HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dosen Itu Tewas di Tengah Gurun Menuju Rumah Tuhan

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Juni 3, 2025
in Artikel, Dosen, Kisah, Kisah Hidup, Kisah Nyata
Reading Time: 3 mins read
0
Dosen Itu Tewas di Tengah Gurun Menuju Rumah Tuhan
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tak ada yang lebih menyedihkan dari melihat seorang manusia wafat dalam perjalanan menuju Tuhan. Bukan karena ia durhaka, tetapi karena terlalu rindu.

Baca Juga

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Ketika Agama Menjadi Optik: Refleksi Ramadhan 1447 dari Serambi Mekkah

Maret 15, 2026

Namanya SM. Seorang dosen dari sebuah universitas Islam di Madura. Ia bukan siapa-siapa di mata dunia, tapi di matanya sendiri, ia seorang tamu Tuhan yang sedang mencari jalan pulang. Ia tahu bahwa haji adalah kewajiban sekali seumur hidup. Ia tahu bahwa Makkah adalah titik pertemuan manusia dengan langit. Ia tahu bahwa barangkali, di antara semua doa yang terucap sejak kecil, satu yang belum tercapai adalah menyentuh Kakbah dengan tangan sendiri, dan mengadu langsung kepada Sang Pemilik Semesta. Namun, hidup tak selalu memberi tiket resmi untuk kerinduan.

SM hanya punya visa ziarah multiple. Sebuah dokumen yang dalam logika dunia hanyalah tiket tamasya, bukan undangan haji. Tapi apakah Tuhan peduli soal visa? Apakah keikhlasan seseorang bisa ditolak hanya karena ia tidak memegang barcode? Barangkali tidak. Tapi dunia, dan aturan dunia, sudah lama tidak meniru cara Tuhan mencintai manusia.

Bersama beberapa WNI lain, SM menumpang taksi ilegal, menyusuri padang tandus yang diguyur matahari seperti api. Sopir taksi panik di tengah jalan. Drone militer Arab Saudi berkeliaran di langit. Pengawasan supercanggih itu tak hanya melacak teroris, tapi juga mereka yang ingin mencium Hajar Aswad tanpa izin tertulis. Takut ditangkap, sang sopir menurunkan mereka di tengah gurun Jumum. Tidak ada teduh. Tidak ada tempat berteduh. Hanya pasir dan langit yang saling membakar.

Di sinilah takdir menemukan SM. Dehidrasi, tubuhnya mulai melemah. Ia bukan lagi seorang dosen. Bukan lagi warga Madura. Ia bukan turis, bukan jamaah resmi. Ia hanya manusia biasa yang mencoba memeluk Tuhan dari arah yang berbeda menurut dunia. Ia tergeletak, lalu tak bangun lagi. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa oleh patroli drone, teknologi tercanggih untuk melacak mereka yang ingin beribadah tanpa kartu izin.

Kemenag Pamekasan bungkam. Kepala kantornya mengatakan bahwa seluruh jajaran dilarang bicara soal jamaah haji ilegal. Seolah-olah kisah ini harus dibungkam, agar dunia tak tahu bahwa ada orang yang mati karena terlalu ingin menyembah.

Tapi Kepala Desa Blumbungan membenarkan. SM memang warganya. Kabar kematiannya sudah tiba lebih dulu dari jenazahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan. Tahun ini, lebih dari 269.000 orang dicegat karena mencoba masuk Makkah tanpa izin. Lebih dari 23.000 penduduk Saudi sendiri dikenai sanksi. Sebanyak 400 perusahaan haji dicabut izinnya. Negara itu kini bukan sekadar penjaga dua tanah suci, tapi juga pengelola sistem keamanan spiritual yang lebih ketat dari bandara internasional.

Haji, ibadah yang harusnya menjadi ziarah cinta, kini berubah menjadi operasi militer. Siapa yang sah dan siapa yang tidak sah, ditentukan oleh sensor dan administrasi. Padahal tak ada satu pun ayat yang mengatakan bahwa Tuhan hanya menerima tamu dengan visa resmi.

SM tewas di gurun. Tapi barangkali, di langit, Tuhan menyambutnya dengan peluk hangat, lebih hangat dari pasir yang membakarnya. Karena hanya Tuhan yang tahu, siapa yang datang dengan cinta, dan siapa yang hanya datang karena bisa.

Kini, SM tak perlu barcode lagi. Ia telah tiba di hadapan-Nya. Tanpa izin, tanpa drone, tanpa loket. Hanya dengan air mata dan niat yang tak pernah tercatat dalam sistem manusia.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 156x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 127x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi
#Cerpen

Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi

Maret 16, 2026
#Ekonomi

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026
Next Post
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com