• Latest
Puisi-Puisi Karya Halimah Munawir

Puisi-Puisi Karya Halimah Munawir

Juni 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Karya Halimah Munawir

Redaksiby Redaksi
Juni 11, 2025
Reading Time: 3 mins read
Puisi-Puisi Karya Halimah Munawir
601
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Raja ampat
By. Halimah Munawir

Raja Ampat,
Bukan sekedar legenda
4 manusia terlahir dari telur.
Dan di pelihara seorang ibu.

Ia Surga terakhir di bumi,
aneka ragam hayati, nilai ekologi,budaya kau porak poranda , bangsat!

Penciptaan alam semesta
Sebagai pelajaran
kepada manusia tentang kebesaran Allah SWT
Bukan untuk rusak!

Atas keserakahan kau, kau, kau,
kini Segitiga Terumbu Karang,
Terkoyak, menangis, menjerit.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Dan kau, kau, kau, tertawa terbahak. Hahaha

Duren Sawit, 2025

KELAMBU
KESUCIAN

By. Halimah Munawir

Kau dalam kelambu kesucian, Pajajaran.
Tradisi seakan sabda
Beradap walau tak ada peradaban

Mereka damai dalam adat
Tak kenal habis gelap terbitlah terang
Hidup adalah mengolah alam
Mati untuk alam

Berpuluh tahun minum air yang memancur atas tanah,
Berpuluh tahun berjalan tanpa alas,
Tak terdengar cacing pita bergumpal dalam perut mereka.

Kaki kaki ramping itu,
Kokoh berjalan puluhan kilo.
Mereka bukan kuli panggul,
Namun punggung menjadi tulang punggung berkilo kayu bakar dan padi untuk hidup.

Malam terang hanya jika datang Nawang Wulan.
Musik alam menina bobokan
Hingga fajar menyapa dan kembali bersama alam.

Akankah kelambu kesucian,
Kau tumpas?

Duren Sawit, 2025

TUMPANG PITU
By. Halimah Munawir.

Tumpang Pitu, saksi bisu.
Atas kasihnya Yang Maha,
Bagimu Sumberagung,
Banyuwangi.

Bentang alam,
Benteng alami tsunami dan angin badai.
Berkah dariNya,
Pemilik langit dan bumi.

ADVERTISEMENT

Emas tersimpan,
Tercium tikus berdasi,
Yang rakus kekuasaan,
Dan pundi pundi.

Tumpang Pitu,
Hutan lindung menjadi hutan produksi.
Protes rakyat,
Sebagai angin lalu.

Tumpang Pitu,
Menjadi pilu.
Ketuk palu
Pembangkang di penjara.

Duren Sawit, 2025

Halimah Munawir Lahir di Cirebon, 18 – 01 – 1964. Penulis, Wirausaha, Penggiat seni budaya , Owner Rumah Budaya HMA , Pemimpin Umum YPI Alhidayah Pondok Melati, Wakil Ketua Umum Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia DKJ, Anggota Kadin, Kowapi , MMS, MSI. dan pemimpin umum Obor Sastra Indonesia. Mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Instituto Educando Para A Paz. Karyanya antara lain: • Fotobiografi : MbokBerek (2006) dan Suskses Story Nila Sari (1988). • Novel : The Sinden (2011-Gramedia), Sucinya Cinta Sungai Gangga (2013- Gramedia), Sahabat Langit (2014-Gramedia), Kidung Volendam (2017-Gramedia)., PADMI (Balai Pustaka-2023), Pada Padang Lavender (Balai Pustaka-2024), Bayi Merapi (Teresya – 2025) • Antologi Puisi: Sehimpun Puisi Bilingual “Titik Nadir” (Teresya – 2025), Sehimpun Puisi Bilingual “Bayang Firdaus” (2021 – diomedia) , AKAR (2020 – Y.AKSI) • Menulis bersama untuk : Buku Masalah Masalah Pembangunan dan Agama Dalam Kekerasan bersama Kelompok Studi Proklamasi. Antologi Puisi ber

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Ketika Demokrasi Tak Lagi Mendidik

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com