POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Syariat di Negeri Ekstraksi: Ketika Iman Gagal Menjadi Sistem Perlindungan Alam

RedaksiOleh Redaksi
February 2, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

Syariat di Negeri Ekstraksi: Ketika Iman Gagal Menjadi Sistem Perlindungan Alam

Oleh Dayan Abdurrahman

Aceh dikenal sebagai negeri syariat. Identitas keislaman hadir kuat dalam simbol, regulasi, dan ruang sosial. Namun di balik wajah religius itu, bentang ekologinya justru menyimpan luka: hutan menyusut, sungai tercemar, ruang hidup menyempit. Pertanyaan mendasarnya bukan tentang iman, melainkan fungsi iman dalam menyelamatkan kehidupan.

Padahal tujuan keimanan adalah keselamatan dunia dan akhirat. Ketika ekologi rusak, keselamatan dunia runtuh—banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, rusaknya sumber air, terputusnya jaringan rezeki, usaha terhambat, dan perlahan matinya kehidupan. Keselamatan akhirat tidak mungkin dibayangkan berdiri di atas dunia yang hancur.

Iman yang Tinggal di Kesadaran

Masalah Aceh bukan kekurangan iman, melainkan iman yang berhenti sebagai kesadaran personal. Ia hidup di tutur dan ritus, tetapi jarang menjelma menjadi sistem pengelolaan kehidupan. Kita tahu merusak alam itu salah, namun pengetahuan moral itu tidak berubah menjadi tata ruang yang adil atau kebijakan ekologis yang tegas.

Iman kalah bukan karena nilai, tetapi karena tidak diberi bentuk struktural.

Syariat Simbolik dan Keselamatan yang Tereduksi

Syariat di Aceh kuat sebagai identitas, tetapi lemah sebagai arsitektur perlindungan hidup. Ia mengatur tubuh dan perilaku privat, namun jarang hadir dalam perencanaan ruang, izin ekstraksi, dan kebijakan lingkungan. Padahal maqashid syariah adalah menjaga kehidupan, dan ekologi adalah ruang paling konkret dari tujuan itu.

Ketika hutan rusak dan sungai mati, yang runtuh bukan hanya alam, tetapi keselamatan sosial dan ekonomi rakyat.

Pendidikan Saleh, Negara Tanpa Jembatan

Dayah melahirkan ulama, kampus melahirkan sarjana. Namun negara sering memperlakukan keduanya secara terpisah. Ulama diposisikan di pinggir kekuasaan—hadir sebagai pembaca doa dalam seremoni, sementara keputusan strategis diambil sepenuhnya oleh teknokrat dan elite politik.

Inilah dikotomi yang keliru. Ulama dan sarjana seharusnya sejajar, seimbang, dan saling melengkapi, bukan berjalan di jalur masing-masing. Ketika ulama tidak dilibatkan dalam perumusan kebijakan, syariat kehilangan daya operasional. Ketika sarjana berjalan tanpa etika, pembangunan kehilangan arah moral.

Akibatnya, lahir kebijakan yang sah secara administratif, tetapi rapuh secara etik dan ekologis.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

MAS Darul Ulum Buka Mapel Mandarin dan Riset

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Seminar Kemajuan Teknologi Kreator Era Artificial Intelligence(AI) di Sumatera Barat, Hadapi Tantangan dan Peluang Kreativitas , Dibahas Sengit

Dikotomi yang Melemahkan

Relasi ulama dan pemerintah sering kali tidak kooperatif. Ulama menjaga jarak karena khawatir kompromi nilai, pemerintah menjaga jarak karena merasa ulama tidak praktis. Keduanya berjalan sendiri-sendiri, saling mencurigai, dan secara tidak sadar menyingkirkan satu sama lain.

Padahal tujuan pembangunan bukan kemenangan satu pihak, melainkan keselamatan bersama. Pembangunan tidak membutuhkan dominasi, tetapi kolaborasi. Tidak saling mengikat untuk menyingkirkan, melainkan saling mengikat untuk melindungi kehidupan.

Pendidikan Masa Depan dan Rekonstruksi Peran

Di sinilah pendidikan masa depan menjadi kunci. Aceh membutuhkan model pendidikan adaptif yang:

menggabungkan pedagogi modern dan pendidikan Islam,

menguasai bahasa global tanpa kehilangan arah spiritual,

melahirkan manusia utuh—fully human.

Manusia seperti inilah yang mampu duduk di ruang kebijakan dengan dua kecakapan sekaligus: berpikir sistemik dan bernalar etik. Dari sini, ulama tidak lagi hanya berdiri di mimbar, dan sarjana tidak hanya berkutat pada angka, tetapi keduanya bertemu dalam satu meja perencanaan.

Menuju Pemerintahan Kolaboratif

Pemerintahan Aceh ke depan tidak boleh meminggirkan ulama ke ranah simbolik, dan tidak boleh membiarkan sarjana berjalan tanpa kompas moral. Yang dibutuhkan adalah model pemerintahan kolaboratif:

ulama terlibat sejak perumusan kebijakan,

sarjana memastikan kebijakan bekerja secara teknis,

negara menjadi ruang gotong royong nilai dan sistem.

Dengan cara ini, iman tidak lagi sekadar legitimasi, tetapi daya arah.

Penutup

Kerusakan ekologi Aceh bukan kegagalan iman, melainkan kegagalan membangun sinergi. Selama ulama dan sarjana dipisahkan, selama syariat dipersempit menjadi simbol, dan selama pendidikan tidak melahirkan manusia utuh, keselamatan dunia–akhirat akan terus menjadi slogan.

Mungkin sudah waktunya kita membangun Aceh dengan cara baru:
beriman tanpa kehilangan rasionalitas, modern tanpa kehilangan nurani, dan maju tanpa meninggalkan kehidupan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 206x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 200x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 159x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 139x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 131x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
188
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir 

Buku Kumpulan Puisi "Keagungan Kota Suci" dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir 

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00