• Latest
Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis - 60d70ca2 fde1 4f04 8713 656c2524843d scaled | Banda Aceh | Potret Online

Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis

Desember 28, 2024
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis

Redaksi by Redaksi
Desember 28, 2024
in Banda Aceh, Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis - 60d70ca2 fde1 4f04 8713 656c2524843d scaled | Banda Aceh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Ahmad Rochied

Mahasiswa semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Di tengah keramaian dan kesibukan kota Banda Aceh, semakin seeing ditemukan masalah sosialyang seharusnya tidak terjadi. Maraknya aktivitas para pengemis  menghiasi  setiap sudut sudut kota, di jalan-jalan, persimpangan lampu lalu lintas, Dan tempat-tempat keramaian  lain seperti kawasan kuliner dan Wisata di kota Banda Aceh.

Entah apakah sebab semakin sering kehadiran pengemis di kota ini. Beragam orang dan cara yang mereka lakukan. Perlu ada survey atau bahkan penelitian yang mendalam untuk mengkaji dan melihat dengan jelas Hal ini, agar tidak menimbulkan masalah baru yang bisa jadi mengganggu kondisi kota.

Selama ini, yang sering kita dengar, ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal itu semakin jelas kita saksikan kehadiran para pengemis tersebut. Salah satu faktor internal yang sering ditemui adalah kondisi kesehatan. banyak pengemis yang memiliki masalah fisik atau mental yang menghambat kemampuan mereka untuk bekerja. Selain itu, keterbatasan pendidikan juga menjadi penyebab utama mengapa seseorang kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak, yang akhirnya membuat mereka terpaksa mengandalkan mengemis sebagai sumber penghidupan.

Kehilangan anggota keluarga juga menjadi salah satu penyebab yang mendorong seseorang untuk mengemis, seperti yang dialami oleh seorang wanita tua bernama Bu Ani. Berusia sekitar 60 tahun, Bu Ani kehilangan suaminya pada masa konflik GAM yang terjadi beberapa tahun silam di Aceh, dan hingga kini, ia belum menerima kabar apapun mengenai keberadaan suaminya. Saat ini, Bu Ani tinggal bersama anaknya yang mengidap down syndrome, mereka tinggal di daerah Lhong Raya dan demi menghidupi dirinya serta anaknya, ia memutuskan untuk mengemis sebagai sumber penghasilan. Ia mengemis di sekitaran pasar Aceh dan juga Darussalam.

Faktor eksternal, seperti terbatasnya lapangan pekerjaan atau tidak tersedianya pekerjaan yang layak, juga menjadi salah satu penyebab seseorang memilih untuk mengemis. Bu Ani mengaku sempat mencoba mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dan tukang cuci, namun ia ditolak karena keterbatasanfisik yang dimilikinya. Cacat fisik yang dialami adalah cacatfisik pada bagian kaki, sehingga Bu Ani kesulitan melakukanpekerjaan fisik.

Ia mengaku bahwa mengemis menjadi pilihan karena dirasa lebih mudah dan dapat menghasilkan uang yang lebih banyak. Meskipun demikian, mengemis jelas bukanlah cara yang tepat untuk memperoleh penghasilan.

Memberikan uang kepada mereka yang meminta di jalan justru dapat memperkuat ketergantungan mereka pada pemberian tersebut, dan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, dengan tidak memberikan uang, kita membantu mereka untuk tidak bergantung pada belas kasihan orang lain, melainkan memberi peluang untuk mencari penghasilan yang lebih baik dan lebih layak.

Meskipun niat untuk membantu dengan memberi uang datang dari rasa empati, cara ini kadang justru memperburuk keadaan, karena membuat mereka untuk terus bergantung pada cara-cara yang tidak produktif. Cara lain menyikapi pengemis agar tidak bergantungan mencari uang dengan meminta-minta adalah memotivasi mereka agar mereka tahu, meminta-minta atau mengemis merupakan hal yang salah, selain itu kita dapat memberikan support atau bantuan seperti memberikan informasi tentang Lembaga sosial yang dapat membantu mereka.

Masalah pengemis di jalanan merupakan persoalan sosial yang kompleks. Pemerintah harus mempunyai perhatian serius dalam permasalahan ini. Langkah dan cara yang dapat diambil oleh pemerintah adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih inklusif, yang tidak hanya terbuka bagi mereka yang tidak memiliki keterbatasan, tetapi juga bagi mereka yang memiliki disabilitas atau keterbatasan fisik dan mental. Sekarang ini, banyak orang dengan disabilitas yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, meskipun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan individu lainnya. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang lebih mendukung disabilitas, contohnhya seperti insentif bagi perusahaan yang membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

 

Pemerintah juga dapat berkolaborasi dengan lembaga-lembaga sosial yang memiliki kapasitas untuk merehabilitasi pengemis. Lembaga-lembaga sosial ini memiliki pengalaman dalam membantu individu maupun sekelompok orang yang terjebak dalam kemiskinan atau kecanduan, dan dapat memberikan pelatihan keterampilan serta pendidikan yang dibutuhkan agar mereka dapat mandiri.

Harapannya, melalui upaya-upaya tersebut, jumlah pengemis akan belrkurang secara signifikan, sekaligus turut menurunkan tingkat kemiskinan yang menjadi salah satu akar penyebab munculnya masalah sosial ini.

 

Tags: #Masalah Sosial#pengemis
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis - 564bcc7f ab1c 408f b4ff 99822f9a04a8 | Banda Aceh | Potret Online

TEKNIK MENUTUP TAHUN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com