Syarifuddin Aliza

September 2023
Oleh: Redaksi

 

SURAT DARI HULU (71)

Tak ada yang terfahami
Dari gerak semu dan laju keakuan
Seperti katamu elegan dan fantastis
Terlahir dari rahim inisiasi dan inovasi

Tak ada yang terfahami
Dari arogansi yang menaikkan bahu
Setapak lalu tak lagi bernama

Tak ada yang terfahami
Dari fluktuasi harga nyali
Siapa yang berpura-pura menjadi hero
Dari degradasi tatarasa

Banda Layung, 17 Desember 2019

 

Syarifuddin Aliza:
ABSTRAKSI PASI KARAM

Ianya negeri selingkar Teluk Meulaboh
Beralun ombak “lagee dara woe di mon”
Bayu merisik gelayut dedaunan juga deru ombak
Pasang musim purnama berkala membenam mata kaki

Ianya negeri selingkar Teluk Meulaboh
Penghuninya tegas beraura teduh berparas santun
Bergelar Teuku bersapa Ampon pengayom yang bersetia
Bergelar Said bersapa Waled penuntun yang bestari
Bergelar Teungku bersapa Abu pelurus titah agama

Ianya negeri selingkar Teluk Meulaboh
Negeri nyiur melambai berhawa tropis bertanah pasir
Orang-orang menggiring peradaban di jalur modernitas
Tak jarang malam benderang bagai siang urung redup

Ianya negeri selingkar Teluk Meulaboh
Negeri para pujangga beradab beradat dan berbudaya
“Tameh sarang-sareng Puteng jilop lam bara”
Syair terlahir setiap gerak

29 Oktober 2022

Penyair Pantai Barat Aceh

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist