Dengarkan Artikel
Sampai sejauh ini kau akhirnya datang dan bertanya
Maka akan kujelaskan dengan cara sederhana;
Aku tidak bercerita lagi
Karna jiwa telah mati
Terkubur bersama impian
Impian yang dulu kuagungkan
Aku sudah tidak bercerita lagi
Karna asa pupus di tengah perjalanan
Semua mengempaskan cita-cita
Mengubah cahaya menjadi kegelapan
Aku sudah berhenti bercerita
Sebab kau yang takkan pernah sudi mendengarkannya
Kupendam semua luka
Tak kupedulikan jiwa meronta-ronta di dalam penderitaan
Kau tak melihat air mata ini
Kau tak bisa melihatnya
Kau tidak melihat bagaimana aku memendam tangisan
Kau tidak merasakan apa yang kurasakan
Kesakitan menghancurkan kesucian kehidupan
Membangkitkan bara merah yang berlandas dendam
Aku membenci di balik senyuman yang kau perhatikan
Aku muak di balik semua canda tawa yang kau dengar
Aku pun murka di balik bijaknya kata-kata yang kuberikan padamu
Telah berada di ujung harapan
Telah berada diriku di ambang kehancuran
Aku sudah memasuki tahapan kritis
Tahapan di mana aku melihat diriku di hadapan cermin bersama ribuan luka batin ini
Luka yang tak terlihat
📚 Artikel Terkait
Terasa lebih menyakitkan
Ia menusukku dengan kejam
Tanpa pengampunan
Tanpa belas kasih
Dan membiarkan diriku mati perlahan-lahan
Luka yang tak terlihat adalah penderitaan yang tak berujung
Kurasakan kebahagiaan lenyap satu per satu
Hatiku menghitam dan tak bisa merasakan apapun
Kecuali hanya keputusasaan
Karna luka yang tak terlihat ini
Berawal dari pengakuanmu yang mengabaikanku
Kau menganggapku ada hanya sebagai sampah
Kau menganggapku ada hanya sebagai sosok yang bisa dipermainkan
Semua kepedulian yang kuberikan
Kau balas dengan pengecualian
Mengecualikan kepedulianmu kepadaku
Dan terus meremehkan perasaanku yang tulus ini
Dan saat aku mengeluh
Kau bilang aku hanyalah seorang yang lemah
Dan saat aku bercerita
Kau bilang aku terlalu mengkek
Maka kuputuskan berhenti berbicara
Sebagimana aku memutuskan untuk pergi dari radar keberadaanmu
Meskipun angin membisikkan kata-kata pelipur lara
Walaupun rerumputan hijau mencoba menghibur sanubariku yang tercabik-cabik
Aku tetap tak bisa merasakan apa-apa
Hanya kehampaan yang kini merasuki jiwa
Aku berhenti bercerita
Karna kau tak ingin mendengarkannya
Aku berhenti bercerita
Karna ku tau aku tak perlu melakukannya
Sampai nanti denyut nadi berdetak untuk terakhir kalinya
Kau tatap takkan sudi menganggapku ada sebagai sosok yang mencintaimu setulus mungkin
Dan karna itu… aku berhenti mengagumimu
Meski auramu masih tetap terasa syahdu di dalam seluk beluk hati ini
Atas alasan itu pula aku tak pernah bisa membencimu
Sebagaimana kau membenciku tanpa alasan
Di kala itu
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






