POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menikmati Film Jumbo Serasa Mengunyah Ayam Goreng

RedaksiOleh Redaksi
April 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Amelia Fitriani


Jika ingin menjadi pencerita yang baik, maka harus bisa menjadi pendengar yang baik. Pesan itu aku tangkap secara mendalam setelah nonton film animasi terbaru buatan anak negeri berjudul “Jumbo” di sebuah bioskop di Kota Bogor pada Jumat sore yang diguyur hujan,12 April 2025.

Aku membawa serta dua anak laki-lakiku, yang berusia 9 dan 6 tahun, serta satu keponakan laki-lakiku yang berusia 6 tahun dan juga eyangnya anak-anak yang berusia 69 tahun. Hal yang menyenangkan adalah, film ini bisa dinikmati dan dicerna oleh segala usia. Apalagi, saat pesan tiket rupanya hampir 90 persen kursi bioskop di film “Jumbo” itu terisi penuh. Jadilah kami tidak dapat best seats. Tapi tidak juga mengurangi kenikmatan menonton film itu.

Hal yang membuat aku tertarik nonton film “Jumbo”, selain karena sedang viral di media sosial, utamanya adalah karena ini adalah film animasi karya dalam negeri, aku senang dan ikut bangga akan hal ini. Dan karena aku suka nonton stand up comedy, aku tahu bahwa “kepala” di balik film ini adalah comedian ternama Ryan Adriandhy. Ini semakin membuatku penasaran: isi kepala komedian yang juga animator di cerita anak-anak akan seperti apa bentuknya.

Film ini menceritakan soal seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Don yang sering diejek “Jumbo” karena memiliki badan yang besar dan dianggap lambat saat bermain ketangkasan, seperti kasti dan bola. Dia kemudian ingin dianggap oleh teman-temannya, sehingga berupaya menampilkan pentas yang keren di festival. Pentas itu sendiri dibuat dari kisah buku dongeng peninggalan kedua orangtua Don yang penuh imajinasi.

Kupikir film ini hanya soal upaya Don dan temah-teman circle kecilnya untuk tampil keren di pentas, ternyata tidak. Muncul tokoh hantu bernama Meri yang membawa masalah lain serta terkait dengan kepala desa di tempat mereka tinggal. Rangkaian masalah itu pun kemudian berupaya diselesaikan doleh Don dan teman-temannya hingga di akhir cerita, semua masalah itu terlihat keterhubungannya.

Menariknya, meski memasukkan karakter hantu dan juga rangkaian masalah tadi, Don dan teman-temannya tetap tidak lepas dari karakter mereka sebagai anak-anak yang polos, lugu, spontan dan kadang ceroboh. Hal inilah yang membuat film ini lucu. Seperti saat Don berhasil merebut radio milik kepala desa, Don sadar bahwa dia tidak tau cara menggunakannya, kepolosan dialognya membuat aku, anak-anakku, keponakanku dan eyangnya anak-anak tiba-tiba tertawa, padahal adegan di film sebelumnya sedang serius.

Hal yang juga menarik adalah ketika dimasukkan sedikit unsur horor, seperti saat misi Don cs merebut radio, mereka membuat jebakkan berupa bayangan serupa hantu. Menurutku, adegan ini dibuat dengan porsi yang sangat pas untuk anak-anak. Karena aku memperhatikan reaksi anak-anak dan keponakanku, mereka kaget dan sempat ikut tegang saat adegan ini.

Dari semua karakter di film ini, aku paling tertarik dengan karakter Atta. Karena aku sering menemukan karakter seperti Atta di kehidupan. Dia seorang yang di awal cerita digambarkan sering merundung dan mengusili Don. Tapi seiring cerita berkembang, aku sebagai penonton diajak untuk melihat sisi lain, bahwa Atta sebenarnya adalah anak yang baik namun kesepian dan memiliki luka serta berada di situasi kehidupan yang kurang kondusif. Aku salut banget, karena film ini tidak hitam-putih, tapi memberikan ruang bagi setiap karakter untuk dimengerti sebagai seorang anak, sebagai seorang manusia.

📚 Artikel Terkait

Melawan Lupa: Ketika Kekuasaan Ditarik ke Tiang Gantung- Detik-Detik Vonis Mati Saddam Hussein

MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA SISWA

Ketika Sastra Alpa dari Bangku Sekolah

Marahmu, Bulan

Pun pada karakter Don, tidak diglorifikasi sebagai tokoh utama yang “wah”. Tapi ada sisi lain Don yang kurang baik sebagai seorang anak. Seperti digambarkan pada adegan saat Don tampak ambisius pada pentasnya hingga melalaikan janjinya pada Meri.

Film ini berkesan banget buat aku karena “Jumbo “berhasil membalut isu-isu serius seperti relasi orang tua-anak, tekanan di sekolah, upaya berteman serta ambisi dan rasa takut gagal dengan cara yang ringan, hangat, dan tetap menghibur. Anak-anak dan keponakanku ikut tertawa di beberapa bagian yang lucu dan termenung di adegan-adegan yang menyentuh.

Pesan kuat dari film ini aku tangkap dengan kuat di akhir cerita, terutama mengenai bagaimana keinginan untuk didengar dan kemampuan mendengar adalah sesuatu yang universal, dirasakan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa.

Setelah film berakhir, aku bertanya pada anak-anakku, ponakanku dan eyangnya anak-anak soal apa yang menurut mereka menarik dari film itu.

Jawaban anakku yang 9 tahun: Filmnya bagus, karena ada orang mati yang bisa keliatan dan bantuin cari orangtuanya.

Jawaban anakku yang 6 tahun: Ada kambingnya lucu.

Jawaban ponakanku: Keretanya bisa terbang.

Jawaban eyangnya anak-anak: Pelajarannya, jadi orang itu harus mendengarkan temennya dan jangan maunya sendiri.

Untuk aku sendiri, film ini seperti ayam goreng yang hangat. Bisa dinikmati dengan asyik dan dikunyah dengan renyah oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. Rasa yang dihadirkan universal, sehingga bisa dinikmati lintas generasi. Pesan yang dibawa sederhana tapi mendalam. ***

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Negara Defisit, Rakyat Dijepit

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00