POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Antologi Puisi

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Redaksi by Redaksi
April 13, 2026
in Antologi Puisi, POTRET Budaya, Potret Remaja, POTRET Sekolah
0
Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | Antologi Puisi | Potret Online

Siswa Kelas XII C SMA Negeri 1 Peudada, Bireun, Aceh

Satu Gadis Jutaan Tuntutan

selamat datang di dunia penuh caci cela
dimana para gadis selalu dituntut sempurna
katanya anak gadis tidak boleh memiliki bekas luka
tidak boleh berbadan berat
dan tidak boleh bermuka masam

Baca Juga
POTRET Budaya
Serumpun Puisi Usfa di Hari Ibu
21 Des 2024

aturan aturan egois tak terkira
tak adil untuk kami sebelah pihak
berdamai dengan diri sendiri tidaklah mudah
ingin rasanya berteriak mengatakan
‘kami juga manusia bebas’

dimana tempat bersandarkan kepala
ini sangat kejam untuk kami para wanita
mereka menuntut sempurna
sedang mereka tak mampu mencapai setengahnya

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati - da5c2b97 0587 4098 8943 37d335ac5440 | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Transfer Ilmu dalam Gelap
02 Jan 2025

kapsul putih berasa pahit
membuat kenangan masa depan ikut terhempit
mataku tak sipit
bisa ku rasa mereka selalu mencaci

tangan ku hanya dua
tak bisa ku guna untuk menutup mulut mereka
letakkan disamping kepala
tutup telinga dari suara mereka yang tak sepadan

Baca Juga
Aceh
HARAPAN SAYAP DUNIA
13 Agu 2024

acuhkan perhatianmu dari mereka
kita sempurna dengan versi kita
tak perlu tuntutan mereka
kita sempurna, kita adalah kita

Putri Nanda Roswati

Kelopak Duri Tak Setangkai

kita sama namun tak satu
atau memang tak pernah bersatu
kelopakmu bisa menjadi mawar indah
dan duriku menjadi rumput liar tak diagung

kita di kenyataan yang sama
namun entah mengapa rasanya jauh tertinggal
kelopak indah mu sangat dipuja
sedang duriku selalu dianggap mengancam

senyummu seindah itu
siapa yang tak tersipu malu
tatapanmu seteduh itu
siapa yang tak tenang memandangmu

hadirku dijauhkan
suaraku selalu dipaksa ku bungkam

tangis sedu yang sayu
dengarlah suara tangisku
aku sehancur ini semua tampak acuh
tunjukkan cara agar si kumuh diberi berteduh

Putri Nanda Roswati

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Ilustrasi artikel

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah