POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home puasa

Sujud Terakhir di Sepertiga Malam

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (4)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 5, 2025
in puasa, Puisi Essay
0
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 023811d8 1811 451a be46 774ad8cee8ff | puasa | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Sepertiga malam telah tiba,
sunyi merayap di sela-sela doa,
di sudut sajadah yang telah lusuh,
seorang ayah dan anak bungsunya bersujud.

Sang ayah, dengan dahi menyentuh bumi,
menahan luka yang tak terlihat,
menyembunyikan getir dalam harapan,
agar rezeki besok lebih lapang.

Baca Juga
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - images 5 | puasa | Potret Online
    Puisi Essay
    Laboratorium Rasa Takut
    06 Apr 2025
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 567e58f5 9275 47f6 ad7c ceb6ed7d4bf9 | puasa | Potret Online
    #Doa di Bulan Ramadan
    Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
    13 Mar 2026

Di sebelahnya, anak bungsu ikut tenggelam,
dalam doa yang sederhana,
memohon jalan terang bagi ayahnya,
agar bisa menggapai impian kecilnya.

Ia tak pernah meminta lebih,
hanya ingin buku baru untuk belajar,
hanya ingin sepatu tanpa sobekan,
hanya ingin melihat ayahnya tersenyum lebih lama.

Baca Juga
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 6382adcd 9b50 476f 848c 185c445de9d8 | puasa | Potret Online
    Artikel
    Gen-Z dan Masa Depan Puisi Esai
    12 Jan 2025
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - c0d28cff f166 44ff be3a b1a54e122794 | puasa | Potret Online
    POTRET Budaya
    Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana
    28 Feb 2025

Sujud mereka menjadi lantunan sunyi,
menggetarkan langit yang mendengar,
karena di antara kelapangan dan kesempitan,
Allah adalah sebaik-baik penolong.

Dan setelah sujud terakhir itu,
mereka duduk berdua, tangan menengadah,
membiarkan air mata jatuh bersama doa,
memohon rezeki, kesehatan, dan keberkahan.

Baca Juga
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 2025 05 09 13 50 20 | puasa | Potret Online
    Musibah
    Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis
    09 Mei 2025
  • Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 22d7573b 709a 4395 8b6a 4ea3afd28e45 | puasa | Potret Online
    Puisi Essay
    Selembar Ijazah Tanpa Koneksi
    08 Mar 2025

Lalu ayah membuka mushafnya,
melantunkan ayat demi ayat dengan suara tenang,
anaknya menyimak, lalu bergantian membaca,
hingga azan Subuh menggema di udara.

Dengan hati yang lebih lapang,
mereka berdiri bersisian,
menutup malam dengan sholat berjamaah,
memulai hari dengan cahaya-Nya.


Rumah Kayu Cepu, 4 Maret 2025.

Previous Post

Mengenal Dwi Wahyudi, Jenius Finansial Tersandung 11,7 T

Next Post

Skandal Disertasi Bahlil: Menjaga Marwah UI

Next Post
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - skandal | puasa | Potret Online

Skandal Disertasi Bahlil: Menjaga Marwah UI

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah