• Latest

Noel dan Luka Demokrasi Kita

Agustus 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Noel dan Luka Demokrasi Kita

Redaksiby Redaksi
Agustus 25, 2025
Reading Time: 3 mins read
596
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Albertus M. Patty

Ada ironi besar dalam diri Immanuel Ebenezer. Sebenarnya dalam namanya ada makna yang sangat dalam. Immanuel artinya Allah beserta kita. Ebenezer, batu pertolongan. Saat kedua kata digabung berarti Allah beserta kita, Dialah batu pertolongan! Pelakon drama politik ini dipanggil: Noel.

Ironis bahwa sosok yang dulu dielu-elukan sebagai relawan merakyat, pembela buruh, dan pengusung moral anti-korupsi, kini jatuh dalam pelukan KPK. Noel ditelanjangi oleh fakta: kekuasaan bukan dipakai untuk melayani, melainkan untuk memperkaya diri.

Machiavellian


Machiavelli pernah menulis bahwa seorang penguasa harus mampu menyulap wajahnya: tampak penuh kasih, tetapi keras di dalam; tampak bermoral, tetapi siap mengkhianati moralitas saat kekuasaan terancam. Noel mempraktikkan itu dengan telanjang. Dari Jokowi Mania, beralih ke Ganjar Mania, lalu mendirikan Prabowo Mania. Jelas, Noel bukanlah pejuang garis lurus. Dia seperti pengendara Gojek yang berjalan zig-zag mencari ‘jalan tikus’ untuk menemukan jalur tercepat menuju lingkaran kuasa.

Dalam perspektif Machiavelli, Noel bukanlah pengkhianat. Ia justru murid yang patuh: memahami bahwa loyalitas sejati bukan pada rakyat, melainkan pada peluang dan pada kekuasaan itu sendiri. Ia tahu, rakyat mudah dipikat dengan retorika moral, tetapi kuasa hanya bisa diraih lewat kedekatan dengan mereka yang sedang berkuasa. Noel seorang realis tulen, tetapi yang dalam bahasa nurani disebut oportunis.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Pedagang Politik


Noel bukan hanya pemain individual. Ia adalah bagian dari orkestra besar para politisi opportunis yang memanfaatkan narasi ‘relawan’ sebagai alat hegemoni. Saya teringat pada Gramsci yang menyatakan bahwa kekuasaan tidak hanya berdiri di atas paksaan, tetapi juga pada kemampuan membangun persetujuan rakyat melalui bahasa dan simbol.

Relawan adalah simbol itu: suara rakyat jelata, suara keadilan, suara perubahan. Noel memainkannya dengan mahir. Dia membentuk JoMan, Ganjar Mania, hingga Prabowo Mania. Setiap kali nama “mania” itu digelorakan, rakyat merasa sedang berbicara.

Elite penguasa pun dikelabui karena merasa telah berhasil menggenggam suara ‘akar rumput’. Padahal, suara itu hanyalah gema dari ruang kosong. Relawan bukan lagi gerakan moral, melainkan kendaraan dagang politik. Noel tahu itu, dan ia menjualnya dengan cerdas.

Narasi yang seolah pro-rakyat itu akhirnya runtuh di hadapan barang bukti mobil-mobil mewah dan motor Ducati. Di sinilah wajah asli hegemoni terkuak: yang disebut “suara rakyat” ternyata hanyalah topeng bagi transaksi elite.

Demokrasi yang Luka


Fenomena Noel bukan sekadar kisah seorang individu yang terjerat korupsi. Ia adalah cermin buram demokrasi kita. Presiden gagal memilih pembantu yang bermoral. Partai gagal melahirkan kader berintegritas, relawan berubah jadi broker kekuasaan, dan pejabat publik menjadikan jabatan sebagai pasar gelap rente. Parah sudah luka demokrasi kita!

Saya bayangkan, Machiavelli akan tersenyum dan berkata: begitulah hukum besi politik, tujuan selalu menghalalkan cara! Saat yang sama, Gramsci mungkin menghela napas: hegemoni berhasil membius rakyat, hingga mereka bertepuk tangan ketika kekuasaan sedang mencuri.

Bagi kita, yang tersisa adalah luka yang makin busuk dan bernanah, serta sebuah tanya: sampai kapan kita membiarkan suara rakyat dijadikan topeng, dan kekuasaan dijadikan alat memperkaya diri?

Bandung,
22 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com