POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Manusia Yang Berbudaya

Nurkhalis MuchtarOleh Nurkhalis Muchtar
February 8, 2025
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dr.  Nurkhalis Muchtar,Lc, M.A

Kebudayaan adalah sebuah proses cipta karya manusia yang berawal dari cara merasa dan cara berpikir, di mana intinya demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam hidup di dunia. Jadi kebudayaan disimpulkan dengan cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial.

Kebudayaan atau dikenal dengan culture merupakan kebiasaan yang dibiasakan terus-menerus oleh manusia, yang bisa saja memiliki dimensi baik dan buruk.

Islam sebagai agama yang universal tentu mencakup norma-norma dan asas yang lengkap dalam kehidupan manusia. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari persoalan sederhana hingga persoalan yang dianggap besar dan rumit. Tidak ada persoalan yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan di dunia ini, melainkan Islam telah memberikan aspek kepastian hukum antara kebolehan dan ketidakbolehan. Islam memandang kebudayaan adalah satu aspek dalam agama Islam. 

Kebudayaan menurut Islam adalah hasil karya manusia yang berawal dari sudut pandang manusia yang tidak bisa terlepas dari nilai-nilai islami. Berbeda dengan paradigma sekuler, yang berusaha melepaskan diri dari ikatan agama. Dalam Islam kebudayaan mengandung tiga aspek utama; Allah Swt, manusia dan alam. Dengan bahasa lainnya, makhluk yang berbudaya ialah ketika mampu mewujudkan tiga hubungan utama yaitu hubungan vertikal (hablumminallah), dan horisontal (hablumminannas).

Semakin tajam aspek tersebut diasah, maka manusia semakin berbudaya dan beradab. Jadi kebudayaan dalam pandangan Islam adalah kebudayaan yang berasal dari iman yang mendalam yang berorientasi kepada aspek rububiyah (ketuhanan), karena tidak ada aspek yang tumbuh di dunia ini melainkan ada agama dan ada arahan Pencipta semesta yaitu Allah Swt.

Dengan demikian, kebudayaan dalam Islam bertujuan mewujudkan kenyamaan, kedamaian, ketentraman, dan rahmat bagi semesta alam. Kebudayaan itu akan tumbuh dengan baik, ketika manusia memahami bahwa dia adalah ciptaan Allah swt yang ditunjuk sebagai khalifah di atas muka bumi ini, ditugaskan untuk memakmurkan bumi dan tidak membuat kerusakan dan kekacauan.

Manusia juga tercipta untuk menjadi hamba Allah Swt yang menjadi da’i(penyeru) kepada kebaikan dan penyebar budaya Islami. 

Kebudayaan beriring waktu terus berkembang, dari yang dulunya primitif, kolot dan kaku, kini berubah menjadi maju dan modern. Kemajuan dan kemodrenan tidak menyebabkan kita menepikan unsur-unsur keislaman dalam kehidupan. Bahkan kemodrenan yang ada hendaknya dimanfaatkan secara benar seperti keinginan Rabb. Kebudayaanpun demikian, ianya tunduk dan patuh pada titah Allah swt Azza wa Jalla.

📚 Artikel Terkait

Memaknai Hari Raya Kurban di Era Artificial Intelligence

Warung Kopi, Masjid, dan Gotong Royong: Jalan Aceh Menuju Kesehatan Umat

Let’s Bring Out the Writer Within Us

QIYAMUL LAIL

Kebudayaan yang ingin diwujudkan tentunya yang akarnya menghujam ke dalam bumi dan cabangnya menjulang ke langit. Di dunia bahagia dan di akhirat memperoleh ridha dan kasih sayang Allah Swt. Kebudayaan yang tidak boleh melepaskan diri dari Islam tentunya dengan memberi porsi yang benar antara aspek duniawi dan ukhrawi, rohani dan jasmani, sehingga tidak didapati ketimpangan dan kesenjangan. 

Salah satu aspek budaya yang sedang digalakkan di Banda Aceh adalah wisata Islami atau wisata religi. Sebuah wisata yang tidak meninggalkan unsur ketuhanan sama sekali. Islam agama yang dianut, tidak menghalangi seni dan wisata selama wisata tersebut tidak kehilangan nilai etika dan estetika.

