Kamis, April 23, 2026

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e
Ilustrasi: Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

Oleh: Vina Lestari Handayani  

Puteri Pulo Aceh

Pulo Aceh atau biasa disebut sebagai Pulo Breuh adalah pulau tempatku tinggal. Pulo ini letaknya  bersebrangan dengan  pulau Weh yang beribukota Sabang.  Pulau Aceh juga berada di sebelah barat laut Banda Aceh. Jadi, pulau Aceh dipisahkan oleh laut denga  Pulo Nasi dan Pulo Breuh.

Penduduk di Pulo Aceh  diperkirakan mencapai 2.447 jiwa. Pulau Aceh terkenal dengan adanya mercusuar William Toren yang berada di Meulingge yaitu peninggalan sejarah jaman perang Belanda dengan Aceh. Bangunan yang didirikan oleh kolonial Belanda  pada tahun 1875. 

Tempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, masih beroperasi sampai saat ini, sehingga banyak kedatangan turis seperti orang luar negeri. Mereka datang hanya untuk mendatangi tempat  tersebut.  Ada juga turis mendatangi pasir penyu yang terletak di desa Gugop. Setiap bulan atau beberapa bulan bayi penyu mulai menetap satu persatu dan akan kami lepaskan ke habitatnya semula, agar kelestarian laut kita masih terjaga. 

Mata pencaharian utama penduduk Pulo Aceh dan yang tinggal di Pulo Breuh adalah para pelaut. Mereka pergi melaut untuk mencari ikan, gurita, udang lobster untuk dijual ke Banda Aceh. Juga ada yang hidup dari sektor pertanian dengan menanam cabai, kunyit, lengkuas dan lain-lain.  Hasil pertanian itu dipasarkan ke Banda Aceh. Kehidupan masyarakat umumnya sederhana.

Jarak Pulo Aceh dengan  Banda Aceh dari Pulo Breuh  diperkirakan mencapai 2 jam atau 2 jam setengah  dengan menggunakan boat. Perjalanan hanya untuk menjual ikan untuk orang pengumpul ikan. Selain mencari ikan, masyarakat Pulo Aceh juga mencari uang dari penghasilan kebun seperti cengkeh, pala, cabai, pinang, kunyit, lengkuas,dan lain sebagainya. 

Untuk mengirimkan produk masyarakat Pulo Aceh ke Banda Aceh  dan juga memasukkan barang dari Banda Aceh selama ini menggunakan  alat transportasi berupa boat. Juga untuk menjual bahan baku atau  sayuran harus dikirim dari Banda Aceh untuk bisa sampai ke Pulo Breuh menggunakan bot Han. Itulah satu satunya jalan bagi masyarakat Pulo Aceh untuk berpegian mencari bahan makanan.

Sementara untuk bisa belajar mengenyam pendidikan, masyarakat Pulo Aceh  bisa menikmati pendidikan sesuai dengan kondisi Pulo Aceh yang berada di sebuah pulau. Alhamdulillah di Pulo Aceh, ada 10 sekolah  yang berada di beberapa kampung yakni di desa atau Kampung Gugop, Blang Situngkoh, Paloeh, Lampuyang, Lapeng, Meulingge,dan Serapong. 

Di desa Gugop ada dua sekolah , SD dan TK. Lalu di Blang  Situngkoh ada SMA dan SMP.  Di Paloeh ada SD, Serapong TK , Lampuyang SD dan TK, Meulingge SD dan SMP, dan di Lapeng ada SD.   Sekolah itu lah yang membuat kami-kami ingin menjadi anak yang sukses di suatu saat nanti. 

Karena Pulo Aceh termasuk daerah terluar yang juga bisa disebut sebagai daerah terpencil. Masyarakatnya menggantungkan hidup mencari rezeki, di laut dan di daratan. Namun, tetap sangat sangat bersyukur apa yang Allah berikan, walaupun kadang banyak rintangan untuk mencari rezeki di laut seperti, musim hujan angin badai, nelayan  tidak bisa mencari rezeki karena angin badai yang sangat kencang, sehingga banyak pelaut yang tenggelam dan hilang di laut, karena terkena angin badai. 

Banyak pelaut kehilangan nyawa hanya ketika mencari nafkah untuk keluarganya. Kehidupan yang demikian  kami menjadi motivasi  bagi kami ke depannya supaya  anak Pulo Aceh menjadi  orang sukses dan bisa membantu orang-orang yang membutuhkan  di Pulo Aceh,khususnya.

Itulah harapan anak-anak Pulo Aceh di tengah  kondisi sekolah-sekolah di Pulo Ace yang banyak sekali kekurangan guru putera daerah. Saat ini yang menjadi guru dan mengajar anak-anak pulau Aceh adalah guru-guru dari Jawa yang bertugas di pulau Aceh. Walau sebagian juga ada yang berasal dari daerah lain

seperti,Pulo Nasi, Suemelu,Banda Aceh,Seulimum dan lainnya. 

Sebagai bagian dari masyarakat Pulo Aceh, penulis  sangat sangat berterima kasih kepada  guru-guru yang sudah bersusah payah mengajar dengan sabar dan iklas. Mereka ke Pulo Aceh telah membantu anak-anak Pulau Aceh sukses dan berprestasi dan bisa membanggakan orang tua dan orang lain . Semoga Pulo Aceh menjadi pulau yang memberi harapan bagi banyak orang ke depannya.

     Amin yarobbal’ alamin.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Vina Lestari Handayani
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist