POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Hari Bumi Disambut dengan Lautan Sampah Plastik

RedaksiOleh Redaksi
April 23, 2025
Ketika Hari Bumi Disambut dengan Lautan Sampah Plastik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Ririe Aiko

Tanggal 22 April setiap tahun diperingati sebagai Hari Bumi. Peringatan ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, termasuk laut dan daratan yang kini menghadapi tekanan akibat aktivitas manusia. Di Indonesia, momentum ini bersinggungan langsung dengan persoalan serius: tingginya volume sampah plastik yang mencemari lingkungan, terutama lautan.

Menurut studi terbaru yang dipublikasikan oleh University of Leeds pada Februari 2025, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil polusi plastik terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Tiongkok. Setidaknya 3,4 juta metrik ton sampah plastik dihasilkan Indonesia setiap tahunnya. Sebagian besar tidak terkelola secara optimal dan berakhir mencemari ekosistem laut.

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang lebih dari 95.000 km. Kondisi geografis ini membuat laut memiliki peranan strategis dalam sektor ekonomi, pangan, dan budaya. Namun, laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa Indonesia membuang sekitar 620 ribu ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Sampah tersebut berasal dari limbah rumah tangga, industri, hingga aktivitas pariwisata.

Sampah plastik di laut menimbulkan berbagai dampak ekologis. Penyu laut, burung laut, dan berbagai spesies ikan dilaporkan sering terjerat atau menelan plastik yang mengambang di permukaan air. Dalam jangka panjang, plastik tersebut terurai menjadi mikroplastik dan masuk ke dalam rantai makanan. Temuan mikroplastik dalam tubuh hewan laut telah dilaporkan oleh berbagai penelitian, termasuk oleh LIPI dan lembaga internasional seperti WWF.

📚 Artikel Terkait

Puisi Savitri Jumiati

Durian Raja Pendekar dari Lamuri

Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Fenomena mikroplastik tidak hanya berdampak pada satwa laut, tetapi juga telah memasuki sistem pangan manusia. Penelitian oleh Environmental International tahun 2022 mendeteksi mikroplastik dalam 80% sampel darah manusia yang diuji, termasuk dari Indonesia. Selain itu, mikroplastik telah ditemukan dalam air minum kemasan, garam dapur, dan udara.

Penyebab utama pencemaran plastik di Indonesia mencakup rendahnya tingkat pengelolaan sampah. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa hanya sekitar 39% dari total sampah di Indonesia yang dikelola dengan baik. Sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir terbuka, sungai, atau laut. Selain itu, masih terbatasnya kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik dan lemahnya regulasi terhadap industri turut memperparah kondisi ini.

Berbagai inisiatif telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah Indonesia melalui Perpres No. 83 Tahun 2018 menetapkan target pengurangan sampah laut sebesar 70% pada 2025. Beberapa kota seperti Surabaya dan Bali telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Di sisi lain, komunitas lokal dan sektor swasta mulai memanfaatkan model ekonomi sirkular, seperti daur ulang plastik dan inovasi bioplastik dari bahan alami.

Peringatan Hari Bumi 2025 berlangsung dalam konteks yang kompleks bagi Indonesia. Di satu sisi, terdapat kesadaran yang mulai tumbuh untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. Di sisi lain, volume sampah plastik masih terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi dan populasi. Kondisi ini memperlihatkan tantangan yang masih perlu diatasi melalui pendekatan multidisipliner dan kerja sama antar sektor.

Dalam lanskap global, penanganan sampah plastik bukan hanya tanggung jawab satu negara. Namun, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dan produsen plastik terbesar ketiga dunia menempatkannya dalam sorotan internasional. Informasi dan data yang tersedia menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang lebih baik akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan ekosistem secara keseluruhan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Saksi Bisu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00