tentu saja ini belum cukup, karena itu kegiatan ini akan terus kita lakukan ke depan sehingga semua masyarakat penyandang disabilitas nantinya mendapatkan kaki dan tangan palsu,” kata Devi. 
Devi menuturkan, sebelum mendapatkan bantuan kaki dan tangan palsu tersebut, para calon penerima diharuskan terlebih dahulu untuk melakukan pengukuran agar kaki dan tangan palsu yang diterima nantinya sesuai kebutuhan. Kemudian baru dibuat dan diserahkan pada yang telah melakukan pengukuran. 
“Nanti setelah semua ini selesai, bapak/ibu semua harus hadir di sini kembali untuk pemasangan. Semog kaki dan tangan palsu yang diterima nantinya dapat mempemudah aktivitas bapak/ibu semuanya,” harap Devi.
Dalam kesempatan itu Devi juga menuturkan, Yayasan Tuna Kasih Daksa merupakan yayasan profesioanl yang sudah cukup berpengalaman dan di kenal di level nasional karena sudah sering bekerjasama dengan Kementian Sosial RI dan Dinas Sosial Aceh, selain itu standarisasi kaki dan tangan palsu yang Yayasan Tuna Kasih Daksa buat juga dikenal bagus. 
“Karena itu kami bekerjasama dengan yayasan ini, dan ini sudah dilakukan bertahun-tahun,” jelasnya.
Kepada para penyandang disabilitas calon penerima kaki dan tangan palsu, dia berharap agar nantinya kaki dan tangan palsu nantinya dirawat, karena ke depan yang sudah pernah menerima tidak diperkenankan lagi untuk menerima, karena masih banyak penyandang disabilitas di Aceh yang belum mendaptkan bantuan kaki dan tangan palsu. 
“Di luar sana, masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapat bantuan seperti kita. Untuk itu harus kita gilir,” tambah Devi.
Pembina Yayasan Kasih Tuna Daksa, Liliyana, mengatakan, setelah semua penyandang disabilitas calon penerima bantuan kaki dan tangan palsu melakukan pengukuran, pihaknya akan mencetaknya di Jakarta dalam tempo 6-8 minggu. Setelah itu baru dilakukan Yayasan Kasih Tuna Daksa bersama Dinads Sosial untuk melakukan pemasanga.
“Kami rencanakan secepat mungkin, karena semakin cepat semakibn baik, tergantgung dari kaki palsu yang kita ukur,’ katanya. []
Idris : Kami Sangat Berterimakasih 
Idris (72), penyandang disabilitas warga Desa Buloh, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara menjadi pusat perhatian diantara puluhan penyandang disabilitas calon penerima bantuan kaki dan tangan palsu lainnya. Pasalnya, ayah dari 9 orang anak tersebut merakit sendiri kaki palsu dari kayu dan pipa.
“Ini saya buat dari kayu kebetulan saya mentang tukang, namun setelah kecelakaan ditabrak motor saya tidak bisa lagi bekerja karena saya sudah kehilangan kaki,” katanya.
Menurut Idris, peristiwa naas yang mengharuskan kaki sebelah kanannya diamputasi terjadi pada 2001 silam, sejak saat itulah sudah tiga kaki palsu rakitan dibuat Idris.
“Sudah empat kaki palsu dengan yang saya pakai, tiga sebelumnya sudah rusak,” katanya.
Idris mengaku bersyukur dengan ada bantuan kaki palsu yang akan dia dapatkan dalam beberapa minggu ke depan. 
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan bantuan ini semoga dapat mempermudah aktivitas saya,” harapnya.
Riski Maulana Ingin Jadi Tengku
 Raut wajah Riski Maulana (11),  warga Desa Lhok Beringin, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, tampak begitu tegar kendati dia tumbuh tidak normal, karena  tidak memiliki kaki sebelah kanan layaknya anak-anak lain seusianya. 
Meski kemana-mana dia harus menggunakan tongkat namun tidak membuat siswa kelas V MIN Lhok Beringin, tersebut pesimis dengen kehidupan yang dijalaninya, dia tetap bergaul dan bermain bersama teman-teman di desanya. “Saya pengen jadi tengku (ustazd) bang. Saya ngaji di kampong sekarang” katanya didampingi ibunya Mahmudiyah.
Menurut Mahmudiyah, disabilitas yang diderita anak bungsunya dari sembilan bersaudara  adalah bawaan lahir sehingga sudah terlatih sejak bayi.
“Meskipun cacat dia itu lincah, juga ikut main bola menggunakan
 tongkat dan juga udah bisa bawa sepeda,” ujarnya haru. 
Mahmudiyah mengucapkan terimakasih kepada pemerintah melalui Dinas Sosial Aceh atas bantuan kaki dan tangan palsu. 
“Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan ini, semoga anak saya bisa lebih mudah untuk pergi sekolah, mengaji dan bermain,” harapnya.


Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Si Mungil yang Mengingatkanku

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com