Setiap hal yang ditampilkan dalam wisata tentunya mengingatkan kita kepada keagungan dan ke maha besaran Allah Swt pencipta yang penuh dengan kemuliaan. 

Hal ini jelas bahwa Islam menghargai keindahan, profesionalisme, dan nilai estetika. Bahkan dalam banyak ayat Allah Swt memerintahkan para hambanya untuk berjalan di seluruh penjuru dunia, untuk melihat dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dan kejadian.Dengan mengambil ibrah dan pelajaran demi terwujudnya manusia yang beretika dan berbudaya yang mesti diterapkan dalam kehidupan. 

Berwisata dan berjalan-jalan menikmati keindahanalam merupakan kegiatan yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Setiap orang akan membutuhkan kegiatan berwisata yang dilakukan di dalam daerah maupun di luar daerah yang mungkin jauh dari dari tempat tinggalnya. 

Wisatawan dalam melakukan perjalanan, tentunya memiliki berbagai tujuan antara lain untukrefresing, tujuan bisnis, professional dan tujuan lainnya.Wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata tentunya ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari sisi kenyamana, keindahan alam dan lainnya, karena perjalanan wisata harus berimbang dengan perjalanan jauh yang dilakukannya. 

Manfaat perjalanan yang dicari oleh setiap orang tentu beragam; mulai dari kualitas yang merupakan kata kunci dalam industri pariwisata. Sedangkan pelayanan dan dayatarik adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memenuhi keinginan para wisatawan.

Pada hakikatnya wisata adalah perjalanan untuk menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah Swt.Implementasi dalam wisata kaitannya dengan proses dakwah dengan menanamkan kepercayaan akan adanya tanda-tanda kebesaran Allah Swt sebagai bukti ditujukan berupa ayat-ayat dalam Al Qur’an. Dalam hal ini wisatareligi dilakukan dengan mengambil ibrah atau pelajaran dan ciptaan Allah Swt atau sejarah peradaban manusia untuk membuka hati sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa hidup di dunia ini tidak kekal.

Interpretasi bahwa Islam mendorong pariwisata adalah dengan ditetapkannya tuntutan pemenuhan rukun Haji yakni kewajiban melakukan perjalanan spiritual ke tanah suci Mekkah bagi kaum muslim yang telah memenuhi syarat dan memenuhi ketentuan Al Qur’an. Pariwisata yang menjadi rekomendasi oleh Islam adalah pariwisata yang berhubungan dengan spritualitas, perkunjungan ke tempat-tempat bersejarah Islam, berziarah, serta pemandangan alam, laut yang indah, danau, objek-objek yang menakjubkan dan sejenisnya.

Islam dan kaum Muslim resisten terhadap segala jenis pariwisata yang bertentangan dengan pelanggaran etika, dan moralitas Islam seperti misalnya; pariwisata pantai yang mengarah pada mempertontonkan pakaian minim dan lekuk badan, atau kafe yang menjajakan minuman beralkohol yang kesemuanya itu tidak dibolehkan dalam Islam. 

Pandangan Islam dan Muslim tentang pariwisata ke depan, merupakan sebuah teki-teki yang penuh dengan jebakan permasalahan yang harus dijawab oleh kaum muslim itu sendiri. 

Jika ingin mengambil bagian penuh pada pengembangan pariwisata sudah seharusnya peran masyarakat sekitar dan dukungan mereka sangat diperlukan. Hal ini tidaklah rumit untuk diterapkan selama akhlak dan busana terjaga, jauh dari fitnah, memiliki ruh cinta kepada Allah Swt dan Rasul dengan benteng syariah yang kokoh, maka diharapkan akan muncul nilai wisata islami yang nantinya bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Banda Aceh sebagai kota madani yang terus maju dan berbenah ke arah kemajuan dibawah pemimpin yang konsisten dengan syariah Islam. Tentu setiap langkah yang ditapaki memperoleh kasih sayang Allah Swt, demi membawa kota madani ini kearah baldatun thaiyibatun warabbul ghafur. Semoga!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Dagelan Hukum di Pengadilan

Dagelan Hukum di Pengadilan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00