Artikel · Potret Online

Museum Pijay

Penulis  Redaksi
Maret 25, 2023
2 menit baca 473
Museum Pijay - 093C5F7A 2EFD 4F03 97E8 381C5CCE62D4 scaled | Literasi | Potret Online
Foto / IlustrasiMuseum Pijay

OLEH:  SHAVIA A’RIVA

Pelajar SMP ULUMUL QUR’AN PIDIE JAYA

Hari ini adalah hari minggu di mana aku mengikuti hari kedua pelatihan yang diadakan di taman kota Pidie Jaya. Aku berangkat ke sini menggunakan sepeda milik pak guru.Taman kota ini terletak di belakang kantor bupati Pidie Jaya dan juga dekat dengan jembatan layang.

Sesampainya aku di sini, aku melihat begitu banyak fasilitras yang sangat unik. Yang pertama sekali aku temui yaitu danau yang cukup luas. Dengar-dengar danau ini memiliki tragedi pembunuhan yang membuat masyarakat enggan ke sini saat malam hari. Lalu aku melihat perahu dayung bentuk bebek yang membuat aku ingin mencoba menaikinya.

Selanjutnya aku berjalan menuju museum dan duduk di bawah rumah Aceh, yang dijadikan sebagai museum Pidie Jaya tersebut. Di sini terdapat banyak alat tradisional yang salah satunya adalah jengkie atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan lesung, alat untuk menumbuk padi atau lainnya.

Acaranya sedang dimulai, aku baru menyadari ternyata ada teman-temanku yang satu asrama denganku, dan aku menyapa mereka semua. Mereka juga melambaikan tangannya. Sesekali aku melirik lingkungan yang sangat damai dengan angin sepoi-sepoi. Aku melihat dua rungan kecil yang di luarnya bergambarkan lautan dan hiu yang sedang membuka mulutnya dan itu adalah WC umum.

Di sela-sela itu aku dan teman-temanku memainkan permainan yang dibuat oleh pak Mus. Hati pun mulai berubah menjadi lebih senang dari sebelumnya. Bunga – bunga di pinggiran danau membuat taman ini menjadi lebih unik dan menjadi lebih indah. Jalan yang bercabang-cabang membuat aku berpikir kritis. Rasa ingin tahu ada  apakah di ujung jalan sana.

Aku berkeliling menelusuri jalan. Aku banyak menemui alat permainan seperti jungkat-jangkit, seluncuran dan lain-lain. Aku juga menemui banyak pondok kecil di tepi taman, dan ada gubuk kecil untuk bersinggah menikmati alam. Aku duduk di atas pondok tersebut untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Ternyata di sini juga ada tanaman yang bisa dimanfaatkan seperti sereh, buah papaya, pohon jambu, daun pandan wangi, pohon mangga dan lain-lain.

Yang saya inginkan taman kota ini ke depan akan lebih indah lagi dari saat ini dan lebih banyak pengunjung yang datang ke sini. Bunga-bunga yang harus ditambahkan dan pepohonan dan sedikit petunjuk atau denah jalan. Juga harus ada upaya untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar menjaga dan merawat taman kota yang indah ini serta museum yang menjadi kebanggaan masyarakat Pidie Jaya ini.

 

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...