POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Budaya Menulis

Museum Pijay

Redaksi by Redaksi
Maret 25, 2023
in Budaya Menulis, Cerita, Literasi, Meureudu, Pidie Jaya, Potret Remaja
0
Museum Pijay - 093C5F7A 2EFD 4F03 97E8 381C5CCE62D4 scaled | Budaya Menulis | Potret Online

OLEH:  SHAVIA A’RIVA

Pelajar SMP ULUMUL QUR’AN PIDIE JAYA

Hari ini adalah hari minggu di mana aku mengikuti hari kedua pelatihan yang diadakan di taman kota Pidie Jaya. Aku berangkat ke sini menggunakan sepeda milik pak guru.Taman kota ini terletak di belakang kantor bupati Pidie Jaya dan juga dekat dengan jembatan layang.

Baca Juga
  • Museum Pijay - IMG_9867 1 | Budaya Menulis | Potret Online
    Literasi
    Melukis Kata, Mengangkat Fakta
    15 Feb 2026
  • 02
    Cerita
    Uang Palsu dan Rajanya Ayam
    06 Feb 2022

Sesampainya aku di sini, aku melihat begitu banyak fasilitras yang sangat unik. Yang pertama sekali aku temui yaitu danau yang cukup luas. Dengar-dengar danau ini memiliki tragedi pembunuhan yang membuat masyarakat enggan ke sini saat malam hari. Lalu aku melihat perahu dayung bentuk bebek yang membuat aku ingin mencoba menaikinya.

Selanjutnya aku berjalan menuju museum dan duduk di bawah rumah Aceh, yang dijadikan sebagai museum Pidie Jaya tersebut. Di sini terdapat banyak alat tradisional yang salah satunya adalah jengkie atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan lesung, alat untuk menumbuk padi atau lainnya.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Terapkan Pola Makan Sehat, MIN 11 Banda Aceh Adakan Kegiatan Edukasi Gizi Seimbang
    01 Nov 2024
  • 02
    Literasi
    Doa
    29 Mei 2022

Acaranya sedang dimulai, aku baru menyadari ternyata ada teman-temanku yang satu asrama denganku, dan aku menyapa mereka semua. Mereka juga melambaikan tangannya. Sesekali aku melirik lingkungan yang sangat damai dengan angin sepoi-sepoi. Aku melihat dua rungan kecil yang di luarnya bergambarkan lautan dan hiu yang sedang membuka mulutnya dan itu adalah WC umum.

Di sela-sela itu aku dan teman-temanku memainkan permainan yang dibuat oleh pak Mus. Hati pun mulai berubah menjadi lebih senang dari sebelumnya. Bunga – bunga di pinggiran danau membuat taman ini menjadi lebih unik dan menjadi lebih indah. Jalan yang bercabang-cabang membuat aku berpikir kritis. Rasa ingin tahu ada  apakah di ujung jalan sana.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Ironi Literasi Numerasi Anak Negeri
    19 Apr 2021
  • 02
    Anak Yatim
    SD Negeri 14 Bandar Baru Pidie Jaya Menebar Kebaikan Menyambut Bulan Suci Ramadhan
    10 Mar 2024

Aku berkeliling menelusuri jalan. Aku banyak menemui alat permainan seperti jungkat-jangkit, seluncuran dan lain-lain. Aku juga menemui banyak pondok kecil di tepi taman, dan ada gubuk kecil untuk bersinggah menikmati alam. Aku duduk di atas pondok tersebut untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Ternyata di sini juga ada tanaman yang bisa dimanfaatkan seperti sereh, buah papaya, pohon jambu, daun pandan wangi, pohon mangga dan lain-lain.

Yang saya inginkan taman kota ini ke depan akan lebih indah lagi dari saat ini dan lebih banyak pengunjung yang datang ke sini. Bunga-bunga yang harus ditambahkan dan pepohonan dan sedikit petunjuk atau denah jalan. Juga harus ada upaya untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar menjaga dan merawat taman kota yang indah ini serta museum yang menjadi kebanggaan masyarakat Pidie Jaya ini.

 

Previous Post

ALIRAN DARAH LANCAR PERINGKAT KELAS KU MENINGKAT DENGAN GOWESAN KU

Next Post

TADARUS NYANYIAN QURANI

Next Post
Museum Pijay - E7D051F8 C825 4E0E 9A78 0FD9D889083F | Budaya Menulis | Potret Online

TADARUS NYANYIAN QURANI

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah