Artikel · Potret Online

Ingin Hidup Tenang dan Bahagia?

Penulis Saiful Bahri
Juli 11, 2026
3 menit baca 3
IMG_2077
Foto / IlustrasiIngin Hidup Tenang dan Bahagia?
Disunting Oleh

Berhenti Membandingkan Hidupmu Dengan Siapa pun

Oleh Saiful Bahri

Hidup ini sebenarnya simpel.

Yang bikin ribet itu karena manusia kurang bersyukur dengan apa yang telah ia miliki. Kurang bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah.

Allah berfirman:

*”لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ“*

_”Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat untuk kalian”_ [QS. Ibrahim: 7]

Bukan *”La tasykurun”* ya prof. Yang benar *”Lain syakartum la aziidannakum”* 😊

Tidakkah kita berpikir… sesuatu yang sekarang kita punya, dulu kita tidak punya?

Tidakkah kita bersyukur bahwa hidup kita sekarang sudah mencapai sesuatu yang belum tentu orang lain miliki? Lalu apa lagi yang kita cari?

*Dalam Islam, wujud syukur itu 2:*

1. *Taat beribadah*

2. *Lisan yang selalu basah dengan “Alhamdulillah”*

 Bangun pagi ucap syukur. Mau tidur ucap syukur. Jangan pernah lepas bertasbih kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Sebaliknya, orang yang tidak bersyukur mereka berkontradiksi dengan ketentuan Allah.

Contohnya: Ia sukses dapat pekerjaan layak dan gaji besar, lalu berkata:

_”Itu karena usahaku sendiri. Karena pintar maka wajar aku dapat seperti ini.”_

*Naudzubillah.*

Mereka lupa. Kalau Allah tidak berkehendak, maka semua usaha dan kepintaran kita tidak akan menghasilkan apa-apa.

Itulah salah satu sifat kufur dari manusia yang tidak bersyukur. Merasa diri mampu. Merasa diri punya segala-galanya.

*Coba baca kisah Firaun* yang tenggelam di laut merah.

Di detik terakhir baru ia sadar: _”Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah”_

Tapi sayang… air sudah di leher. Tidak akan mampu lagi ia menyelamatkan diri dari satu makhluk Allah saja, yaitu air laut yang menghanyutkan dirinya.

Kalau kita baca itu, kita sadar… manusia ini sebenarnya tidak ada ruang dan waktu untuk menyombongkan diri.

*Ada lagi kisah* ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi:

_”Wahai Rasul, bagaimana sih kehebatan ilmu seorang manusia?”_

Nabi tidak langsung menjawab. Nabi membawa orang tersebut ke tepi pantai.

Lalu Nabi mencelupkan telunjuknya ke dalam laut.

_”Coba kamu lihat air tetesan dari telunjuk saya ini, terlihat kan tetesannya?”_ tanya Nabi.

_”Ya”_ jawab sahabatnya.

_”Artinya apa? Begitulah ilmu manusia. Seperti tetesan air di telunjuk tadi. Sedangkan sisanya adalah ilmu Allah.”_

Sang sahabat pun terkejut dan takjub melihat perumpamaan dari seorang Rasul.

Begitu juga dengan kita. Kelebihan yang dititipkan Allah kepada kita itu hanya secuil saja.

Kelebihan itu bukan untuk menyombongkan diri. Tapi untuk terus mengingat Allah sebagai Sang Maha Pencipta.

Ingat… ilmu yang ada pada kita, orang lain juga dititip ilmu yang berbeda.

Boleh jadi dengan ilmu mereka, kita bisa beramal. Mencari nafkah. Bukan untuk menyombongkan diri.

*Ingat: Di atas langit masih ada langit.*

Kita jago? Yakinlah pasti ada yang lebih jago dari kita.

Tim sepakbola kita juara dunia? Itu tidak bertahan lama. Nanti juga ada tim lain yang lebih hebat.

Kita boleh meraih gelar paling tinggi sekalipun. Tapi begitu atap rumah bocor, yang memperbaiki siapa? Kita bukan ahlinya.

*Hidup tidak ada yang sempurna.*

Allah hanya menitip sedikit ilmu untuk kita. Agar kita bersyukur kepada-Nya dengan mengucapkan *Alhamdulillah*.

*

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Saiful Bahri
Saiful Bahri seorang motivator yang berdomisili di Jakarta
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...