Puisi

Di Ujung Waktu yang Rahasia

02 September 2026
Oleh: Juni Ahyar

Oleh Juni Ahyar

Kita hanyalah pengembara yang berjalan pelan, 

menyusuri lorong waktu menuju satu titik persinggahan. 

Tak memandang usia, tak menatap harta yang tergenggam, 

semua melangkah ke muara yang sama, dalam senyap yang temaram.

Mengapa harus lelah menghitung cela milik sesama, 

jika raga sendiri masih dipenuhi noda dan luka? 

Mengapa membiarkan dendam mengikis ruang di dada, 

padahal hidup hanya sekelebat bayang yang sebentar saja?

Subuh tadi tawa itu masih terdengar riang di meja makan, 

namun senja membawanya pergi menjadi sebaris kenangan. 

Semalam rincian esok disusun dengan penuh cita, 

namun takdir menutup buku tanpa permisi dan kata.

Maka berseluncurlah dalam kebaikan selagi napas masih milik kita. 

Ucapkan maaf, lapangkan dada untuk memaafkan sesama. 

Sebab tatkala seruan pulang itu akhirnya bergema, seisi dunia tertinggal, 

tak ada satu detik pun yang bisa ditawar manusia.

Semoga sebelum giliran itu benar-benar tiba, 

Tuhan melembutkan hati yang keras dan mengampuni dosa. 

Agar kelak di penghujung jalan yang sunyi ini, 

kita menyambut-Nya dengan jiwa yang pasrah dan suci.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir