Dengarkan Artikel
Oleh Ansariah, S.Pd
Sebelum hari Selasa tanggal 25 – 11 -2025, kami dewan guru mempersiapkan semua kegiatan untuk memperingati hari guru nasional tahun 2025. Semua kegiatan akan tampil, baik dari siswa maupun dari guru sendiri. Rencana tahun ini akan membuat acara hari guru nasional semeriah meriahnya, tapi tiga hari sebelum tanggal 25, hujan deras tak berhenti -henti. Akhirnya sampai di tanggal 25, hujan deras pun tak berhenti.
Kami tidak bisa membuat kegiatan apapun. Hanya membuat ala kadarnya di ruang kelas dan memutuskan lanjut di hari selanjutnya yaitu hari Rabu, 26 November 2025. Kami akan membuat acara dengan semeriahnya.
Malamnya tidur nyenyak tak kebawa perasaan bahwa ke sekolah banjir, walaupun hujan deras tak berhenti 24 jam. Ternyata, eh ternyata diluar dugaan, tidak ada yang memberi kabar dan tidak ada perasaan yang mencurigakan. Rasanya perasaan tenang, karena tidak sabar ingin menampilkan berbagai kegiatan di sekolah. Rupanya pas subuh aku memegang handphone, untuk melirik informasi terkini.
Tak sengaja aku melihat status teman yang rumahnya sudah kena banjir, tak jauh dari sekolahku. Akhirnya aku menelpon bendahara sekolah. Bendahara sekolah tidak tahu kabar sekolah. Masih dikira baik – baik saja.
Perasaan tak enak dan tak sabar ingin tahu bagaimana keadaan sekolah, aku telepon penjaga sekolah, tapi tak diangkat. Aku telepon lagi sampai 10 kali. Akhirnya diangkat dan aku langsung bertanya apakah sekolah kita banjir? Perasaan tak enakku terjawab. Ya, sekolah kita banjir.
📚 Artikel Terkait
Aku bergegas dengan memakai mantel, lansung menuju sekolah. Walaupun rumahku dengan sekolah jauh. Sepanjang jalan aku merasa sedih menahan air mata supaya jangan jatuh. Dengan mengucapakan doa, agar diampuni dosaku ya Allah. Aku bertanya lagi apa salahku. Juga dalam pikiranku masih ada kegiatan yang belum selesai dikerjakan dan juga masih ada barang barang penting belum diamankan.
Tepat di depan kantor POS, air sudah naik sampai batas lutut. Di situ, aku mutar mutar karena aku tak berani melewati arus air yang sangat deras, tidak bisa lewat untuk melihat keadaan sekolah. Tak lama kemudian, aku berjumpa dengan temanku. Aku bertanya bagaimana ini? Katanya kita lihat orang dulu bagaimana cara lewatnya.
Aku minta bantuan supaya aku bisa lewat dari jalan yang naik air selutut, kemudian aku sampai ke sekolah. Aku lihat ada ibu kepsek dan OPS di sekolah. Aku langsung menuju halaman sekolah, walaupun air sudah sampai di pinggang. Aku memberanikan diri untuk masuk, walaupun arus air deras sekali. Aku buka ruang guru masih ada barang di bawah. Ruang UKS,ruang OPS juga masih ada barang di bawah. Semuanya kena banjir.
Tak tahu lagi harus bilang apa. Kemudian, hari kamis tanggal 27 Desember 2025 naik lagi airnya. Lebih tinggi lagi dari hari Rabu dengan hujan tak berhenti henti. Padahal kalau dilihat pengalaman dari tahun ke tahun, SDN 3 Bandar Baru selalu banjir di setiap akhir tahun, tapi banjir tahun ini yang paling parah. Air mencapai dada.
Masih tidak percaya bahwa tahun ini akan banjir, sampai sekarang masih mengingat dan merasa sedih yang paling dalam,mengingat kejadian sebelumya diabaikan. Aku percaya kalau Allah sudah menghendaki tidak ada yang tidak mungkin.
Ansariah,S.Pd, Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






