• Latest

Revolusi Gen Z, Kekuasaan Bisa Mereka Tumbangkan

September 10, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Revolusi Gen Z, Kekuasaan Bisa Mereka Tumbangkan

Redaksiby Redaksi
September 10, 2025
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Gen Z jangan dikira hanya main games atau rebahan. Mereka memang jago bikin konten POV: “Aku vs dunia,” tapi jangan salah, ketika kesenangan mereka diusik, mereka bisa berubah jadi mesin revolusi paling kreatif yang pernah diciptakan sejarah. Jangan panggil “aku anak kecil, paman” inilah yang terjadi di Nepal. Simak narasinya, wak!

Begitulah yang terjadi di negeri pegunungan Himalaya yang biasanya kita kenal lewat poster wisata “tempatnya Sherpa dan Gunung Everest.” Semua tampak damai, sampai satu pagi pemerintah iseng-iseng menutup media sosial: Facebook, Instagram, X, Tiktok, YouTube. Pokoknya semua aplikasi yang jadi tempat Gen Z mengungkapkan kegalauan, flexing outfit, atau sekadar upload video kucing. Itu sama saja seperti mencabut Wi-Fi dari kos-kosan mahasiswa menjelang ujian, tindakan kriminal terhadap eksistensi.

Apa yang terjadi kemudian? Jalan-jalan Kathmandu meledak jadi catwalk revolusi. Anak-anak muda berbondong-bondong keluar, bukan dengan senjata, tapi dengan poster, ponsel, dan mental “kita lawan, wak!” Mereka datang seperti pasukan Avatar gabungan. Ada yang pakai outfit retro, ada yang live TikTok sambil demo, ada juga yang bikin koreografi protes. Polisi? Mereka malah kebingungan, karena bukannya menakutkan, protes ini awalnya mirip festival musik indie.

Tapi jangan salah, lama-lama tensinya naik. Gas air mata ditembakkan, peluru karet berdenting, dan bahkan peluru tajam ikut hadir. Tiba-tiba drama berubah jadi tragedi. Ada 19 nyawa melayang, ratusan terluka. Itu bukan lagi demo lucu-lucuan, itu jadi testimoni bahwa kalau negara main-main dengan generasi yang terbiasa marah via comment section, mereka bisa ngamuk langsung di jalanan.

Lalu, tuntutannya meluas. Dari “balikin Instagram gue” jadi “balikin harga diri rakyat.” Dari “gue cuma mau buka YouTube” jadi “turunkan korupsi, hapus nepotisme, tolong kasih gue masa depan.” Hingar bingar #NepoKids viral, isinya sindiran pada anak-anak pejabat yang hidup mewah, sementara pengangguran makin menumpuk. Ironi terbesar, pemerintah menutup platform yang dipakai untuk bersuara, tapi justru di situlah suara jadi lebih keras. Mereka lupa, Gen Z sudah terbiasa main game level hard mode. Ketika dinding kekuasaan ditutup, mereka malah nyari cheat code, turun ke jalan.

Di balik layar, muncul satu nama, Sudan Gurung. Bukan superhero Marvel, bukan juga idol K-pop, tapi pemimpin NGO Hami Nepal yang sukses bikin protes ini terorganisir lewat Discord dan Instagram. Ya, pemerintah nge-ban medsos, tapi para demonstran justru menjadikannya senjata utama. Mereka belajar dari sejarah, revolusi butuh ide, tapi di zaman ini revolusi juga butuh Wi-Fi. Hasilnya? Dalam hitungan hari, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli menyerah. Beliau mundur dengan alasan “demi ketenangan negara,” Padahal jelas sekali karena kalah duel sama generasi yang senjatanya cuma meme dan hastag.

Absurdnya, dunia politik Nepal mendadak seperti episode parodi. Pemerintah sempat cabut larangan medsos, kasih kompensasi pada korban, janji investigasi, tapi rakyat sudah terlanjur sadar, kalau sekali saja mereka bisa bikin perdana menteri resign, apa lagi yang tidak mungkin? Itu seperti gamer yang pertama kali menang melawan boss level terakhir, percaya diri langsung meningkat 300 persen.

Pelajaran besarnya sederhana, jangan pernah remehkan generasi yang kelihatannya cuma sibuk bikin dance challenge. Karena di balik lirik lagu remix itu, ada kemarahan filosofis, “Kami juga manusia, kami juga butuh masa depan, kami juga muak jadi korban nepotisme.” Gen Z Nepal telah menunjukkan bahwa scroll tanpa henti di layar kecil bisa berubah jadi gulungan ombak besar yang meruntuhkan istana kekuasaan. Lain kali ada pejabat yang sok-sokan nge-ban media sosial, ingatlah, kekuatan “like, share, comment” ternyata bisa lebih mematikan dari bom molotov.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Foto Ai, hanya ilustrasi saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Dari Kabupatèn Menuju Ruang Prestasi Nasional.

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com