Senin, April 20, 2026

Serangkai Puisi Delia Rawanita

Februari 2026
Oleh: Delia Rawanita

MENGENANG IBU
Delia Rawanita

Perlahan kususuri rumah ini
Begitu lama tak berpenghuni
Tampak debu menebar pengap tanpa cahaya

Ku teruskan langkah ini
Menuju ke kamar biru
Tempat kami bercanda bersama ibu, dulu

Pandangan mengitari ruang
Pikiranku dipenuhi kenangan
Wajah ibu tersangkut dimana mana
Rindu semakin sendu mengharu biru

Ibu
Kini engkau telah tiada
Tanpa sempat kita berjumpa
Yang tinggal hanya pusara
Rasa sesal memenuhi dada

Ibu
Ampuni aku anakmu
Kuhabiskan waktu demi karirku
Melupakan denyut rindumu
Membiarkan dirimu sendiri

Ibu
Kini semua tinggal kenangan
Sesal ,selalu datang kemudian
Tapi apalah dayaku kini
Semua berakhir seperti ini

Ibu
Seandainya bisa kuputar waktu
Kan kuisi seluruh ruang rindumu
Ke peluk dan kubelai kasih
Seperti ibu mengasihiku dulu

Ibu
Bersimpuh aku dalam rasa duka
Belum terbalas semua jasa
Kasih sayangmu senantiasa
Hanya mampu ku balas dalam doa doa

” allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira..”

Banda Aceh, 1.12. 2024

TEROMPAH IBU
Delia Rawanita

Bu
Maafkan bila baru hari ini aku menyampaikannya Padahal aku berjanji untuk menyimpan dalam hati saja.
Tapi aku sungguh tidak kuasa, bu.
Setiap melihat terompah aku selalu merasa bersalah

Bu, puluhan tahun yang lalu, terompah ibu yang hilang itu karena perbuatanku
Ketika suatu malam kami mengelindap di kebun ayah dan mencabut ubi
Lalu kayu bakarnya dengan terompah ibu.

Bu..
Terompah kedua bukan aku penyebabnya.
Mereka mengambilnya di beranda rumah tanpa sepengetahuanku
Lalu dengan suka cita digunakan untuk
bermain patok lele.

Maafkan aku ya, bu.
Beberapa temanku yang sudah sukses, sekarang mengirimku terompah baru dari belahan negara yang di kunjungi.
Mereka mengenang peristiwa itu dengan rindu.
Seperti aku merindukan
Ibu.

Banda Aceh, 21 Des 2023

PULANGLAH NAK, IBU RINDU
Delia Rawanita

Semakin kering air mata
Ketika rindu buatmu cuma angan belaka
Dari Bulan ke Tahun menunggu di depan beranda
Anak cucuku kalian ada dimana

Sejak ibu di tinggal sendiri
Rumah terasa begitu sepi
Suami telah menghadap ilahi , anak cucu pindah keluar negeri
Ibu tetap bertahan disini
Karena cinta kepada NKRI

Namun hari hari menjadi begitu sunyi
Tubuh mulai tua sakitpun datang silih berganti
Kabar berita yang di harap tak ada lagi
Anak anakku dengarkah kalian jeritan hati ini

Bukan harta benda yang ibu harapkan
Permata kasih sayang ibu inginkan
Bentuk perhatian dari jauh
Pengobat luka jiwa yang rapuh

Dengarlah ratapan kalbu ibu, nak.
Rindu ini terus bergelayut setiap waktu
Pulanglah nak, peluklah ibumu
Sebentar saja pelepas lara
Sebelum ajal lepas dari raga

Bna, 2 Des 2024

Tentang Penulis
Delia Rawanita
Kontributor

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist