HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Diplomasi Urban dan Peran Menlu RI

Redaksi by Redaksi
Desember 22, 2025
in #Menteri Prabowo, Artikel, Indonesia, Leadership, Lesson Learned, SDM indonesia
Reading Time: 4 mins read
0
Diplomasi Urban dan Peran Menlu RI
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Para pemimpin Tiongkok telah memanfaatkan kekuatan diplomatik, militer, dan ekonomi untuk menjaga keamanan negara yang rapuh ini di dunia yang penuh permusuhan.” — Sulmaan Wasif Khan(45). Haunted by Chaos(2023)

Baca Juga

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026

Diplomasi urban adalah konsep mutakhir yang menekankan peran kota sebagai aktor penting dalam hubungan internasional.

Antonios M. Karvounis dalam City Diplomacy: An Introduction(2024) menegaskan bahwa kota-kota kini memiliki perangkat diplomasi sendiri dan memainkan peran vital dalam menjawab isu global, mulai dari migrasi, kerjasama ekonomi, hingga mitigasi bencana.

Dikutip ia katakan: “Kota-kota telah menjadi aktor penting di panggung dunia, mereka telah mengembangkan aparatus diplomatik dan memainkan peran penting dalam mengamankan masa depan yang berkelanjutan di berbagai isu global utama.”

Refleksi ini menjadi relevan ketika menilai kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono, anak angkat Presiden Prabowo, yang dalam hampir lebih dari setahun menjabat tidak pernah tampil dengan pidato publik mengenai perkembangan mutakhir politik luar negeri.

Sebaliknya, ia lebih banyak menggunakan media sosial Instagram untuk memamerkan foto tanpa suara, tanpa narasi kebijakan, sehingga publik dan komunitas diplomatik internasional kehilangan arah komunikasi resmi dari kementerian luar negeri.

Dino Patti Djalal(62), PhD, London School of Economics and Political Science (LSE), Master dari Simon Fraser University (Kanada) dan menjabat sebagai Ketua Organisasi Diplomat Internasional, melalui laman X (Twitter) menyoroti empat kritik utama terhadap Menlu Sugiono.

Pertama, absennya komunikasi publik yang konsisten.

Kedua, lemahnya inisiatif diplomasi dalam menjawab isu regional.

Ketiga, gaya kepemimpinan yang lebih berorientasi pada citra personal ketimbang substansi kebijakan.

Keempat, penggunaan fasilitas mewah seperti mobil dinas Ferrari yang menimbulkan kesan tidak profesional dan jauh dari etos pelayanan publik.

Kritik ini memperlihatkan jurang antara ekspektasi masyarakat terhadap seorang Menlu dengan kenyataan kinerja yang melempem.

Jika ditilik dalam kerangka literatur mutakhir, kelemahan ini semakin jelas dengan merujuk antara lain:

Sulmaan Wasif Khan(45), profesor sejarah internasional di Tufts University, Massachusetts, AS., dalam Haunted by Chaos(2023) menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri Tiongkok dibentuk oleh ketidakpastian dan ancaman regional, yang menuntut respons diplomasi yang tangkas dan visioner.

ADVERTISEMENT

Chris Miller(41), dalam Chip War: The Fight for the World’s Most Critical Technology(2022), menegaskan bahwa perebutan teknologi semikonduktor adalah arena baru geopolitik yang menuntut keterlibatan aktif para Menlu dalam membangun strategi nasional.

Kini, menurut profesor di Tufts University dan nonresident senior fellow di American Enterprise Institute, computing power(chip) menjadi faktor penentu dalam rivalitas global.

Diplomasi internasional berkualitas harus mampu mengelola perebutan kekuasaan digital ini, bukan sekadar hubungan tradisional antarnegara

Namun, dalam konteks Indonesia, Menlu Sugiono justru gagal menampilkan kepemimpinan yang mampu mengantisipasi isu-isu strategis seperti migrasi tenaga kerja ke Cina, kerjasama ekonomi lintas kota, maupun penanggulangan bencana banjir besar yang membutuhkan diplomasi urban sebagai pendekatan baru.

Diplomasi urban menuntut seorang Menlu untuk tidak hanya berfokus pada hubungan antarnegara, tetapi juga membangun jejaring antar kota, pusat industri, dan komunitas transnasional.

Ketika Menlu absen dari panggung publik dan lebih sibuk dengan citra personal, maka diplomasi Indonesia kehilangan momentum untuk beradaptasi dengan tren global.

Kritik Dino Patti Djalal bukan sekadar serangan personal, melainkan refleksi atas kebutuhan mendesak untuk mengembalikan profesionalisme diplomasi Indonesia.

Dalam era di mana kota-kota menjadi aktor global, teknologi menjadi arena perebutan kekuasaan, dan ketidakpastian regional menuntut respons cepat, kinerja Menlu yang melempem adalah kemunduran yang nyata.

Apabila diplomasi urban dijadikan kerangka kerja, maka peran Menlu seharusnya menjadi penghubung antara birokrasi pemerintahan internal dengan jejaring kota dan negara sahabat.

Tanpa itu, Indonesia akan tertinggal dalam percaturan global.

Kritik yang muncul dari Dino dan literatur mutakhir menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia membutuhkan revitalisasi, bukan sekadar pameran foto tanpa suara di IG Menlu, melainkan kepemimpinan yang berani, komunikatif, dan visioner.

coversongs:

Hymns of Diplomacy adalah sebuah track karya Jon of the Shred alias Jonathan Reilly(40), musisi multi-instrumentalis asal Worcester, Massachusetts, Amerika Serikat.

Makna karya ini berhubungan dengan atmosfer musik eksperimental yang menyoroti ketegangan, negosiasi, dan nuansa “ritual” dalam diplomasi, seolah diplomasi itu sendiri adalah sebuah himne atau liturgi yang penuh simbol dan kekuatan tersembunyi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 360x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 225x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026
Next Post
Ketika Pohon Bicara

Pemerintah VS Rakyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com