• Latest
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 023811d8 1811 451a be46 774ad8cee8ff | puasa | Potret Online

Sujud Terakhir di Sepertiga Malam

Maret 5, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 1001348646_11zon | puasa | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 1001353319_11zon | puasa | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 1001361361_11zon | puasa | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sujud Terakhir di Sepertiga Malam

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (4)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 5, 2025
in puasa, Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - 023811d8 1811 451a be46 774ad8cee8ff | puasa | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Sepertiga malam telah tiba,
sunyi merayap di sela-sela doa,
di sudut sajadah yang telah lusuh,
seorang ayah dan anak bungsunya bersujud.

Sang ayah, dengan dahi menyentuh bumi,
menahan luka yang tak terlihat,
menyembunyikan getir dalam harapan,
agar rezeki besok lebih lapang.

Baca Juga
  • Do’a yang Tak Pernah Selesai
  • MY FIRST POEMS, FLYING ME TO THE SKY

Di sebelahnya, anak bungsu ikut tenggelam,
dalam doa yang sederhana,
memohon jalan terang bagi ayahnya,
agar bisa menggapai impian kecilnya.

Ia tak pernah meminta lebih,
hanya ingin buku baru untuk belajar,
hanya ingin sepatu tanpa sobekan,
hanya ingin melihat ayahnya tersenyum lebih lama.

Baca Juga
  • Cut Nyak Meutia: Mutiara yang Tak Pernah Padam
  • Senyum di Balik Pintu Masjid

Sujud mereka menjadi lantunan sunyi,
menggetarkan langit yang mendengar,
karena di antara kelapangan dan kesempitan,
Allah adalah sebaik-baik penolong.

Dan setelah sujud terakhir itu,
mereka duduk berdua, tangan menengadah,
membiarkan air mata jatuh bersama doa,
memohon rezeki, kesehatan, dan keberkahan.

Baca Juga
  • Kartini: Fajar di Balik Tirai Keheningan
  • Membaca Ayat-ayat -Mu, Aku Jatuh cinta

Lalu ayah membuka mushafnya,
melantunkan ayat demi ayat dengan suara tenang,
anaknya menyimak, lalu bergantian membaca,
hingga azan Subuh menggema di udara.

Dengan hati yang lebih lapang,
mereka berdiri bersisian,
menutup malam dengan sholat berjamaah,
memulai hari dengan cahaya-Nya.


Rumah Kayu Cepu, 4 Maret 2025.

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post
Sujud Terakhir di Sepertiga Malam - skandal | puasa | Potret Online

Skandal Disertasi Bahlil: Menjaga Marwah UI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com