Kamis, April 23, 2026

Badut-Badut Jalanan

November 2025
Oleh: Redaksi

anto narasoma

ruang kota begitu terbuka. meski pada batasan sepotong topeng, wajah itu pun tersenyum abadi
dan anak-anak pun tertawa

segenap peristiwa politik di sini, adalah badut-badut yang
menawarkan kebijakan
sembari tertawa berkedip mata

maka tarian badut pun
menutup cerita,
karena dari balik kisah ketertawaan yang mencorong lewat topeng-topeng badut,
tumpukan harga diri dipasok ke dalam ikatan uang muka

di ujung jalan kota
kesemarakan cerita pun berbincang banyak
di antara kesibukan
arus lalu lintas

sedangkan para pengamen yang berwajah badut, menyimpan kemiskinan sembari merentangkan telapak tangan

badut-badut di ranah politik, bisnis, dan pemerintahan yang berirama salsa, menumbangkan kebijakan tambang minyak, gas bumi, bauksit, dan timah

sebab,
badut-badut di pemerintahan selalu berirama salsa dalam joget keberhasilan mencuri tumpukan uang rakyat

o, badut-badut di jalan hanya melengkapi cerita rakyat di panggung kehidupan. sebab, sekenario yang membeberkan kisah kehidupan badut-badut jalanan, hanya sepotong lakonan nasib rakyat miskin di negeri yang kaya koruptor

Palembang
23 November 2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist