POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Buku

Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir 

Redaksi by Redaksi
Februari 2, 2026
in Buku, Menulisbuku, Peluncuran Buku
0
Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - 1b323ad5 2df3 4f38 8463 c20ebfb1bee2 | Buku | Potret Online

Oleh Lasman Simanjuntak 

Buku kumpulan puisi berjudul “Keagungan Kota Suci” karya Penyair dan Sastrawan Perempuan Indonesia Halimah Munawir lahir bukan sekedar sebagai karya sastra, melainkan sebuah kado self-appreciation di usia ke-62 tahun.

“Ini adalah manifestasi syukur dan perayaan atas perjalanan hidup yang panjang. Sebuah pengakuan cinta pada diri sendiri, di tengah riuh rendah dunia saat ini,” Hal itu disampaikan oleh Halimah Munawir pada  Senin  (2/2/2026) usai peluncuran (launching) buku puisinya berjudul “Keagungan Kota Suci”. Kegiatan yang telah berlangsung pada Kamis lalu (29/1/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat di Wisma Nusantara  Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo  (PMIK) di Mesir.

Baca Juga
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - b0c21634 f6df 41c5 a64e ecbc8137986a | Buku | Potret Online
    #Korban Bencana
    Atas Nama Bencana
    22 Feb 2026
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - b3f5d9be 4235 4f65 a910 d11acf0744f7 | Buku | Potret Online
    #Gerakan Menulis
    Menanam Cerita di Tanah Jati:Menumbuhkan Inspirasi dari Hutan Blora
    20 Apr 2025

“Sebagai anak bangsa, launching di Kairo juga merupakan turut memperkuat harmonisasi antara pemerintah  Indonesia – Mesir yang sudah terjalin sejak presiden pertama , Soekarno. Karena diplomasi bukan hanya dapat dilakukan melalui politik, melainkan juga melalui jalur budaya dan sastra,”

Halimah Munawir yang dikenal juga sebagai novelis- buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci ” ini bukan sekadar judul. Ia lahir diantara rahim umat seluruh dunia. Mungkin tanpa “keajaiban”-Nya, ia tidak terbang kesebuah  negara “suhu para ilmu” , negara yang masih menjadi kiblat ilmu, negara yang masih menghargai sebuah buku sebagai barometer kecerdasan. 

Baca Juga
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - E064CB6A 2BF9 4046 9C69 D5F76A9F178A | Buku | Potret Online
    Aceh
    Memasukan Buku Bahasa dan Sastra Aceh sebagai Materi Pembelajaran Kurikulum Merdeka
    13 Nov 2022
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - 93e29ca3 0af7 4da2 a5ff 243d67952124 | Buku | Potret Online
    #Perempuan Hebat
    Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
    16 Mar 2026

Hal mana terbukti ketika bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir Abdul Mutaiali, PHD berkunjung ke perpustakaan terbesar di Mesir, Alexandria yang terletak di dekat pelabuhan kuno Mesir. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa perpustakaan yang menampung hingga 8 juta buku, juga ada museum, planetarium dan pusat konferensi di atas bangunan 11 lantai ini dapat dikatakan menjadi salah satu pusat pengetahuan terbesar di dunia.

Baca Juga
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - 366b8bc4 47f9 40a8 9d4f a79f38cb4d37 | Buku | Potret Online
    #Kalam
    Ruman Aceh Tak Sekadar Taman Bacaan Berjalan
    15 Apr 2025
  • Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - 7cff2505 7059 4b84 aacb 671576fd98a3 | Buku | Potret Online
    Buku
    4 Penyair dan 24 Penulis Kompak Terbitkan Buku Duka Pengungsi Rohingnya
    28 Agu 2024

” Yang membuat kita terkagum  kagum pada perpustakaan utama pusat budaya modern ini dan, sangat bersyukur, buku puisi ‘ Keagungan Kota Suci’  serta beberapa novelnya dapat diterima untuk menjadi bagian dari koleksi perpustakaan bergengsi ini,”

Dalam Empat Bahasa

Pada peluncuran buku kumpulan puisi berjudul “Keagungan Kota Suci ” -diterbitkan oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh memuat 45 puisi- dalam 4 bahasa yakni Sunda, Indonesia, Inggris dan Arab ini, ikut memberikan kata sambutan yaitu Abdul Muta’ali MA,MIP,Phd, nara sumber DR.(HC) Halimah Munawir (sebagai penulis-red), serta nara sumber A.Satriawan Hariaadi  Lc,MA.

Buku kumpulan puisi ini juga adalah pertemuan antara ayat-ayat suci dan debu jalanan kehidupan.Penulis tidak lari dari kenyataan,  namun merespon realitas manusia menggunakan Kompas Al-Qur’an.

