Bujang Andre Pratama dan Dara Mardatila Utari On Duty ke Kampar

Hadiri Pawai Ta’aruf MTQ XLIV Provinsi Riau di Kuantan Singingi
Oleh : Riszuan
Sabtu, 27 Juni 2026, semangat kebersamaan dan kearifan lokal menyelimuti Kabupaten Kuantan Singingi selaku tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke‑44 Tingkat Provinsi Riau. Dalam rangkaian pembuka yang meriah itu, Bujang dan Dara Kampar 2026—Bujang Andre Pratama dan Dara Mardatila Utari melaksanakan tugas resmi menghadiri Pawai Ta’aruf yang diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se‑Riau.
Suasana pawai terasa hidup dan penuh makna, dihiasi keindahan busana adat Melayu serta alunan seni tradisional yang mengiringi langkah setiap rombongan. Kehadiran ribuan masyarakat yang memadati jalanan menjadi bukti antusiasme warga terhadap perhelatan besar ini.
Bagi Andre Pratama, momen tersebut bukan sekadar pertunjukan kemeriahan, melainkan gambaran nyata keharmonisan yang tumbuh di tengah masyarakat Riau. Ia menyadari bahwa menjaga identitas budaya sekaligus menyebarkan syiar agama adalah amanah bersama yang harus terus dilestarikan. Baginya, pawai ini juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan cara membumikan nilai‑nilai Al‑Qur’an dalam kehidupan sehari‑hari.
Sementara itu, Mardatila Utari terkesan dengan semangat khas yang melekat di Kuantan Singingi, yaitu semboyan “Siang Bapacu, Malam Mengaji. Semangat itu, menurutnya, benar‑benar terasa hidup di tengah keramaian. Ia melihat bagaimana kekayaan budaya dan napas keislaman berjalan beriringan dengan anggun, menjadi ciri khas yang memperkuat jati diri tanah Riau.
Sebagai wakil pemuda dan pemudi terbaik dari Kabupaten Kampar, Andre dan Mardatila turut menyampaikan harapan bagi kelanjutan acara. Mereka berdoa agar seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar dan menghasilkan prestasi terbaik.
Lebih dari itu, keduanya berharap perhelatan ini menjadi jembatan mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh persatuan antar‑daerah, serta menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap Al‑Qur’an—khususnya di hati generasi muda penerus bangsa.












