Artikel · Potret Online

Israel dan Fase Keruntuhan Negara: Suatu Pengembangan Teori Ibnu Khaldun

Juni 28, 2026
4 menit baca 4
IMG_1860
Foto / IlustrasiIsrael dan Fase Keruntuhan Negara: Suatu Pengembangan Teori Ibnu Khaldun
Disunting Oleh

Oleh _Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh_

Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Dalam kerangka teori siklus negara yang dirumuskan Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah, setiap negara mengalami fase kelahiran, konsolidasi, kemewahan, dan keruntuhan. Siklus ini bukan sekadar pola historis, tetapi sebuah kerangka analitis yang menjelaskan bagaimana kekuasaan bertahan dan bagaimana ia runtuh ketika fondasi sosialnya melemah. 

Dalam konteks geopolitik kontemporer, Israel sebagai negara-bangsa modern menunjukkan gejala-gejala yang, menurut tesis ini, menempatkannya pada fase akhir siklus Khaldunian: fase keruntuhan yang berpotensi mengarah pada hilangnya status negara dalam peta politik Timur Tengah.

Ibnu Khaldun menekankan bahwa negara berdiri di atas asabiyyah, yaitu solidaritas sosial yang menjadi energi moral dan politik bagi suatu kelompok untuk membangun kekuasaan (Khaldun, 1958: 103). Ketika asabiyyah melemah, negara memasuki fase dekadensi, di mana elite tenggelam dalam kemewahan, institusi kehilangan vitalitas, dan legitimasi publik merosot. 

Dalam pandangan Khaldun, keruntuhan negara bukanlah peristiwa yang tiba-tiba, melainkan proses gradual yang dapat diamati melalui retaknya kohesi internal dan melemahnya dukungan eksternal (Khaldun, 1967: 212).

Israel, dalam perspektif ini, menunjukkan tanda-tanda melemahnya asabiyyah internal. Fragmentasi politik yang semakin tajam antara kelompok sekuler dan ultra-ortodoks, ketegangan antara komunitas Yahudi Ashkenazi dan Mizrahi, serta polarisasi ideologis yang mengarah pada krisis pemerintahan, merupakan indikator klasik dari hilangnya kohesi sosial. 

Ibnu Khaldun menulis bahwa ketika kelompok penguasa tidak lagi memiliki solidaritas yang menyatukan mereka, negara memasuki fase taraf, yaitu kemewahan yang melahirkan dekadensi moral dan politik (Khaldun, 1958: 145). 

Dalam fase ini, elite lebih sibuk mempertahankan kepentingan sempit daripada menjaga stabilitas negara.

Selain itu, Israel menghadapi delegitimasi moral yang semakin kuat di tingkat internasional. Operasi militer yang menimbulkan kritik global, investigasi internasional, serta penurunan dukungan dari negara-negara Barat, menunjukkan bahwa legitimasi eksternal Israel mengalami erosi. 

Ibnu Khaldun menegaskan bahwa negara yang kehilangan legitimasi moral akan ditinggalkan oleh sekutu-sekutunya, karena kekuasaan tidak dapat bertahan tanpa dukungan eksternal yang menopang stabilitas politik (Khaldun, 1967: 254). 

Retaknya hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa tahun terakhir merupakan titik balik yang signifikan. Amerika Serikat, yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama Israel dalam bidang diplomatik, militer, dan ekonomi, kini menunjukkan tanda-tanda menjauh akibat perubahan prioritas geopolitik dan tekanan politik domestik.

Dalam kerangka Khaldunian, hilangnya dukungan eksternal adalah salah satu indikator paling jelas bahwa negara memasuki fase keruntuhan. Ibnu Khaldun menulis bahwa ketika negara tidak lagi memiliki kekuatan moral dan dukungan dari luar, ia akan “jatuh seperti bangunan yang kehilangan tiang penyangga” (Khaldun, 1958: 167). 

Israel, yang selama ini bergantung pada dukungan Amerika Serikat untuk mempertahankan keunggulan militer dan legitimasi internasional, kini menghadapi situasi di mana dukungan tersebut tidak lagi dapat dianggap stabil.

Krisis internal dan eksternal ini menempatkan Israel pada posisi yang, menurut tesis ini, mengarah pada hilangnya status negara-bangsa modern dalam peta geopolitik Timur Tengah. 

Hilangnya status negara tidak harus dipahami sebagai kehancuran fisik, tetapi sebagai transformasi struktural di mana Israel tidak lagi berfungsi sebagai entitas politik berdaulat. Dalam sejarah, banyak negara yang mengalami transformasi serupa ketika asabiyyah mereka runtuh, seperti dinasti-dinasti di Andalusia atau kerajaan-kerajaan kecil pasca-Perang Dunia I. 

Ibnu Khaldun sendiri menekankan bahwa keruntuhan negara adalah bagian dari siklus alamiah kehidupan politik, di mana negara yang kehilangan fondasi sosial dan moralnya akan digantikan oleh entitas baru yang memiliki asabiyyah lebih kuat (Khaldun, 1967: 301).

Dengan demikian, tesis bahwa Israel akan hilang dari peta geopolitik Timur Tengah merupakan pengembangan dari teori Ibnu Khaldun tentang siklus negara. Israel, dalam analisis ini, berada pada fase akhir siklus tersebut: fase di mana fragmentasi internal, delegitimasi moral, dan retaknya dukungan eksternal bersatu membentuk kondisi yang tidak lagi memungkinkan negara mempertahankan statusnya sebagai entitas politik berdaulat. 

Dalam kerangka Khaldunian, ini bukan sekadar prediksi geopolitik, tetapi pembacaan teoretis tentang bagaimana negara runtuh ketika fondasi sosial dan moralnya tidak lagi mampu menopang kekuasaan.

*Bibliografi*

Khaldun, Ibn. _The Muqaddimah: An Introduction to History._ Translated by Franz Rosenthal. Princeton: Princeton University Press, 1958.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...