Baca Juga

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

Baca Juga

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Masjid Indah, Tanpa Sampah

Redaksi by Redaksi
Oktober 9, 2018
in Cerita, Gempa, Pidie Jaya, POTRET Sekolah
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Fatia Zahra
Pelajar kelas VIII SMP Unggul, Pidie Jaya
Masjid, rumah ibadah umat Islam, merupakah rumah ibadah yang selalu dijaga kebersihannya, karena umat Islam dituntut untuk selalu bersih dalam beribadah. Menyebut masjid, aku teringat dengan sebuah masjid di kampungku. Aku menyebutnya dengan salah satu masjid terindah, terutama di daerahku. Masjid itu diberi nama dengan masjid Al-Hidayah. Aku tidak tahu, mengapa disebut Al- Hidayah. Apakah karena saat membangun masjid itu, orang-orang kampung mendapat hidayah, atau memang sebgaja dipilih nama itu, karena hidayah itu adalah sesuatu yang indah. Banyak orang yang melaksanakan ibadah salat dan ibadah lainnya di masjid yang sejuk ini. Ya, sejuk karena angin yang berhembus membawa udara dingin dan sejuk. Kita akan merasa sentuhan lembut tiupan angina di dalam masjid. Kita enggan keluar masjid, ketika berada di dalamnya. Apalagi ketika matahari terasa terik. Sungguh sangat nyaman berada di dalam masjid ini.
Apa yang membuat kita merasa nyaman berada di masjid itu adalah karena kondisi masjid yang bersih. Dikatakan bersih karena di masjid ini tidak kita lihat ada sampah, apalagi sampah yang berserakan. Jelas tidak ada. Wajar saja, banyak orang yang duduk di lantai masjid yang sejuk itu. Seperti halnya masjid-masjid lain, masjid ini sebenarnya juga memiliki sejarahnya. Artinya ada sejarah yang menyertainya saat didirikan. Sayangnya, aku tidak bisa menjelaskan atau menceritakan sejarahnya, karena aku tidak tahu. Mungkin, karena aku urang membaca sejarah. Padahal, akan lebih baik, kalau aku bisa menuliskan sedikit tentang sejarah berdirinya masid ini. Harusnya pula aku bertanya pada orang-orang tua di kampung sebagai bahan pengetahuan bagiku. Entahlah. Semoga nanti aku bisa mengumpulkan lebih banyak data untuk menulis.
Hmm, kembali pada masjid Al Hidayah, dilihat dari ukuran masjid, sebenarnya masjidnya tidak besar, tidak sebesar masjid di daerah lain. Apalagi kalau kita bandingan dengan masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. Pasti jauh sekali bedanya. Namun, yang aku salut dan suka adalah keindahan dan kebersihannya.
Ketika bencana gempa 6.5 SR yang menghentak Pidie jaya, pada tanggal 7 Desember 2016 lalu, masjid ini pernah roboh. Gempa yang terjadi pada subuh Rabu itu, terasa sangat kencang dan dahsyat. Saat itu, di kampung kami sedang musim ke sawah. Orang-orang kampung turun ke sawah membajak tanah di pagi buta. Menurut cerita, kala itu ada  yang mendengar suara tangis. Rupanya, yang menangis itu adalah masjid. Saat masjid itu menangis, orang yang di sawah itu langsung pulang untuk melihat anak dan istrinya yang sedang ketakutan di rumah, karena gempa yang mengguncangkan bumi begitu keras yang menghancurkan banyak rumah dan bangunan lainnya.
Alhamdulilah, masjid kami tidak roboh semua, kecuali terbelah sedikit. Namun, orang-orang kampung tampak sangat ketakutan. Mereka tidak henti-hentinya menyebut nama Allah, mengingat Allah dan memohon kepada Allah agar tidak gempa lagi. Sangat banyak yang jadi korban. Ada yang meninggal. Jumlah yang meninggal saat itu, seperti diceritakan di surat kabar mencapai 104 orang dan ratusan lainnya luka-luka berat dan ringan.
Setelah gempa besar, terjadi pula gempa susulan. Orang-orang ketakutan dan berusaha mencari tempat yang aman. Lalu, tidak berapa lama, mulai ada orang-orang yang datang mengantarkan bantuan. Ada yang mengantarkan makanan, pakaian, tenda, obat-obatan dan lain-lain. Setelah sekian lama, masjid kami yang mengalami keusakan itu pun dibangun lagi. Hingga kini, masjid kami ada dua. Yang satu masjid lama dan yang satunya lagi yang baru. Namun, karena ada dua masjid, bisa mengacaukan pandangan. Tapi kata orang di kampung kami, tidak apa-apa masjidnya banyak. Yang penting lingkungannya asri dan bersih, tanpa sampah. Jadi orang di kampung kami sangat bahagia saat melakukan salat di sana.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Maret 8, 2026
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Maret 5, 2026
Raih Gelar Winner Putera Pelajar Riau 2026, Arqan Wira Rizqullah Siap Bawa Perubahan Positif dengan Karakter dan Dedikasi

Raih Gelar Winner Putera Pelajar Riau 2026, Arqan Wira Rizqullah Siap Bawa Perubahan Positif dengan Karakter dan Dedikasi

Maret 2, 2026
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Entrepreneur Itu Lebih Baik Bagimu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com