Menumbuhkan Motivasi Pada Siswa

Motivasi dalam Pembelajaran
Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan.
Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
Dengan “motif” dimaksud segala daya yang mendorong seorang anak tidak berbuat seperti seharusnya, maka harus diselidiki apa sebabnya.
Sebab-sebab ini sering bermacam-macam, mungkin ia tak sanggup, sakit, lapar, benci kepada pekerjaan atau kepada guru, tak pandai belajar, sibuk dengan pekerjaan lain, dan sebagainya.
Dengan motivasi dimaksud usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga anak itu mau dan ingin melakukannya.
Bila ia tidak suka, ia akan berusaha untuk mengelakkannya. Anak-anak akan giat mengangkat batu untuk mendirikan benteng dalam permainan, tetapi tidak mau melakukannya jika pekerjaan itu tidak menarik.
Anak yang mempunyai inteligensi tinggi mungkin gagal dalam pelajaran karena kekurangan motivasi.
Hasil yang baik tercapai dengan motivasi yang kuat. Anak yang gagal tidak serta-merta dapat dipersalahkan, mungkin gurulah yang belum berhasil memberi motivasi.
Memberi motivasi bukan pekerjaan yang mudah.
Motivasi yang berhasil bagi seorang anak atau suatu kelompok mungkin tidak berhasil bagi anak atau kelompok lain.
Suatu Teori Tentang Motivasi
Menurut seorang ahli ilmu jiwa, motivasi memiliki hierarki atau tingkatan dari bawah sampai ke atas.
Pertama, kebutuhan fisiologis seperti lapar, haus, dan istirahat. Kedua, kebutuhan keamanan, yaitu rasa terlindung dan bebas dari takut.
Ketiga, kebutuhan cinta dan kasih sayang, yaitu rasa diterima dalam kelompok seperti keluarga dan sekolah.
Keempat, kebutuhan penghargaan diri. Kelima, kebutuhan aktualisasi diri, yaitu mengembangkan potensi diri.
Motivasi tingkat atas hanya dapat dicapai jika tingkat di bawahnya terpenuhi.
Anak yang lapar, tidak aman, atau tidak dihargai tidak akan belajar dengan baik.
Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik timbul dari dalam diri individu tanpa paksaan dari orang lain.
Contohnya, anak belajar karena ingin berilmu dan menjadi orang berguna.
Cara membangkitkannya:
- Menciptakan suasana menyenangkan
- Menggairahkan siswa
- Mengarahkan perilaku
- Memberi pujian verbal
- Menggunakan simulasi dan permainan
- Menggunakan contoh yang dikenal
- Memahami lingkungan sosial siswa
- Memahami hubungan guru dan siswa
- Memberi penghargaan
Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik berasal dari luar individu, seperti perintah atau hadiah.
Contohnya, anak belajar karena disuruh orang tua.
Beberapa bentuknya:
- Memberi angka atau nilai
- Hadiah
- Persaingan
- Hasrat belajar
- Keterlibatan diri (ego)
- Ulangan
- Mengetahui hasil
- Kerja sama
- Tugas menantang
- Pujian
- Teguran
- Sarkasme (tidak dianjurkan)
- Hukuman
- Tingkat aspirasi
- Minat
- Suasana menyenangkan
- Tujuan yang jelas
Petunjuk Singkat
- Tujuan harus jelas
- Guru harus antusias
- Ciptakan suasana menyenangkan
- Libatkan siswa aktif
- Hubungkan dengan kebutuhan siswa
- Pujian lebih baik dari hukuman
- Sesuaikan tugas dengan kemampuan
- Hasil baik meningkatkan semangat
- Hasil buruk berulang melemahkan
- Hargai pekerjaan siswa
- Kritik dengan bijak
Manfaat Motivasi
Motivasi adalah kekuatan di balik setiap tindakan manusia.
Pelajar belajar, atlet berlatih, dan pekerja bekerja karena adanya motivasi.
Motivasi menentukan intensitas usaha belajar.
Fungsi Motivasi
- Mendorong tindakan
- Menentukan arah tujuan
- Menyeleksi tindakan
Hubungan Guru dan Motivasi
Guru memiliki peran besar dalam membentuk motivasi belajar siswa.
Lingkungan belajar yang baik dan interaksi positif dapat meningkatkan motivasi.
Pengaruh Motivasi
- Mendorong perilaku positif
- Merangsang belajar mandiri
- Membantu mengenali diri
- Meningkatkan kepercayaan diri
Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd.I
Guru MAN 6 Aceh Utara
Riwayat Penulis :
Sri Wahyuni, S.Pd.I adalah guru MAN 6 Aceh Utara. Seorang guru profesional kepenulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).












