POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Zeus, Tuhan yang Dulu Disembah, Sekarang Jadi Logo Judi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 10, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Karena kalian sudah pada bahagia, saya mau bicara soal Tuhan. Tepatnya Tuhan Zeus. Tuhan yang tinggal kenangan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Dulu ada Tuhan atau dewa yang disembah dengan jutaan pengikut. Punya kuil besar, ritual sakral, dan legitimasi negara. Ia bukan Tuhan ecek-ecek yang muncul di kolom komentar. Namanya Zeus. Raja para dewa. Penguasa langit dan petir. Di zamannya, menyebut nama Zeus bukan gaya-gayaan intelektual, tapi perkara hidup dan mati. Petir menyambar, orang langsung sadar diri, itu urusan Tuhan.

Sekitar abad ke-8 hingga ke-5 sebelum Masehi, Zeus berada di puncak karier ketuhanan. Kuil Zeus di Olympia, dibangun sekitar 470–456 SM, berdiri megah seperti pengingat, manusia itu kecil dan sebaiknya tahu diri. Di dalamnya berdiri Patung Zeus setinggi kurang lebih 12 meter, terbuat dari emas dan gading, karya Phidias, yang kemudian dicatat sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Olimpiade kuno bukan festival olahraga dan iklan, tapi ritual persembahan. Atlet bersumpah jujur atas nama Zeus. Bohong artinya menantang langit, bukan sekadar kena sanksi panitia.

Zeus bukan Tuhan lokal. Ia disembah lintas polis, dari Athena, Dodona, Nemea, Pergamon. Ia simbol hukum, keadilan, dan keteraturan kosmos. Kalau negara butuh legitimasi, Zeus ada. Kalau manusia butuh makna, Zeus siap. Pokoknya, lengkap.

Lalu datang masalah klasik yang sering menimpa Tuhan-Tuhan besar, kontradiksi internal. Zeus adalah dewa hukum, tapi kisah hidupnya penuh skandal. Ia suka menyamar jadi banteng, angsa, bahkan hujan emas demi menipu manusia. Moralitasnya lebih fleksibel dari tafsir undang-undang. Para filsuf Yunani mulai gelisah. Plato dan kawan-kawan bertanya, bagaimana mungkin semesta diatur oleh Tuhan yang kelakuannya sering kalah tertib dari warga biasa? Iman mulai bocor dari dalam, pelan tapi konsisten.

Namun yang benar-benar menentukan bukan filsafat, melainkan politik. Ketika Romawi beralih dari paganisme ke Kristen pada abad ke-4 M, terutama setelah Kaisar Theodosius I pada tahun 391 M melarang ritual pagan dan menutup kuil-kuil lama, nasib Zeus selesai. Tidak ada debat teologis terbuka. Tidak ada voting publik. Negara berpindah Tuhan. Olimpiade dihentikan. Kuil ditutup. Patung Zeus di Olympia akhirnya hancur atau terbakar sekitar abad ke-5 M. Zeus tidak kalah argumen, ia kehilangan kekuasaan pendukung.

Sejak itu, Zeus tidak mati, tapi diturunkan pangkatnya. Dari Tuhan menjadi mitos. Dari objek ibadah menjadi cerita. Dari pusat iman menjadi materi pelajaran. Ketika kapitalisme modern datang membawa kreativitas tanpa batas dan etika fleksibel, Zeus turun lagi satu tingkat, jadi logo judi. Dewa petir kini dipakai menghiasi mesin slot dan aplikasi taruhan. Petir tak lagi simbol keadilan, tapi jackpot. Raja dewa kini bekerja paruh waktu sebagai brand ambassador keberuntungan.

Di sinilah ironi sejarah menampar tanpa aba-aba. Tuhan yang dulu disembah, kini dipakai. Bukan karena ia palsu, tapi karena manusia berhenti merasa perlu. Tuhan tidak mati karena diserang, tapi karena dilewati. Atheisme modern tidak membunuh Tuhan dengan pedang, melainkan dengan rasa cukup. Petir dijelaskan sebagai beda potensial listrik. Penyakit urusan laboratorium. Nasib dikelola statistik. Moral diatur konsensus. Tuhan tidak dibantah, hanya dianggap tidak relevan.

📚 Artikel Terkait

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh Sosialisasikan Kegeologian di MIN 11 Banda Aceh

PENJUAL SIRIH, DAYA TARIK YANG TERABAIKAN

Cahaya Kecil Bernama Apis

Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya

Nietzsche pernah berkata, “Tuhan telah mati.” Banyak orang mengira itu deklarasi pembunuhan. Padahal itu laporan forensik. Manusia modern sudah berhenti hidup seolah Tuhan ada. Dalam sejarah, Tuhan yang tak lagi memengaruhi keputusan, moral, dan arah hidup, secara sosial dianggap wafat, meski secara teologis tetap ada.

Ironisnya, manusia yang mengaku tak bertuhan tidak berhenti menyembah. Ia hanya mengganti altar. Dulu berdoa, sekarang menyembah algoritma. Dulu iman, sekarang pasar. Dulu Tuhan, sekarang diri sendiri. Sejarah Zeus membuktikan, Tuhan tanpa iman dan tanpa kekuasaan akan direduksi pelan-pelan, sampai tinggal simbol.

Maka jangan cepat menertawakan Zeus yang kini jadi logo judi. Itu bukan cerita masa lalu yang jauh. Itu cermin. Sejarah sedang berbisik, Tuhan yang hari ini hanya diingat sesekali, suatu hari bisa bernasib sama. Bersyukurlah jika kalian masih mengingat Tuhan, bukan sebagai hiasan, tapi sebagai pusat makna. Sebab sejarah tidak pernah bertanya siapa Tuhan yang paling benar. Sejarah hanya mencatat siapa yang masih dianggap perlu.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

#camanewak

#jurnalismeyangmenyapa

#JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00