POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Nurkhalis MuchtarOleh Nurkhalis Muchtar
February 3, 2025
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh: Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc., M.A.

Salah satu topik yang menarik untuk dikaji dalam konteks kekinian adalah kontribusi umat Islam terhadap peradaban dunia. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat berbagai stigma negatif yang diciptakan untuk memperburuk citra Islam dan umat Islam. Membahas kontribusi umat Islam terhadap dunia secara menyeluruh merupakan hal yang mustahil dilakukan karena kontribusi tersebut mencakup berbagai bidang kehidupan. Sejarah juga mencatat banyak ulama dan cendekiawan Muslim yang berhasil menemukan serta merumuskan teori ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia.

Dalam mengkaji peradaban, para ahli memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang memaknai peradaban sebagai kemajuan dalam bidang materi tanpa melihat aspek moralitas manusia. Ada pula yang mengartikan peradaban sebagai masyarakat yang tinggal di daerah maju. Di sisi lain, ada yang menilai peradaban berdasarkan kemampuan manusia dalam menggunakan teknologi canggih, dan ada juga yang mengukurnya dari keberadaan bangunan-bangunan pencakar langit. Namun, definisi-definisi tersebut belum mampu menggambarkan hakikat peradaban secara utuh dan menyeluruh.

Para ilmuwan Islam dari berbagai generasi telah melakukan penelitian terhadap sejarah umat Islam dan menyimpulkan bahwa inti peradaban terletak pada tiga kriteria utama yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah saw. Tiga kriteria tersebut adalah:

1. Membangun hubungan baik dengan Allah SWT (hablum minallah).

2. Mampu membangun hubungan baik dengan sesama manusia (hablum minannas).

3. Menjalin hubungan baik dengan alam sekitar, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Tiga kriteria ini dilaksanakan oleh Rasulullah saw. bersama para sahabat dan umat Islam pada masa kejayaan. Oleh karena itu, keberadaan Rasulullah saw. menjadi pelopor rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin). Bahkan, masyarakat Madinah pada masa Rasulullah saw. merupakan perwujudan dari peradaban yang sesungguhnya. Tiga kriteria tersebut menjadi tolok ukur dalam menentukan kesuksesan sebuah peradaban. Tentunya, hal ini tidak menafikan kemajuan yang dimiliki oleh negara-negara maju saat ini. Namun, kemajuan tersebut masih belum memiliki format yang komprehensif.

Kriteria Peradaban Islam

Peradaban Islam mulai berkembang pesat ketika Rasulullah saw. berhijrah ke Madinah. Langkah awal yang beliau lakukan adalah membangun masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Di dalam masjid, Rasulullah saw. dan para sahabat mengokohkan hablum minallah dan hablum minannas.

1. Hubungan erat dengan Allah SWT

Kriteria pertama dari peradaban Islam adalah keterikatan yang erat antara manusia dengan Allah SWT. Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia harus menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini bukanlah sia-sia. Ada tugas mulia yang diembankan kepadanya, yaitu menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Sebagai figur teladan umat manusia, Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hatinya selalu mengingat Allah SWT. Bagi beliau, shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi kebutuhan.

2. Hubungan harmonis dengan sesama manusia

Kriteria kedua adalah hubungan harmonis antar sesama manusia. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak berpecah belah, serta menjauhi sikap saling merendahkan, menghina, mengejek, dan memfitnah. Islam menanamkan nilai bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari wajah, harta, atau jabatan, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah SWT.

📚 Artikel Terkait

21 Tahun Majalah POTRET, Impian itu Masih Belum Usai

Makna Kata “Uffin” Dalam Al-Quran

Fenomena One Piece Simbol Perlawanan

Dokter Spesialis Selangkangan

3. Hubungan baik dengan alam sekitar

Kriteria ketiga adalah kemampuan menjalin hubungan baik dengan alam sekitar, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan. Rasulullah saw. mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi hewan. Bahkan, dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa seorang pelaku dosa besar masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan. Sebaliknya, seorang wanita yang rajin beribadah harus masuk neraka karena dengan sengaja menganiaya seekor kucing hingga mati karena tidak diberi makan.

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keluhuran budi. Tidak hanya kepada hewan, Islam juga mengajarkan kebaikan terhadap tumbuh-tumbuhan. Salah satu akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah larangan menebang pohon secara sembarangan, bahkan dalam kondisi perang sekalipun.

Kebangkitan Peradaban Islam

Berbagai kenyataan di atas semakin menegaskan bahwa hanya peradaban Islam yang mampu mewujudkan peradaban umat manusia yang sesungguhnya. Peradaban Islam memiliki akar yang kuat dan dapat mengayomi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Bangsa Arab yang dulunya tandus dan hidup berpindah-pindah, secara logika mungkin sulit memimpin peradaban dunia. Namun, para sahabat Nabi justru menjadi pelopor peradaban manusia. Seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab r.a.:

“Kami dulu adalah bangsa yang terhina. Kemudian Allah SWT memuliakan kami dengan Islam hingga kami menjadi mulia. Maka, betapapun kami mencari kemuliaan pada selain ajaran Islam, kami tidak akan berjaya.

Langkah Umat Islam Menuju Kebangkitan

Mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita: Apa yang harus dilakukan umat Islam agar bisa bangkit dari berbagai keterpurukan yang dihadapi?

Jawaban dari pertanyaan ini merupakan langkah awal untuk kembali sadar bahwa umat Islam pada masa lalu mampu membangun peradaban dunia dan berkontribusi secara luas. Untuk bisa bangkit kembali dan memimpin peradaban dunia, umat Islam harus kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Hadis.

Saat umat Islam menjauh dari tuntunan ajaran agama, maka hidayah akan menjauh, bahkan mereka bisa tersesat. Ada beberapa poin yang harus dilakukan umat Islam:

1. Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah

Kesuksesan para sahabat Rasulullah saw. di masa lalu adalah karena mereka berpegang teguh pada Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab: 36:

Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.

2. Mengkaji sejarah peradaban Islam

Umat Islam harus mempelajari sejarah kejayaan Islam agar bisa mengambil pelajaran berharga dari keteladanan para pendahulu mereka. Kita harus menelaah ide-ide cemerlang dari para ulama dan cendekiawan Islam di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, seni, dan sebagainya.

3. Menyampaikan keindahan Islam kepada dunia

Setelah memahami ajaran Islam dengan baik, umat Islam harus menyampaikan pesan kebaikan ini ke seluruh penjuru dunia. Bukankah umat Islam diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan menjadi rahmat bagi semesta alam?

Jika umat Islam memiliki semangat untuk mengkaji dan mengamalkan ajaran Islam, maka akan lahir kembali catatan keemasan baru dalam sejarah. Islam adalah agama yang membawa solusi dan pencerahan bagi umat manusia. Oleh karena itu, umat Islam harus siap menjadi pelopor setiap kebaikan demi kebangkitan peradaban dunia.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Ujian Ketahanan Hidup di Era Modern

Ujian Ketahanan Hidup di Era Modern

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00