• Latest
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Maret 5, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
5a460fc4-b5a8-48d2-9efe-fdf4b6b456c5

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

Maret 28, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
IMG_0518

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Syarifudin Brutu by Syarifudin Brutu
Maret 5, 2026
in #Cerpen, Cerpen, MBG, POTRET Sekolah, Sekolah
Reading Time: 3 mins read
0
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Syarifudin Brutu

​Di sebuah ruang kelas yang cat temboknya mulai mengelupas seperti kulit kering yang kurang nutrisi, suasana sedang sangat tegang. Bukan karena ujian nasional yang sudah almarhum itu, melainkan karena sebuah pengumuman besar.

​Pak Pilot, sebuah pulpen teknis yang tintanya tinggal dua strip lagi, berdiri tegak di dalam wadah plastik. Di sampingnya, Bang Mark, spidol papan tulis yang badannya sudah mulai bau alkohol karena terlalu sering diisi ulang secara paksa, tampak murung. Sementara itu, Mbak Hapus, sebuah penghapus papan tulis yang permukaannya sudah botak, hanya bisa pasrah bersandar pada tumpukan debu.

​”Kalian dengar kabarnya?” tanya Pak Pilot dengan nada tajam sesajam ujung matanya. “Kita punya pahlawan baru. Namanya MMGBSS. Makan-Makan Gratis Bergizi Siang-Siang.”

​Bang Mark tertawa sampai tutup kepalanya hampir copot. “Wah, luar biasa! Akhirnya, perut anak-anak ini akan lebih pintar daripada otak mereka! Negara ini memang jenius. Mengapa repot-repot menyuruh mereka menghapal rumus Pythagoras kalau mereka bisa kenyang sambil bengong?”

Baca Juga

5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

​Mbak Hapus menyahut dengan suara serak, “Katanya, ini kado dari ‘Ayah Bangsa’ untuk rakyatnya. Mereka bilang, ‘Lihatlah kebaikan kami, kami memberi kalian makan!'”

​”Kebaikan?” Pak Pilot mencibir, badannya bergetar hingga tintanya meluber sedikit. “Itu seperti mengambil dompet orang tua si anak di kantong kanan, membelikan kerupuk satu kaleng, lalu memberikan kerupuk itu ke anaknya sambil minta difoto buat konten baliho. Pencitraan gizi! Itu uang pajak, Kawan. Anak itu memakan nasi yang dibeli dari keringat ayahnya sendiri, tapi disuruh berterima kasih pada gedung tinggi di Jakarta.”

​Bang Mark menggoreskan garis miring di meja, seolah membuat grafik kemunduran. “Kalian tahu yang lebih lucu? Kemarin ada anak di seberang sana yang memilih ‘istirahat selamanya’ dengan seutas tali karena tidak sanggup membeli tubuhku—maksudku, membeli pulpen dan buku. Dia mati karena lapar akan ilmu, sementara negara sibuk memesan katering.”

​Suasana mendadak hening. Dingin.

​”Aku jadi teringat sejarah,” gumam Pak Pilot, suaranya kini melunak, penuh wibawa seperti arsip tua. “Aku pernah mendengar cerita dari kakek buyutku tentang Zaman Keemasan Islam. Al-Khawarizmi tidak menemukan Aljabar karena dia dijanjikan Makan siang bergizi gratis. Ibnu Sina menulis The Canon of Medicine bukan karena dia takut stunting, tapi karena ada ekosistem yang menghargai akal di atas segalanya.”

​”Benar,” tambah Mbak Hapus. “Yunani Kuno melahirkan Archimedes tanpa perlu program susu gratis dari kaisar. Orang-orang Mesir membangun piramida dengan geometri yang presisi, bukan dengan kupon makan siang. Tiongkok menemukan kertas agar ide bisa abadi, bukan agar bungkus nasi jadi lebih estetis.”

​Bang Mark menimpali, “Mungkin Newton butuh MMGBSS supaya gravitasi terasa lebih ringan? Atau mungkin Brahmagupta menemukan angka ‘Nol’ karena dia melihat isi piring anak-anak yang hanya berisi janji manis tanpa nutrisi substansi?”

​Mereka bertiga melihat ke arah papan tulis. Di sana, tertulis slogan besar dengan coretan yang tipis dan kabur akibat tinta yang sudah hampir habis namun di paksa untuk menulis: “MENUJU GENERASI EMAS”.

​”Emas?” Pak Pilot tertawa pahit. “Emas itu keras dan berharga. Kalau cuma dikasih makan tanpa diberi alat untuk berpikir, yang lahir bukan Generasi Emas, tapi Generasi Kuning. Lembek, mudah dibentuk, dan mengambang di arus kekuasaan.”

​Tiba-tiba, pintu kelas terbuka. Seorang petugas masuk membawa nampan berisi makanan dengan aroma yang cukup menggoda, namun uapnya seolah menutupi tumpukan buku di pojok ruangan yang sudah berjamur karena tak tersentuh.

​”Selamat makan, Anak-anak!” seru petugas itu riang.

​Pak Pilot melihat seorang murid di kursi depan. Anak itu memandang nasi di depannya dengan mata berbinar, tapi tangannya yang gemetar memegang sebuah pulpen yang sudah patah—yang tak mampu lagi menuliskan mimpinya di atas kertas buram.

​”Lucu ya,” bisik Pak Pilot sebelum dia jatuh pingsan karena kehabisan tinta. “Perut mereka kenyang, tapi masa depan mereka sedang gantung diri di tiang birokrasi.”

ADVERTISEMENT

​Bang Mark dan Mbak Hapus terdiam. Di luar, matahari siang bersinar terik, menyinari sebuah spanduk besar bertuliskan: “Makan Gratis Adalah Bukti Sayang Negara”. Di bawahnya, sebuah toko buku baru saja bangkrut karena tak ada lagi yang sanggup membeli asupan untuk jiwa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 289x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 279x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 241x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 179x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 164x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Syarifudin Brutu

Syarifudin Brutu

Syarifudin Brutu, akrab disapa Syarif, merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Syiah Kuala. Saat ini ia menetap di Banda Aceh dan aktif membagikan karya serta pemikirannya melalui akun Instagram @aksara_arunika. Untuk kepentingan korespondensi, ia dapat disapa melalui WhatsApp di 085763055727 atau email Syarifbrutu1@gmail.com.

Baca Juga

Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott
Analisis

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026
IMG_0523
Sejarah

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
5a460fc4-b5a8-48d2-9efe-fdf4b6b456c5
Pendidikan karakter

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

Maret 28, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077
Antologi Puisi

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
Next Post
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com