• Latest
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Kota Batavia abad ke-18 dengan kanal, bangunan kolonial, dan suasana senja yang muram di sekitar Kali Besar.

Geger Pecinan 1740 Mengubah Wajah Nusantara Selamanya

April 10, 2026
667109a2-c370-4108-8a9c-7dcb1a0a1d44

Normalisasi “Chatting” Tanpa Batas: Pergeseran Makna Khalwat di Era Digital

April 10, 2026
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Sejarah | Potret Online

Dari Instrumen ke Otoritas: Ketika Algoritma Menggeser Kedaulatan Keputusan Manusia

April 10, 2026
Ilustrasi korban perempuan mengalami tekanan dan diskriminasi akibat pelecehan seksual di media sosial

Diskriminasi terhadap Korban Pelecehan Seksual di Media Sosial

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Teuku Masrizar by Teuku Masrizar
Maret 28, 2026
in Sejarah, Aceh Selatan
Reading Time: 3 mins read
0
609
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Teuku Masrizar

Tentu saya tidak punya kapasitas meggulik sejarah dan budaya Trumon secara mendalam, sebagai salah satu entitas perdaban sejarah penting di Aceh. Karena bukan sejarawan dan hanya mendapatkan informasi secara *folklor* dan  secara turun-temurun tentang kejayaannya. 

Tidak terlalu banyak ditemukan referensi dan artikel tentang sejarah Trumon. Bisa jadi karena letaknya yang jauh dari pusat kerajaan Aceh Darussalam dan juga belum banyak sejarawan yang menaruh perhatian serius untuk ⁸menggalinya. Tapi tentu saja akan menjadi penting bila dilihat Trumon sebagai salah satu dari 9 wilayah kerajaan Aceh Darussalam.

Baca Juga:
  • Duel Jenderal Hormuz dan Panglima Khalid bin Walid di Padang Kazimah
  • Ketika Pecinan Menjadi Panggung Akulturasi Nusantara
  • Sejarah Gampong Ujong Batee, Dari Rimba Raya Ke Gampong Bersejarah

Artikel ini sekelumit dari konteks kekinian yang menjadi sentilan saya, pastinya tidak tentang sejarah besar dan kejayaannya yang selalu jadi kebanggaan saya.

Laqab “Teureumon” _trueng bineh mon_ (terung dekat sumur),  wujud dari sebuah negeri makmur dengan tanah yang subur, air melimpah serta aneka hasil bumi, kapur, damar,  rambong (karet), lada dan tanaman musiman lainnya. Sehingga dikonotasikan  sebuah wilayah makmur yang digambarkan dengan sebuah sumur airnya bersih jernih dan terong yang tumbuh subur dan berbuah di sampingnya.

Berpusat pemerintahan dekat bibir pantai samudra Indonesia, kerajaan Trumon sudah pasti menjadi tempat persinggahan para musafir untuk berdagang, pengembangan Islam dan  membangun hubungan diplomatik. 

Ditopang dua armada kapal kerajaan Laxami dan Dyana semakin menegaskan Trumon memiliki jaringan luas dalam ekspor-impor dengan negeri-negeri dan wilayah lainnya. Selain kemajuan di bidang pertanian dan perdagangan Trumon juga memiliki kemajuan di bidang moneter dan keuangan,  dibuktikan dengan adanya mata uang sendiri sebagai alat tukar. 

Samudera indonesia sebagai salah satu jalur perdagangan penting bagi pedagang dari Eropa, Amerika, Arab dan China. Sehingga letak strategis Trumon ini menjadi penting dalam dinamika perdagangan regional dan international. 

Karenanya dalam catatan sejarah disebutkan banyak pedagang singgah untuk menjajakan dagangannya.

Kerajaan Trumon maju pesat pada waktunya, bukan hanya sektor pertanian dan perdagangan, tetapi juga pemerintahan, budaya dan sosial kemasyarakatan. Kemajuan ini ditandai dengan proses migrasi beberapa suku ke Trumon, sebut saja Naca (Nagari Chaniago) sebuah kampung dalam wilayah negeri Trumon yang ditabalkan bermukimnya suku Minang.  Naca dikenal dalam seni beladiri _Silek Harimau_

Saya menduga para pedagang dari Eropa dan America sering berdagang dan bermalam di Negeri Trumon. Selain berdagang tentu saja kapal akan ditambatkan dan mengisi stok air untuk perjalanan berikutnya.  Di saat malam tiba mata para pedagang disuguhkan keindahan purnama yang menyinari butiran pasir keperakan di lantai permadani pantai yang memanjang, elok nan indah. Takjub melihat keindahan alamiah di bawah cahaya  *Truemoon* (bulan sejati/penuh).  

Baca Juga

IMG_0683

Sisi Gelap Bermain Toponimi, Kala Pepatah Bertransformasi Menjadi Stereotip

April 8, 2026
87dee712-0548-433f-a26d-23c41a9e9f00

Duel Jenderal Hormuz dan Panglima Khalid bin Walid di Padang Kazimah

April 4, 2026
IMG_0601

Ketika Pecinan Menjadi Panggung Akulturasi Nusantara

April 3, 2026

Kini Trumon secara administrasi telah membelah diri menjadi tiga Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan. Secara budaya, adat dan sosial kemasyarakatan tetap budaya dan adat istiadat Trumon walau sedikit terjadi akulturasi budaya sesuai perkembangan zaman.

Perkembangan ekonomi semakin maju walau kapur, lada, damar dan karet telah berganti jadi komoditi sawit. Kini rumah warga bukan dinding dan atap pelepah rumbia,  telah berubah seng dan beton, anak-anak Trumon telah belajar di berbagai perguruan tinggi, relatif beberapa depan rumah warga terlihat kenderaan roda empat serta sejumlah kemajuan ekonomi lainnya.

Namun tentu kamajuan dan kemakmuran harus dirawat agar terus berlanjut. Merawatnya tentu saja tidak semudah membalikkan tangan, merawatnya harus memastikan sumberdaya dapat dikelola secara berkelanjutan. Cukup sudah contoh dan pengalaman kita akibat eksploitasi sumberdaya yang tidak memperhatikan berkerlanjutan yang berujung dengan bencana.@#

SummarizeShare244Tweet152
Teuku Masrizar

Teuku Masrizar

Teuku Masrizar Peminat Lingkungan, berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan

Related Posts

29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de
Artikel

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”
Psikologi Sosial

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da
BIngkai Remaja

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722
Artikel

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Next Post
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa - IMG_0084 | Sejarah | Potret Online

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Silakan login untuk berkomentar
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com