Hasilnya adalah puisi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga tajam sebagai kritik dan renungan sosial. 

Pada kesempatan tersebut Halimah Munawir, Ketua Umum Obor Sastra Indonesia bercerita jejak langkah dimulai tahun 1995-2025 yakni pada tahun 1995 ibadah haji (awal terkumpulnya rasa dan pengalaman batin), periode umroh merupakan perjalanan berkelanjutan (rangkaian perjalanan yang memperkaya perspektif).

Pada November 2025 merupakan titik balik (moment saat umroh, lahirnya ide pembukuan). Hingga berlangsungnya peluncuran (launching) buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci” sebagai kado apresiasi diri.

Bedah buku “Keagungan Kota Suci” juga menyelami puisi religi antara Al-Qur’an dan Empiris Sosial  sebuah apresiasi diri bagi kehidupan Halimah Munawir.

Hulu kreativitas antara langit dan bumi yaitu 1) Langit ( Kompas Teologis) dimana Al-Qur’an menjadi sumber ‘bahasa langit’ dan pedoman arah yang tak terbantahkan, 2) Bumi (Empiris Sosial) pengamatan tajam terhadap realitas dan lingkungan sekitar, 3) Insight, karya ini bersifat responsif menolak menjadi ‘air tenang’ yang menghanyutkan, puisi-puisi ini adalah nyata atas kegelisahan jiwa.

Sedangkan prinsip hidup yang menjadikan nafas puisi lima menjaga diri atas lima perkara, serta enam meyakinkan hati atas enam perkara.

Prinsip-prinsip ini tidak hanya dipegang teguh dalam hidup, tetapi ditenun ke dalam setiap baris puisi di dalam buku-bukunya.

Mekah dan Madinah lebih dari sekadar destinasi.Bagi penulis kota suci  bukan hanya lokasi fisik dengan aura kebesaran yang diakui secara global.Ini adalah cermin refleksi jiwa tempat terjadinya pengagungan yang personal, mendalam, dan transfornatif.

Transformatif sosial, bagaimana interaksi di tanah suci mengubah cara pandang penulis terhadap kehidupan sosial sehari-hari.

Setiap nafas adalah berharga,dimana filosofi waktu laksana angin, ia berlalu tanpa pernah berbalik arah.Kesadaran inilah yang melahirkan urgensi untuk berkarya. 

Sementara trilogi perjalanan batin terdiri atas pertama, titik nadir awal pencarian dan kedalaman rasa evolusi jiwa.

Kedua, bayang firdaus yang merupakan proyeksi kehidupan akan ketenangan, dan ketiga keagungan kota suci, puncak refleksi perjalanan spiritual.

” Buku kumpulan puisi ‘Keagungan Kota Suci” berdiri sebagai bukti bahwa waktu tidak berlalu sia-sia.Setiap nafas yang berharga telah dicatat, dirasa, dan diabadikan,”.

Mengangkat Tema Spiritual

Sebelumnya Halimah munawir menjelaskan buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci”  diterbitkan oleh penerbit Dar El Sholeh karena tertarik menerbitkan buku ini lantaran konsisten, isinya mengangkat tema spiritualitas yang berpijak pada pengalaman personal  dan kearifan lokal.

Naskah tersebut mendapat respon positif sejak pertamakali diajukan. Bahkan, buku kumpulan puisi tersebut lahir dari pengalaman spiritualnya saat menunaikan ibadah umrah pada bln November 2025 lalu.

“Inspirasi datang begitu kuat seperti ada dorongan batin untuk menuliskan keagungan tanah suci.Jumlah 45 puisi tidak direncanakan sejak awal.Pada mulanya hanya menargetkan 30 puisi saja.Namun, proses kreatif yang terus mengalir membuat jumlah puisi bertambah,”

Angka 45 meniliki makna simbolis yang dikaitkan dengan tafsir ulama kharismatik Mbah Moen. “Angka 45 tersebut juga menghubungkan dengan Surat Al-Jatsiyah dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta dan manusia, serta peringatan hari kebangkitan. Puisi-puisi ini merupakan refleksi hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia,”

Kontributor : Lasman Simanjuntak

Lasman Simanjuntak

Previous Post

Syariat di Negeri Ekstraksi: Ketika Iman Gagal Menjadi Sistem Perlindungan Alam

Next Post

24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Akui Ressa Anaknya

Next Post
Buku Kumpulan Puisi “Keagungan Kota Suci” dan Novel  Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir  - fc037004 a374 4f5c b9a5 83e084dee876 | Buku | Potret Online

24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Akui Ressa Anaknya

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah