Bekerja Sejak Usia Muda, Untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Oleh : Vina Lestari Handayani
Alumni : SMA Negeri 2 Pulo Aceh
Saya mulai bekerja dari umur 16 tahun waktu pertama masuk SMA kelas 1. Saya bekerja pertama itu di warung nasi ayam penyet. Saya bekerja saat libur sekolah saja,seperti bulan puasa .
Gaji pertama saya bekerja untuk membeli peralatan sekolah saya dan adik-adik saya,seperti buku tulis, tas,pensil dan sebagainya untuk peralatan sekolah”.
Niat saya bekerja hanya untuk meringankan beban orang tua saya karena ayah saya sudah tua dan sakit- sakitan, dan saya bekerja di situ sampai saya mau lulus sekolah SMA.
Setelah mengambil ijazah saya mulai mencari pekerjaan di tempat lain dan saya di terima di warung makan SOP sum-sum Kutaraja. Pertama saya bekerja saya ditugaskan menjadi pelayan dan sekitar 2 bulan saya bekerja dan saya diangkat menjadi waiter / buat minuman.
Selang 8 bulan saya bekerja di sum sum saya mulai mencari pekerjaan lain, tetapi belum dapat pada saat itu, dan akhirnya saya putuskan untuk pulang kampung sementara waktu mumpung dapat pekerjaan lain.
Dan di bulan puasa saya mulai bekerja menjual kue berbuka puasa di dekat masjid raya bersama kakak sepupu saya.Setelah lebaran saya mulai mencari pekerjaan lain dan akhirnya saya di terima di toko POTRET Gallery. Tugas saya melayani pembeli yang berbelanja, melayani mereka ketika bertanya tentang produk produk yang akan mereka beli. Karena banyak sekali produk yang dijual di POTRET Galley. Saya harus belajar lebih banyak di sini.
Saya harus belajar mengenal produk-produk yang dijual. Bukan hanya tahu nama produk, tetapi juga harus lebih mengenal produk secara luas, misalnya dari bahan apa produk tersebut dibuat, berapa harganya dan untuk apa atau apa kegunaan produk dan lain-lain.
Saya bekerja di POTRET Gallery sambil terus belajar mengenal produk-produk seperti eceng gondok, kayu jati, rotan dan segainya yang ada di POTRET Gallery. Tentu sajasaya harus menghafal harga-harga barang dan nama namanya, dan untuk apa kegunaan produk – produk ini”.
Kesimpulan dari cerita saya ini adalah di mana saat saya duduk bersama rekan – rekan kerja saya yang umurnya lebih tua dari saya, mereka bercerita betapa besarnya tanggung jawab kalo sudah berkeluarga, tapi di akhir cerita mereka berkata jangan khawatir selagi niatmu baik semua pasti ada jalan nya.”
Saya yang berasal dari keluarga yang sering dikatakan kurang mampu, dan berasal dari daerah yang terpisah dari kota, yakni di pulau Aceh merasa terharu melihat anak-anak lain seukuran saya yang hidup mereka ditata baik oleh orang tua mereka tanpa harus mencari jalan sendiri seperti saya.
Namun, saya juga bersyukur kepada Allah, saya telah diberi jalan untuk membangun kemampuan sendiri dengan mencari pekerjaan, sambil saya belajar membangun kehidupan secara mandiri. Alhamdulillah. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada saya dan membuka pintu rezeki bagi saya. Siapa tahu ke depan ketika saya sudah punya pengalaman berdagang, saya akan mampu membuka usaha sendiri. Amin ya Allah












