• Latest
Seluk Beluk Sanubari

Seluk Beluk Sanubari

Januari 27, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Seluk Beluk Sanubari

Reza Fahleviby Reza Fahlevi
Januari 27, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tags: #Puisi
Seluk Beluk Sanubari
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Sampai sejauh ini kau akhirnya datang dan bertanya

Maka akan kujelaskan dengan cara sederhana;

Aku tidak bercerita lagi

Karna jiwa telah mati

Terkubur bersama impian

Impian yang dulu kuagungkan

 

Aku sudah tidak bercerita lagi

Karna asa pupus di tengah perjalanan

Semua mengempaskan cita-cita

Mengubah cahaya menjadi kegelapan

 

Aku sudah berhenti bercerita

Sebab kau yang takkan pernah sudi mendengarkannya

Kupendam semua luka

Tak kupedulikan jiwa meronta-ronta di dalam penderitaan

Kau tak melihat air mata ini

Kau tak bisa melihatnya

Kau tidak melihat bagaimana aku memendam tangisan

Kau tidak merasakan apa yang kurasakan

 

Kesakitan menghancurkan kesucian kehidupan

Membangkitkan bara merah yang berlandas dendam

Aku membenci di balik senyuman yang kau perhatikan

Aku muak di balik semua canda tawa yang kau dengar

Aku pun murka di balik bijaknya kata-kata yang kuberikan padamu

 

Telah berada di ujung harapan

Telah berada diriku di ambang kehancuran

Aku sudah memasuki tahapan kritis

Tahapan di mana aku melihat diriku di hadapan cermin bersama ribuan luka batin ini

 

Luka yang tak terlihat

Terasa lebih menyakitkan

Ia menusukku dengan kejam

Tanpa pengampunan

Tanpa belas kasih

Dan membiarkan diriku mati perlahan-lahan

 

Luka yang tak terlihat adalah penderitaan yang tak berujung

Kurasakan kebahagiaan lenyap satu per satu

Hatiku menghitam dan tak bisa merasakan apapun

Kecuali hanya keputusasaan

 

Karna luka yang tak terlihat ini

Berawal dari pengakuanmu yang mengabaikanku

Kau menganggapku ada hanya sebagai sampah

Kau menganggapku ada hanya sebagai sosok yang bisa dipermainkan

 

Semua kepedulian yang kuberikan

Kau balas dengan pengecualian

Mengecualikan kepedulianmu kepadaku

Dan terus meremehkan perasaanku yang tulus ini

 

Dan saat aku mengeluh

Kau bilang aku hanyalah seorang yang lemah

Dan saat aku bercerita

Kau bilang aku terlalu mengkek

Maka kuputuskan berhenti berbicara

Sebagimana aku memutuskan untuk pergi dari radar keberadaanmu

 

Meskipun angin membisikkan kata-kata pelipur lara

Walaupun rerumputan hijau mencoba menghibur sanubariku yang tercabik-cabik

Aku tetap tak bisa merasakan apa-apa

ADVERTISEMENT

Hanya kehampaan yang kini merasuki jiwa

 

Aku berhenti bercerita

Karna kau tak ingin mendengarkannya

Aku berhenti bercerita

Karna ku tau aku tak perlu melakukannya

Sampai nanti denyut nadi berdetak untuk terakhir kalinya

Kau tatap takkan sudi menganggapku ada sebagai sosok yang mencintaimu setulus mungkin

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

 

Dan karna itu… aku berhenti mengagumimu

Meski auramu masih tetap terasa syahdu di dalam seluk beluk hati ini

Atas alasan itu pula aku tak pernah bisa membencimu

Sebagaimana kau membenciku tanpa alasan

Di kala itu

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Catatan Kecil MUSKAB PWRI III Aceh Barat

Catatan Kecil MUSKAB PWRI III Aceh Barat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com