POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jatuh Tak Terkubur

RedaksiOleh Redaksi
July 7, 2025
Langkah yang Tertinggal
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Siska Akmal, S.Pd 

Guru MTs Fathin Al-aziziyah, Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya

Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa runtuh. Bukan karena kita tidak berjuang, tapi karena keadaan berjalan di luar kuasa. Saat itu, diam menjadi pelarian, dan senyum hanyalah tameng dari perasaan yang rapuh

Saya Siska Akmal. Seorang perempuan berusia 22 tahun dari Meureudu, lahir dari keluarga sederhana dan pernah kehilangan arah karena luka perpisahan. Saat orang tua saya berpisah, saat itu saya baru saja lulus SMA. Hari yang seharusnya menjadi awal dari impian saya justru menjadi permulaan dari kehilangan demi kehilangan.

Saya pernah memiliki mimpi sederhana mondok di pesantren setelah tamat SMA. Itu adalah cita-cita saya sejak SMP. Bahkan kedua orang tua saya pun sudah menyetujuinya. Namun takdir berkata lain, rumah tangga hancur, dan bersamanya runtuh pula mimpi-mimpi yang telah saya rajut dengan harapan.

Tidak ada yang lebih menyakitkan dari melihat keluargamu dicaci, ayahmu dihina, dan kamu pun ikut dipandang sebelah mata hanya karena berasal dari keluarga yang “tidak utuh” lagi. Kami bukan hanya kehilangan keluarga, tapi juga kehilangan harga diri di mata banyak orang.

Namun saya belajar satu hal ”diam tidak selalu berarti kalah”,  dan menang tidak selalu harus tampak di mata dunia. Saya tidak menyalahkan siapa pun, tidak juga menyalahkan takdir. Karena saya yakin, setiap hal yang Allah tetapkan pasti mengandung pelajaran.

Hidup terus berjalan. Saya bekerja menemani kakek menjual sayur. Setiap hari saya lalui dengan kesabaran dan air mata. Namun dari situlah saya belajar menjadi kuat. Lalu, datang satu tawaran yang mengubah segalanya, seorang teman mengajak saya mendaftar kuliah lewat beasiswa KIP. Awalnya saya ragu. Tapi akhirnya saya mencoba tanpa sepengetahuan siapa pun. Dan saya dinyatakan lulus. Ketika tim KIP hendak datang ke rumah, barulah saya memberitahukan hal itu kepada kedua orang tua. Saya tidak tahu pasti bagaimana perasaan mereka. Tapi saya yakin, jauh dalam hati mereka, ada haru dan bangga yang tidak bisa diucapkan.

Saya kuliah dengan segala keterbatasan. Sering kali terlambat karena hanya memiliki satu motor yang digunakan bersama. Tapi saya terus berjalan. Dan meski saya tidak lulus dengan gelar cumlaude, saya lulus dengan harga diri dan semangat yang jauh lebih berarti.

📚 Artikel Terkait

Kota Kecil yang Kurindukan

Abi Daud Hasbi, Putera Asli Meurah Mulia ( Mürid Abu Tumin, Blang Blahdeh)

KAUM TAK BERIMAN

Sebuah Puisi Esai tentang Bencana Sumatra dan Luka Ekologis(12)

Kini saya mengajar di Mts Fathin Al-Aziziyah. Di hadapan saya, berdiri anak-anak pesantren yang sopan dan penuh semangat menatap masa depan. Dahulu saya ingin menjadi seperti mereka. Namun kini, Allah menempatkan saya di hadapan mereka bukan sebagai teman sebaya, tetapi sebagai pendidik mereka. Allah memang tidak selalu memberi apa yang kita minta, namun Dia memberi apa yang benar-benar kita butuhkan.

Karena Perubahan Adalah Jalan Menuju Keajaiban

Perubahan datang tanpa suara, kadang kita tidak siap, kadang kita merasa kehilangan. Namun setiap perubahan membawa makna. Allah tidak pernah salah menempatkan kita. Bahkan saat kita merasa hidup tidak berpihak, bisa jadi justru di situlah rahmat terbesar sedang tumbuh.

Saya pernah merasa tidak berguna. Pernah merasa kalah. Namun saya belajar bahwa air mata bukanlah tanda kelemahan. Ia adalah bukti bahwa saya manusia. Bahwa saya masih memiliki hati. Dan hati itu, perlahan-lahan, Allah kuatkan.

Jika hari ini kamu merasa sendiri, merasa mimpimu gagal, ingatlah satu hal *mungkin kamu hanya sedang dibelokkan, bukan dihentikan*. Mungkin kamu sedang diajari cara baru untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Jangan pernah remehkan rencana Allah. Saya adalah buktinya. Dari reruntuhan luka, saya bangkit. Dari caci maki, saya belajar diam dan berjuang. Dari kehilangan, saya belajar mencintai apa yang tersisa.

Kamu juga bisa.

Bangkitlah pelan-pelan tidak apa, tapi teruslah maju

Karena Allah tak pernah tidur

Dan Dia tahu, seberapa kuat kamu sudah bertahan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 339x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
11 Jan 2026 • 231x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 215x dibaca (7 hari)
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
11 Jan 2026 • 177x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025
#Sumatera Utara

Sengketa Terpelihara

Oleh Tabrani YunisJune 5, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
119
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
89
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
94
Postingan Selanjutnya
Meningkatkan Literasi Masyarakat melalui Ekoprint dan Batik Tulis

Meningkatkan Literasi Masyarakat melalui Ekoprint dan Batik Tulis

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00